Hubungan antara Akal, Ruh, Jiwa, Pikiran dan Fitrah

Terkadang yang dimaksud atas beberapa redaksi dan kalimat ini adalah satu dan seluruhnya menyinggung satu realitas yaitu entitas dan realitas manusia; sebagaimana para filosof berkata substansi dengan lafaz “aku” dan semisalnya menengarai tentang realitas ini dan memiliki ragam nama; misalnya nafs, nafs natiqah, ruh, akal, quwwah aqilah, quwwah mumayyizah, jiwa, nyawa,
hati, piala jendela dunia, piala, kakaktua dan nama-nama lainnya.

Penggunaan beberapa redaksi ini dari sudut pandang filosofis adalah benar dan karena nafs identik dengan kesatuan dan integral dengan seluruh fakultas dan tingkatan, ia memiliki kesatuan dan keidentikan; sesuai dengan tuturan Mulla Hadi Sabzewari dan Mulla Shadra, “al-nafs fi wahdatiha kullu al-quwwa.” (Jiwa pada kesatuannya adalah seluruh fakultas) Lanjutkan membaca..

 

About these ads

4 comments on “Hubungan antara Akal, Ruh, Jiwa, Pikiran dan Fitrah

  1. sebelumnya terima ksih banyak atas pemaparannya dan saya akan tambah berterima kasih bila artikel dan blog ini bsa mengkaji tentang paradigma paradigma yang kontemporer dan sulit untuk difahami oleh khalayak umum…. izin copy ngge! hehe

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s