Keteraturan di Seantero Semesta

keteraturan.jpg

D        Hari ini, saya ingin berbicara tentang argumen atau bukti lain yang menegaskan keberadaan Tuhan. Argumen yang saya maksud ini adalah argumen keteraturan karena kita cukup banyak membahas penalaran batin.

S        Saya sangat menyukai subyek ini, karena nampaknya saya hidup dengan konsep tauhid setiap menit dalam hidupku. Tatkala saya bangun atau beranjak tidur, saya senantiasa berpikir tentang Tuhan dan saya rasa telah memasuki sebuah tahapan baru dalam mengenal Tuhan. Saya sangat menikmati dapat berdekatan dengan Tuhan dan bahkan merasa sangat rendah ketika saya renungkan dalam-dalam. Saya juga merasakan hubungan akrab dengan-Nya tatkala membaca ayat-ayat-Nya. Saya merasakan perhatian dan perlindungan-Nya dalam proses hijrahku dari keyakinan tradisional ke keyakinan yang sebenarnya. Kini saya menghargai diriku sebagai seorang makhluk yang bertuhan yang bertaut dengan sumber keberadaan dan penciptaan. Saya melihat dunia sangat kecil dan tiada berarti dibandingkan dengan kebesaran dan keagungan Penciptanya. Saya hanya ingin mempercepat daur hidupku dan mencapai masa dimana saya berdiri di hadapan Tuhan. Doa-doaku menjadi bermakna; bertekuk-lutut’ku menjadi bertujuan dan sujudku di hadapan Tuhan menjadi sangat penting. Dad! Beritahukan kepadaku ihwal argumen keteraturan sehingga saya lebih menambah pengetahuanku tentang Tuhan.

D        Baiklah, son. Pertama-tama, ceritakan bagaimana engkau belajar ilmu Fisika, Kimia, Botani dan Zoologi?

S        Well, ada pelajaran teoritis di kelas dan pelajaran praktis di laboratorium dimana kita mengamati penerapan-penerapan atau melakukan eksperimen berdasarkan dari apa yang kami pelajari di kelas.

D        Jalannya sama dengan argumen keteraturan. Kita akan mempelajari keduanya, pelajaran teori dan pelajaran praktis.

S        Dimana kita akan melaksanakan pelajaran praktis? Yang saya maksud di laboratorium mana?

D        Nanti engkau akan mengetahui laboratoriumnya dimana.        
Sekarang, mari kita mulai pelajaran teoritis ktia tentang tauhid dan judulnya adalah “Argumen Keteraturan.” Berikan kepadaku salah satu buku tentang tauhid yang engkau pelajari di sekolah.

S        Buku tentang tauhid? Tapi Dad! Kami tidak memiliki buku semacam itu di sekolah.

D        Ajib. Kau tidak belajar tentang tauhid di sekolah?

S        Oh.. saya tahu sekarang. Yang Anda maksud adalah buku pelajaran agama?

D        Bukan, bukan itu yang saya maksud lantaran kebanyakan buku-buku pelajaran agama tidak mengajarkan tauhid sebagaimana seharusnya. Buku-buku tentang tauhid yang saya maksud adalah buku-buku: Fisika, Kimia, Botani, Zoologi, Geograpi dan sebagainya.

S        Apa yang ingin Anda katakan Dad? Bagaimana buku Fisika dan buku-buku sains lainnya dapat disebut sebagai buku-buku tauhid?

D        Saya akan katakan kepadamu mengapa buku-buku sains merupakan buku-buku tauhid. Tapi pertama-tama apa ilmu Fisika itu? Atau apa yang dimaksud dengan ilmu Fisika?

S        Well, ia merupakan sebuah sains yang mempelajari tentang hokum-hukum yang mengendalikan materi baik secara kualitas atau pun kuantitas.

D        Excellent, bagaimana dengan Kimia?

S        Ilmu Kimia adalah ilmu yang mempelajari ihwal struktur dan komposisi zat-zat demikian juga transformasi dan interaksinya menjadi sebuah persenyawaan baru. Juga bertalian dengan pembusukan dimana persenyawaan kimiawi terbagi menjadi elemen-elemen atau persenyawaan-persenyawaan kecil.

D        Bagaimana seluruh pertalian ini terjadi? Apakah interaksi ini terjadi secara acak atau mengikut hukum-hukum yang mengatur proses interaksi ini?

S        Well, tentu saja interaksi ini mengikut kepada aturan dan hukum.

D        Nah, bagaimana dengan Botani dan Zoologi?

S        Saya pikir saya telah memahami maksud Anda, Dad. Keduanya mengkaji tentang aturan-aturan yang mengelolah  kehidupan flora dan kehidupan fauna.

D        Apakah hal ini dapat diterapkan pada disiplin ilmu lainnya?

S        Iya, tentu saja. Keduanya mengikut kepada aturan dan hukum.

