Menebar Ideologi Benar, Menuai Kedamaian

Pertanyaan-pertanyaan yang selalu mengganggu manusia dalam hidupnya adalah dari mana ia, kemana ia, hendak kemana ia, dan apa tujuan dari keberadaannya ini?

Pertanyaan-pertanyaan yang senantiasa dilontarkan manusia kepada dirinya ini memerlukan jawaban yang komprehensip dan memuaskan, supaya ia, berdasarkan jawaban tersebut, dapat mengambil sikap yang bijak dalam kehidupannya. Meluruskan prilakunya dan menegaskan undang-undang ideal yang menjadi acuan dan pedoman dalam kehidupan individual serta kehidupan bermasyarakatnya.

Dengan asumsi-asumsi hampa, kosong, absurd dan tidak memuasakan dahaga manusia akan hakikat dan realitas hidup, ideologi-ideologi hasil rekasaya manusia  mengalami  kegagalan fatal dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sebab  Jawaban-jawaban yang dilontarkan oleh ideologi-ideologi tersebut, semuanya adalah jawaban kamuflase dan sangat materialistik seperti; manusia ada dengan sendirinya, manusia ada akibat perkembangan materi dan lain sebagainya.

Dan kegagalan ideologi-ideologi itu tidak sampai disini saja, bahkan juga gagal dalam menciptakan formulasi-formulasi undang-undang kemasyarakatan yang dapat membimbing manusia dan merealisasikan kebahagiaannya.

Pada saat yang sama, ideologi dan kepercayaan-kepercayaan agama yang non-orisinil, memberi jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan di atas dengan jawaban-jawaban yang palsu dan membingungkan, dengan asumsi bahwa manusia memiliki pencipta, akan tetapi pencipta yang serupa dengan makhluknya. Tentu banyak manusia yang lari dan meninggalkan ideologi atau agama yang memberi jawaban dalam bentuk dan model seperi itu, sebab jawaban ini tidak menghilangkan dahaga fitrah manusia akan kebenaran dan tidak juga memuaskan akal pencarian manusia.

Agama dan ideologi Islam, sebagai salah satu ideologi yang eksis di tengah-tengah ideologi-ideologi palsu dan menyesatkan, telah menawarkan jawaban akurat serta memuaskan terhadap pertanyaan-pertanyaan hakiki manusia. Ideologi Islam mengakui bahwa manusia memiliki pencipta yang sangat bijaksana lagi kuasa, yang tidak dapat di jangkau dengan indra dan tidak bisa disamakan dengan manusia (menegasikan antrophormisme). Ideologi Islam menegaskan bahwa manusia diciptakan untuk sebauh tujuan yang tinggi, yaitu menyembah Allah, dan sebagai natijahnya, manusia dapat mencapai tingkat kesempurnaan dan keabadian yang tertinggi.

Di samping itu, ideologi ini juga mewujudkan naluri ideal dalam diri manusia, dimana Tuhan menganjurkan agar naluri tersebut selalu dikembangkan demi terwujudnya kesempurnaan bagi manusia dibidang pemikiran, spiritual, politik, sosial dan masyarakat. Demikian juga ideologi ini memotivasi teraktualnya kepribadian ideologis yang bergerak sesuai dengan akal dan berperilaku lurus serta siap mengemban misi perjuangan, serta menetang setiap faktor yang menjadikan manusia berkepribadian vakum, reaksioner, egoisme dan mementingkan kemashalatan diri sendiri.

Di dalam ideologi Islam terkandung suatu energi yang luar biasa yang dapat menggerakkan hati manusia serta  mempengaruhi jiwa dan anggota badan secara positif dan progresif. Dengan ini, orang yang memiliki ideologi Islam akan terdorong untuk berkiprah dimedan jihad, perjuangan, amal saleh, pengabdian terhadap manusia dan bermoral baik terhadap  hewan dan tumbuh-tumbuhan. Atas dasar ini, ideologi Islam  telah menjadi sebuah kekuatan yang aktif dan motor pengerak bagi kaum muslimin dan telah mampu mengubah perjalanan sejarah, merombak kebudayaan-kebudayaan besar, dan meletuskan revolusi-revolusi agung bagi umat manusia dunia.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, dalam sejarah awal ideologi ini telah membawa kelompok minoritas muslim Makkah mampu bertahan selama tiga belas tahun menghadapi kezaliman yang menimpa mereka bagai topan dahsyat.

