Dialog Muslim-Kristian: 38 Titah dan 10 Perintah [20]

ten-commandements.jpg

Cendekia Kristen: Baik agama Kristen dan Yahudi mendakwahkan Sepuluh Perintah yang diwahyukan kepada Musa dan hal ini tercatat dalam Perjanjian Lama. Apakah Islam juga memiliki perintah-perintah dan apakah perintah-perintah tersebut sama atau serupa?

Ruhani Muslim: Sepuluh Perintah hanyalah bagian kecil dari perintah-titah al-Qur’an.

Islam menitahkan para pengikutnya untuk menjauhi banyak hal. Beberapa dari perintah tersebut adalah haram lantaran bertentangan dengan doktrin-doktrin yang harus diyakini oleh seorang Muslim. Beberapa dari perintah tersebut dilarang (haram) lantaran bersifat tidak bermoral atau tidak etis atau tidak sehat atau hal tersebut melambangkan pembangkangan terhadap tugas-tugas ritual. Larangan-larangan ini dipandang dalam Islam sebagai perintah-perintah, melanggar larangan ini bermakna perbuatan dosa. Seorang Muslim dilarang untuk:

1.    Menisbatkan seorang sekutu atau mitra bagi Tuhan:

“Janganlah kamu adakan Tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).” (Qs. Al-Isra [17]:22)

2.    Mengingkari diturunkannya wahyu Ilahi kepada para nabi-Nya.

3.    Mengingkari setiap nabi yang diperkenalkan al-Qur’an, seperti Yesus, Musa, Ibrahim, Nuh. Pengingkaran terhadap wahyu atau setiap nabi yang diperkenalkan oleh al-Qur’an bermakna pengingkaran terhadap Islam.

4. Merasa aman dari azab Allah:

“Apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (Qs. Al-A’raf [7]:99)

5.   Berputus asa dari rahmat Allah:

“Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (Qs. Yusuf [12]:87)

6.  Bersumpah palsu atas nama Allah:

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras, Sesungguhnya Amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs. Al-Mujadilah [58]:14-15)

7. Memutuskan perjanjian dengan sengaja :

“Dan tepatilah Perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (Qs. An-Nahl [16]:91)

8. Membunuh manusia dengan sengaja:

“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. dan Barangsiapa dibunuh secara zalim, Maka Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. (Qs. Al-Israa [17]:33)

Nabi bersabda: “Jiwa dan hartamu adalah suci dan tak terlanggar di antara kalian, hingga kalian berdiri di hadapan Tuhan kalian.”

9. Berkhianat kepada bangsanya sendiri.

10. Membantu mengalahkan bangsanya secara militir dengan membelakangi (mundur) ketika bangsa membela diri dalam menghadapi agresi musuh:

“Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (bersiasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, Maka Sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. dan Amat buruklah tempat kembalinya.” (Qs. An-Nahl [8]:16)

11. Mencuri.

12. Berlaku curang dalam mengukur atau menimbang atau menjual atau membeli:

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka kurangi.” (Qs. Al-Muthaffifin [83]:1-3)

13. Menggunakan harta anak yatim bukan untuk kepentingan anak yatim tersebut.

 “Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; Sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.” (Qs. Al-Israa [17]:34)

14. Menghina kedua orang tuanya sendiri:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (Qs. Al-Israa [17]:23-24)

15. Berzina:

Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Qs. Al-Israa [17]:32)

16. Menyebarkan skandal, khususnya wanita:

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang Amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” (Qs. An-Nur [24]19)

“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la’nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar. Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Di hari itu, Allah akan memberi mereka Balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang benar, lagi yang menjelaskan (segala sesutatu menurut hakikat yang sebenarnya).” (Qs. An-Nur [24]:23-25)

17. Memata-matai orang lain bukan untuk keperluan melindungi bangsa atau diri sendiri.

18. Menggunjing orang lain, menceritakan kepada orang yang tidak mengetahui beberapa hal yang memalukan.

“Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.  (Qs. Al-Hujurat [49]:12)

19. Berjudi

20. Meminum minuman keras:

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya, biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. barang siapa yang melanggar batas sesudah itu, Maka baginya azab yang pedih.” (Qs. Al-Maidah [5]:93-94)

21. Memakan babi atau setiap produk yang mengandung babi.

22. Memakan atau meminum darah (Hal ini tidak termasuk transfusi darah untuk kebutuhan)

23. Memakan daging seekor hewan yang mati dengan sendirinya (tanpa disembelih) atau daging hewan yang tidak disebut nama Allah tatkala disembelih:

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. (Qs. Al-Baqarah [2]:173)

24. Berdusta dengan sengaja atau bersaksi palsu atau mendustakan firman Allah Swt dengan sengaja:

“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka Itulah orang-orang pendusta.” (Qs. An-Nahl [16]:105)

25. Menyembunyikan persaksian ketika diminta untuk bersaksi dalam sebuah sidang pengadilan:

Dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. dan Barangsiapa yang menyembunyikannya, Maka Sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al-Baqarah [2]:283)

26. Dengan sengaja menumpuk dan menimbun barang-barang yang dibutuhkan masyarakat.

27. Menyebarkan kebencian dengan menyampaikan kata-kata cela dan keji kepada seseorang:

“Dan janganlah kamu ikuti Setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah. Yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa. Yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya.” (Qs. Al-Qalam [68]:10-13)

28. Melanggar wasiat orang yang meninggal:

“Maka Barangsiapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, Maka Sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah [2]:181)

29. Menindas manusia.

30. Membantu penindasan:

“Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidil Haram (pada peristiwa Hudaibiyah), mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Qs. Al-Maidah [5]:2)

31. Bersikap angkuh dan pongah, memandang rendah orang-orang:

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Qs. Luqman [31]:18)

32. Iri dan dengki, menghendaki kecelakaan seseorang:

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” (Qs. Al-Falaq [113]:1-5)

33. Memutuskan kekerabatan dan tali silaturahmi tanpa alasan yang benar:

“Maka Apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?” (Qs. Muhammad [47]:22)

34. Melalaikan shalat lima waktu.

35. Berbuka puasa pada siang hari di bulan Ramadhan tanpa alasan yang sah.

36. Menahan zakat yang menjadi saham orang-orang miskin.

37. Mengabaikan kewajiban berziarah ke Mekkah yang harus dilakukan sekali dalam seumur hidup bagi setiap orang yang mampu secara fisik dan finansial.