D        Oleh karena itu, seluruh semesta diatur oleh aturan dan hukum, dan sains berupaya untuk menemukan hukum-hukum ini.

S   Iya. Demikian adanya.

D        Kini katakan kepadaku apakah hukum gravitasi berfungsi secara periodikal atau berlangsung konstan dan dapat diterapkan kapan dan dimana saja?

S   Hukum gravitasi selalu berguna setiap saat; ia merupakan sebuah hukum. Jika ia bekerja sewaktu-waktu dan tidak dapat digunakan pada waktu lain, ia tidak dapat disebut sebagai sebuah hukum.

D        Bagaimana dengan hukum-hukum lainnya dari ilmu Fisika, Kimia dan disiplin ilmu lainnya?

S        Sama saja, hukum-hukumnya bersifat tetap; tidak pernah berubah.

D        Bagaimana dengan Psikologi, Anatomi, Biologi, Astronomi dan ilmu Agrikultur?

S        Semuanya sama. Seluruh semesta dikendalikan oleh aturan-aturan.

D        Katakan kepadaku apakah bagian-bagian tertentu dari semesta ini dapat lari dari aturan ini atau bagian-bagian tersebut terpaksa mengikuti aturan-aturan tersebut secara akurat?

S        Seluruhnya terpaksa mengikuti aturan tersebut secara akurat.

D        Jadi seluruh subyek yang engkau pelajari di sekolah menuntun kita kepada kenyataan berikut ini:           
Semesta ini diatur oleh aturan-aturan spesifik yang mengelolah hubungan-hubungan dan interaksinya. Dan dalam hal ini tiada kontradiksi yang terjadi di antara aturan-aturan tersebut.

S        Benar.

D        Kini kita ajukan dua pertanyaan:       
Pertama: Apakah ada aturan tanpa pembuat aturan, kode tanpa kodifier, sebuah organisasi tanpa seorang organizer, sebuah perencanaan tanpa perencana, dan sebuah keputusan tanpa seorang decision maker?
Kedua: Apa karakteristik sosok yang meletakkan aturan-aturan tersebut untuk seluruh semesta ini?

 S   Anda luar biasa Dad! Hal tersebut merupakan pemahaman ringkas dan benar dari seluruh jenis ilmu pengetahuan. Seluruh ilmu dan sains menuntun manusia kepada Tuhan. Benar-benar luar biasa. Kami sedang belajar bagaimana mengenal Tuhan dalam seluruh subyek tanpa benar-benar menyadarinya. Alangkah kurang perhatiannya kami! Seolah-olah kami tidur pulas tanpa sadar! Anda telah membuka mataku.

D        Atas alasan itulah Tuhan berfirman: “Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah, di antara para hamba-Nya, adalah orang-orang berilmu.”

S        Jadi seluruh disiplin ilmu yang kami pelajari dipandang sebagai pasal dan bagian dari pembahasan tauhid…

D        Dan seluruh hal ini menuntun kepada Tuhan jika kesemua masalah tersebut disampaikan secara proporsional dan jika istilah-istilah yang menyesatkan digantikan dengan istilah yang benar. Namun sayang sekali, para pengarang buku yang digunakan di sekolah-sekolah kebanyakan mengikuti ideologi Barat yang membicarakan tentang aturan tabiat padahal sebenarnya “aturan Ilahi.”

S        You’re right Dad. Meski pada kenyataannya bahwa seluruh pengarang buku-buku  yang kami pelajari meyakini Tuhan dan hari Kiamat, saya tidak melihat walau satu kata yang menunjukkan kata “Tuhan
dalam buku-buku tersebut.

D        Demikianlah pendidikan dan kebijakan Barat, yang memisahkan kehidupan dari agama. Hal tersebut dimaksudkan untuk membekukan agama pada peti es buku-buku tua dan membatasi program ajaran agama di mesjid-mesjid saja. Dan juga bermaksud untuk membatasi shalat hanya pada tempat shalat saja dan agama  yang dikenal hanya diperkenalkan pada acara-acara pernikahan, perceraian dan kematian saja.
Mati kita kembali kepada dua pertanyaan penting:      
Yang pertama: Apakah ada aturan tanpa pembuat aturan, kode tanpa kodifier, sebuah organisasi tanpa seorang organizer,?     
Dan pertanyaan kedua sedikit lebih dimodifikasi: Apakah dunia yang  teratur ini, yang berdasar kepada aturan-aturan yang tak terbatas, membuktikan bahwa Pencipta semesta ini memiliki pengetahuan dan kekuasaan mutlak? Atau dia adalah sosok yang lemah dan jahil?
Kita juga dapat bertanya apakah Pengatur semesta ini merupakan makhluk yang hidup di semesta ini atau tidak. Dengan kata lain, apakah Pencipta ruang dan waktu berada di luar altar ruang dan waktu atau dia hidup pada dunia fisik tempat yang kita huni dan hidup.

