Pada Segala Sesuatu terdapat Tujuan [13]

imagescaha4gurPada bagian “Kemustahilan Tasalsul” sang ayah membeberkan pengalamannya bagaimana ia menggugurkan dan mematahkan klaim bahwa segala sesuatu yang tidak terlihat adalah tidak ada dan bahwa segala yang terlihat ini patut disangsikan. Dengan pendekatan sederhana, sesuai dengan tuntutan situasi, ia dapat menjungkalkan pandangan materialis dan skeptis ini. Kali ini, sang ayah melanjutkan program pencerahannya kepada sang anak berupa pelajaran “argumen kebertujuan” yang menegaskan bahwa pada segala sesuatu terdapat tujuan dan perbedaannya dengan argumen keteraturan. Bagaimana kelanjutannya, kami persilahkan Anda mengikut obrolan mencerahkan berikut ini…  

D   Apakah engkau ada pertanyaan malam ini?

S   Tidak, namun saya tadi memikirkan tentang obrolan kita yang kemarin. Saya meninjau ulang pelajaran-pelajaran sebelumnya untuk memahaminya lebih baik namun saya melihat Anda membawa beberapa lembaran kopian.

D   Oh. Lembaran ini merupakan kopian dari buku: “The Faith Story”, karya Sheikh Nadim Al-Jesr. Saya menemukannya di salah satu perpustakaan umum. Saya mengopi lembaran-lembaran ini, yang di dalamnya penulis berusaha meringkas teori kaum materialis secara objektif dan mendiskusikannya secara rasional. Saya kira engkau dapat membaca dan memahaminya. Sekiranya engkau memiliki pertanyaan, saya bersedia membantumu.

S   Tolong berikan kepadaku Dad!
“Tema utamanya berkisar tentang asal-usul penciptaan telah disaring menjadi dua prinsip: materi dan energinya, atau geraknya. Keduanya adalah berusia tua dan bertalian satu dengan yang lain karena keazalian (eternitas). Gerakan terdorong sendiri (self-propelled) ini merupakan penyebab munculnya segala bentuk organik dan benda-benda non-organik. Mereka dicipta melalui sebuah proses sebab dan akibat dari kedua faktor: materi dan gerak. Kedua faktor tersebut tidak memiliki kehendak dan tujuan untuk mencipta segala yang ada di muka bumi ini. Tahu tidak! bahwa hal tersebut telah dibuktikan oleh temuan-temuan geologis bahwa tumbuh-tumbuhan dan binatang dicipta setelah beberapa lama tatkala mereka tiada dan diketahui setelah meneliti lapisan-lapisan bumi. Anda temukan bahwa lapisan terakhir adalah kosong dan hampa dari segala jenis tanda kehidupan. Kemudian, melalui reaksi elemen-elemen dan gerak, beberapa persenyawaan terbentuk. Persenyawaan tersebut bercampur dalam sebuah proporsi spesifik, yang membentuk subjek-subjek hidup. Bentukan pertama materi hidup tersebut disebut sebagai protein. Penciptaan makhluk hidup merupakan sebuah hasil dari kemunculan materi-materi hidup tersebut menjadi satu makhluk hidup yang memiliki kemampuan untuk membagi, mereproduksi, dan berasimilasi. Materi yang sedemikian disebut protoplasma. Kemudian, melalui proses tumbuhan dan binatang sederhana terbentuk. Lalu, makhluk hidup tersebut berkembang mereproduksi, menyebar dan membuat variasi berdasarkan empat hukum yang mengatur tabiat yang disebutkan dalam teori evolusi, seleksi alam. Dengan demikian, seluruh makhluk hidup bersumber dan berkembang melalui proses ini lebih dari jutaan tahun lamanya. Kemudian, apa yang kita lihat sebagai binatang dan tumbuhan merupakan hasil dari reaksi-reaksi semacam itu. Manusia juga merupakan salah satu hewan, merupakan produk dari perkembangan proses evolusi ini. Manusia mirip dengan hewan yang lain dalam segala hal kecuali ketinggian derajat evolusi mereka dan level perkembangan mentalnya.”

D   Setelah penulis merampungkan penyaringannya dari teori materialis, ia mulai melancarkan argumen rasionalnya:

“Setelah melalui sebuah investigasi yang jujur, saya menemukan bahwa batu pertama dari teori ini adalah keyakinan Anda terhadap keabadian materi. Dengan demikian, jika Anda meyakini bahwa materi itu abadi, Anda tidak akan meyakini Tuhan yang menciptakannya dan Anda tidak akan menimbang tipe-tipe beragam dari materi, lalu geraka yang diperlukan untuk menyempurnakan fenomena tersebut.  Kalau tidak, penciptaan beragam materi akan mendapatkan kesulitan untuk penyempurnaannya. Maka, materi dan gerak merupakan dua factor yang menghasilkan seluruh penciptaan di muka bumi ini. Di sisi lain, jika Anda beranggapan penciptaan materi, maka Anda tidak memiliki pilihan lain kecuali meyakini Tuhan Yang telah menciptakan seluruh materi yang beragam, dan Anda tidak akan melawan arus dengan mengingkari keberadaan Tuhan dan menisbahkan penciptaan pada sebuah kejadian yang berdasarkan pada teori kemungkinan. Teori sedemikian menyatkan bahwa tiada niat, perencanaan atau maksud dari apa yang kita saksikan di dunia ini, benda hidup dan benda mati!