Muslimin kala itu memiliki sarana kemenangan yang paling kuat, yaitu ideologi Islam yang telah mampu menciptakan hal-hal yang luar biasa bagi mereka. Ideologi ini telah memberanikan Hamzah untuk memimpin sâriyah pertama yang hanya berkekuatan tiga puluh pasukan berkuda di pinggiran laut Merah.

Peperangan-peperangan kaum muslimin dikala dipimpin tokoh-tokoh idiolog mereka selalu menghasilkan kemenangan gemilang, kendatipun kekuatan kaum muslimin secara materi tidak setara dengan kekuatan musuh. Akan tetapi, kemenangan yang mereka peroleh itu bersumber dari kekuatan spiritual yang terpancar dari ideologi kokoh dan sempurna. Oleh karena itu, dari dimensi sarana dan prasana materi, semua itu  hanyalah dipandang pelengkap bagi kemenangan-kemenangan tersebut.

Dengan demikian, ideologi dan akidah benar merupakan kekuatan fundamental dalam setiap peperangan Islam serta faktor penunjang utama terwujudnya kemenangan disegala bidang.

Untuk konteks sekarang ini,  supaya kita mampu mewujudkan sebuah kebangkitan peradaban didalam diri setiap individu muslim, kita harus mengobservasi kembali persembahan-persembahan yang telah dianugerahkan oleh ideologi ini kepada masyarakat muslim dan kepada umat manusia masa dahulu.

Adalah benar, bahwa seorang muslim hakiki tidak mungkin dilucuti ideologinya dari sanubarinya. Akan tetapi, dengan perang pemikiran dan ideologis yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam di abad post modernisme ini, dan mereka semua bersatu menyerang ideologi tersebut, baik dalam bentuk upaya ekstrim mereka mendestruksi dan mendekadensikan moralitas pemuda-pemuda Islam maupun dalam bentuk tekanan politik dan ekonomi bagi kaum muslimin secara keseluruhan, dan dikarenakan ketakutan serta kekhawatiran akan kebangkitan kembali ideologi Islam, mereka juga melakukan upaya manipulasi terhadap ajaran ideologi ini dengan memaksakan kehendak mereka menghilangkan kata jihad dari kamus hidup dan dada setiap individu kaum muslimin. Oleh karena itu, mari kita songsong peperangan yang dilancarkan lawan, jangan kita lengah hingga menjadikan ideologi ini kehilangan fungsi, kehilangan rasa solidaritas, dan kehilangan semangat juang.

Pada hakikatnya Islam sendiri itu adalah kedamaian, cinta kedamaian dan penebar kedamaian. Sebagaimana hakikat Nabi agung Islam adalah rahmat bagi alam dan penebar kedamaian di alam semesta ini (wa maa arsalnaaka illaa rahmatan lil-‘alamin) .

Oleh karena itu, dalam kondisi dimana manusia zaman modern dan post medernisme ini sedang melewati momen-momen yang sangat mencemaskan di bawah ideologi-ideologi materialistik yang menyesatkan, ideologi Islam merupakan satu-satunya jalan penyelamat hakiki bagi umat manusia. Sebab hanya ideologi Ilahiah ini yang telah bertahan hidup melewati perubahan-perubahan jaman dengan kemurnian dan kekukuhan ajarannya.[www.wisdoms4all.com]

Iklan

One comment on “Menebar Ideologi Benar, Menuai Kedamaian

  1. Ideologi adalah seperangkat konsepsi yang diyakini kebenaran substansinya sehingga berpeluang untuk diimplementasikan oleh masyarakat.
    Nilai-nilai Islam adalah seperangkat konsepsi yang diyakini kebenaran substansinya (karena bersumber dari Allah SWT), sehingga bukan hanya berpeluang, namun memang diperuntukkan agar diimplementasikan oleh masyarakat, demi kepentingan masyarakat (manusia).
    Oleh karena itu, nilai-nilai Islam adalah ideologi absolut.
    Untuk share silahkan klik http://sosiologidakwah.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s