S  Nampaknya saya telah mulai memahami apa yang dimaksud dengan tauhid dan apakah keyakinan kepada Tuhan itu…luar biasa! Gagasan ini merupakan gagasan yang sangat rasional dan sederhana. Gagasan yang menuai kedamaian pada pikiran dan jiwa. Tuhan Mahabesar! Mahasuci Tuhan! Thanks God  karena telah membimbingku untuk mengetahui yang lebih baik. You’re right Dad! Semesta ini diatur oleh aturan dan hukum yang merefleksikan sebuah system yang maha akurat dan tepat dan bermakna bahwa semesta ini dikendalikan oleh Sosok yang menciptakan sistem tersebut. Tuhan menciptakan system tersebut dengan segala komponen dan telah mengendalikan fungsi dan kegunaannya. Dia adalah Mahakuasa, Mahamengetahui dan Mahabesar; tiada tuhan selain Allah. Segala puji bagi Tuhan semesta alam!

D      Seluruh kaum yang congkak tunduk kepada-Nya, para raja takluk di hadapan-Nya, dan mereka seluruhnya tunduk kepada-Nya dan mengikut kepada aturan-aturan-Nya.

S      Apa nilainya raja-raja yang mengatur bagian sebagian kecil dari planet yang kuculuk ini? Pengaturan raja-raja tersebut adalah ibarat setitik nuktah dibandingkan dengan dunia yang tak-terbatas? Apa nilai raja-raja tersebut dibandingkan dengan Raja segala raja?

D        “Penuh berkah nan abadi Allah yang di tangan-Nya segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup supaya Dia mengujimu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Lihatlah sekali lagi, apakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (Qs. Al-Mulk [67]-1-4)

S        Segala puji bagi Tuhan… dan syukur kepada Tuhan semesta alam…Syukur kepadaMu karena telah membimbingku untuk mengetahui yang lebih baik. Syukur kepada Tuhan. Dad! Saya sangat merasa bahagia…kebahagiaan yang sangat luar biasa. Saya rasakan dalam jiwaku penuh dengan cinta kepada Tuhan. Saya berharap dapat terbang ke Kerajaan yang tertinggi.

D         Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan petunjuk kepadanya, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit.” (Qs. Shaf [6]:125)

S        Syukur kepada-Mu Ya Tuhan telah membimbing kami, dan Syukur kepada Tuhan atas segala yang dianugerahkan kepada kita.     
Dad! Tolong lanjutkan obrolan ihwal argumen keteraturan yang menuntun untuk mengenal Tuhan.

D        Saya telah memberikan kepadamu kunci dan kini giliranmu untuk menggunakannya. Seluruh bagian dari semesta dan seluruh aspek kehidupan diatur dengan tepat dan akurat. Tiada ruang atau waktu yang tidak mengikuti aturan-aturan ini dan setiap system atau proses tersebut mengingatkan kita kepada Tuhan, Keagungan-Nya, Pengetahuan-Nya yang mutlak, dan Kekuasaannya yang tak-terbatas. Inilah kuncinya. Jadi dimana pun engkau arahkan pandanganmu, engkau akan temukan tanda sempurna dari keberadaan Tuhan. Jika engkau memandang kepada dirimu atau ke langit-langit, engkau akan jumpai ayat-ayat Tuhan yang menyebar di seluruh penjuru tabiat. Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru dunia dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhan-mu tidak cukup (bagimu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?”  (Qs. Fushshilat [41]:53)

S        Dad! You’re right. Anda telah membekaliku dengan sebuah konsep yang sangat berarti. Saya akan terus memikirkan konsep iman yang baru ini. Konsep keteraturan dalam segala hal dan bukti-bukti yang berhubungan yang menegaskan keharusan sosok Pencipta yang Bijaksana.

D        Well, dengan jalan ini kita akhiri pelajaran teoritis kita di bawah judul “argumen keteraturan.”

S        Sorry Dad! Tapi pelajaran teoritisku baru saja mulai dan kelihatannya tidak akan berakhir. Saya akan tetap belajar pelajaran-pelajaran tauhid dalam segala hal. Saya akan menata pandanganku yang menuntunku kepada ketaraturan semesta, sepanjang hayatku. Jadi pelajaran ini baru saja mulai dan tidak akan berakhir.

D        Well-done son! God bless you dan semoga Tuhan memandumu untuk menjadi orang-orang shiddiqien (orang-orang benar). Anakku..sekarang pergilah tidur.

S        What, Dad? Tidur! Anda telah membukakan pintu-pintu langit bagiku, bagaimana aku dapat tidur? Saya akan tetap bersama Sang Kinasih; Saya akan bercengkerama dengan-Nya semalam suntuk hingga fajar supaya saya tidak kehilangan shalat Subuh. Saya akan tetap bersama-Nya sepanjang malam, Sosok yang sangat peduli kepadaku, sementara aku acuh kepada-Nya. [www.wisdoms4all.com]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s