38. Mengabaikan tugas amar makruf dan nahi mungkar.

Lima yang terakhir dipandang sebagai dosa-dosa besar, lantaran shalat, puasa, membayar zakat, haji dan beramar makruf dan nahi mungkar merupakan kewajiban Qur’ani.[www.wisdoms4all.com]

 

Iklan

6 comments on “Dialog Muslim-Kristian: 38 Titah dan 10 Perintah [20]

  1. Salam

    Mohon maaf…. Saya kurang banyak membaca… Saya mau menanyakan apa saja isi 10 perintah tsb ?
    Trims Yaa….

    Wassalam

    Isyraq:

    Salam…Terima kasih kepada Mas Boy..
    Ihwal 10 perintah sebagaimana di bawah ini..meski terdapat perbedaan antara Yahudi, Ortodoks, Roman Katolik, Lutheran, Anglikan, Protestan tentang poin 1 hingga 3.. Tapi intinya sepuluh perintah:

    1. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku (Keluaran 20:3)
    2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintahKu. (Keluaran 20:4-6)
    3. Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut namaNya dengan sembarangan (Keluaran 20:7)
    4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Keluaran 20:8-11)
    5. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tahan yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu (Keluaran 20:12)
    6. Jangan membunuh (Keluaran 20:13)
    7. Jangan berzinah (Keluaran 20:14)
    8. Jangan mencuri (Keluaran 20:15)
    9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu (Keluaran 20:16)
    10. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini istrinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu (Keluaran 20:17)

    Semoga bermanfaat… 😆

  2. Hubungan anak-bapak dari aspek kemakhlukan merupakan pola reproduksi hewani, itulah tuhan sangat marah disejajarkan dengan hewan, robb dalam surat annas merujuk kebapakaan mengarah kepada pengetahuan dalam makna sebagai guru pendidik. Sepercik keringat cahaya menempati adonan tanah, seperti jejak malaikat/jejak rosul dalam surat al-anbiya yang telah ditemukan musa samiri sang pembelot musa tauhidi, sehingga bekasnya diadon pada lempung bercampur emas merak dari orang yang terprovokasi samiri menjadi yakin karena suara yang muncul dari patung sapi yang berisi keringat malaikat, ketahui keringat pertama Tuhan adalah NUN/ARKETIF Platonian, KAYFA Anwar/KUN Aristotelian, Keringat dari Nun adalah Pena/malaikat juga. Keringat Pena adalah Al-Quran/Malaikat Papan Terjaga/LauhulMahfudz, Keringat LOh/papan ini adalah Malaikat Trompet Israfael/Pada Awalnya adalah Firman/Kata/Nada?KAlimat Besar. Keringat dari Kalimat Besar adalah Michael Prajurit Tampan untuk Langit/Bumi/surga/neraka. Keringat MIkail ini adalah Dewa Ilmu Gabriel/Jibril yang sayap kirinya adalah kalimat rendah/kalimat kecil macam material, neraka roh manusia-syetan-jin, roh tumbuhan, hewan. Dari sayap kanannya ada keringat kalimat-kalimat menegah seperti para malaikat petugas/nabi/rosul/ulama ikhlas solah-soleh. Eveolusi terinteral menuju Kalimat Maha Agung Itu terlalu jauh untuk anak-anak dan perempuan, Itulah sebabnya Allah dihina dengan kata-kata malaikat adalah anak perempuan jamam Muhamad/ Uzair -Yesus anak laku-laki Nya/ Jangan Katakan ‘anak Allah’ KATAKAN KITA INI MURIDNYA SAJA YANG SANGAT GOBLOG.NUN ITULAH GURU BESAAR, MASIH KERINGAT DIA yang Tak Terjangkau Kesuciannya.Itulah SITI Maryam/Santa MAria YANG TErperangakap WUJUD REKA PRASANGKA LAHIR WANITA OLEH ASUMSI YANG KELIRU/ DIBALIKNYA DALAH SANGAT LAKI_LAKI KARENA TEMA SENTRAL QURAN YANG DHOMIR-DHOMIRNYA MENGUNGGULKAN GENDER LAKI_LAKI BATIN YANG JENIUS, DAN MENGHINAKAN WUJUD KASAR YANG TERNYATA SANGAT PEREMPUAN_NAFSIAH-AMARAH/NON INTELEKTUAL?NERAKA/HEWANIAH.

  3. maaf pak ahmad sujadi..
    saya tidak mengerti sama sekali tentang komentar taupun artikel yang bapak muat dalam situs dialog ini. kalau boleh tolong dijerlaskan dengan lebih rinci dengan bahasa yang mudah untuk dimengerti oleh orang lain…

    thank you

  4. Setuju dengan Melky
    Saya juga tidak mengerti dengan komentar Bp. Ahmad Sujadi, terutama yang berhuruf kapital….????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s