Untuk membantah teori ini, perlu kiranya kita membuktikan bahwa materi tidak bersifat azal (tidak tercipta, eternal) namun ia merupakan sesuatu yang dicipta. Seorang peneliti dari teorimu akan mendapatkan tiga poin utama yang sulit untuk dibuktikan pada saat yang sama. Jika poin pertama atau poin kedua terbukti maka poin ketiga tidak akan terbukti. Poin pertama adalah asumsi-asumsi tentang keazalian materi dan gerakannya yang berasosiasi dengannya. Poin yang lain adalah permulaan makhluk hidup yang ditemukan melalui kegiatan temuan purbakala di muka bumi ini. Makhluk hidup tersebut termasuk seluruh binatang, tumbuh-tumbuhan dan manusia yang dicipta pada akhir proses evolusi dan manusia sebagai produk terakhir dari proses evolusi ini. Poin ketiga adalah bahwa bahwa materi dan gerak berhubungan dan bersifat azali yang telah memproduksi segala sesuatu di dunia ini baik benda hidup atau benda mati. Mortal, gerak dan hasil dari beragam bentuk kehidupan dan entitas-entitas yang tak-mati dihasilkan dengan niat, rencana dan kehendak. Hal ini menandaskan bahwa materi dan gerak tersebut telah mencipta dalam bentuk sebab dan akibat. Poin-poin ini merupakan tiga poin yang dipersembahkan sebagai pilar atas teori ini yang dapat dikritik dari sudut pandang berikut ini:

Jelas bahwa pikiran yang rasional membuat keputusan yang jelas dan terang ihwal proses sebab dan akibat. Jadi, jika sesuatu terjadi, maka niscaya ada yang menjadi sebab keberadaannya. Ada sebuah rentetan proses alam dalam kerangka proses sebab dan akibat yang harus mengikuti sebuah jadwal dan tidak dapat menyimpang dari proses ini. Dan jika sebab adalah azali, akibat juga akan demikian adanya. Sementara diakui bahwa makhluk hidup dan materi-materi tidak bersifat azali. Sebagai hasilnya, tiga pilihan mengemuka. Yang pertama adalah menganggap bahwa seluruh benda-benda yang dicipta adalah azali mengikut pada sebab yang azali. Namun asumsi ini akan berseberangan dan bertentangan dengan temuan-temuan ilmiah dalam bidang arkeologi. Kalau tidak demikian, engkau akan berasumsi bahwa materi dan gerak adalah bijak dan berkehendak. Namun, terang bahwa hal ini tertolak dan ternafikan. Alternative yang lain adalah mengakui bahwa materi dan gerak tidak azali dan dicipta.

S   “Dad! Saya sangat menikmat membaca kutipan dari buku “The Faith Story.”

D   Apakah engkau menemukan kesulitan dalam memahami konsep-konsepnya?

S   Pada mulanya, terdapat beberapa kesulitan, namun setelah melakukan perenungan dan peninjauan ulang, saya benar-benar dapat memahaminya. Kemudian saya mulai meninjau ulang poin-poin utama dari program yang telah kita jalani yang mengingatkan saya pada “Argumen Fitrah”, “Argumen Keteraturan” demikian juga teori-teori ilmiah yang menegaskan penciptaan semesta dan mengingkari keabadiannya. Yang saya pahami alasan-alasan di balik penolakan terhadap gagasan bahwa semesta ini tercipta secara kebetulan dan pengalaman yang Anda siapkan buatku di perpustakaan dan kantor penerbitan Abu Ahmad telah banyak menolongku dalam hal ini, sebagaimana hal itu terjadi juga di rumah, seperti buku-buku alamat itu dan kisah memasak.. Saya juga meninjau ulang gagasan “Kemustahilan Tasalsul” dalam tautannya dengan Sang Pencipta (Khaliq) dan makhluk, dan kemudian saya jumpai bahwa gagasan Tuhan yang azali dan abadi lebih logis dan masuk akal ketimbang gagasan materi yang azali dan abadi… Akhirnya, saya merasa bahwa saya telah memikili dasar iman yang kokoh dan solid yang menunjukkan bahwa Tuhan adalah Sang Pencipta seluruh semesta, dan tiada tuhan selain Dia Yang suci dari segala yang disandarkan kaum musyrik kepada-Nya.

D   Syukur kepada Allah Swt yang telah memandumu kepada sebuah jalan, yang engkau tidak akan temukan tanpa kehendak-Nya.

S   Dad! Ada kasus lain yang Anda sebutkan namun belum dibahas.

D   Masih banyak kasus dan tema yang belum lagi kita diskusikan… Kita hanya membahas beberapa topik-topik simpel yang diperlukan bagi orang-orang seusia denganmu. Namun metode pendidikan favorit yang diikuti oleh orang-orang, khususnya orang-orang yang pintar sepertimu yang banyak membaca, adalah memberikan mereka poin-poin pembimbing dan membiarkan mereka melakukan penelitian sendiri secara bebas. Mereka dapat bersandar pada pikiran mereka dan berhubungan langsung dengan fitrah… Kau lihat bahwa al-Qur’an mengikut jalan yang sama lebih dari sekali tanpa menggunakan instruksi (arahan) dan tuntutan-tuntutan strategis, seperti:        
 “
Berjalanlah di (muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan.” (Qs. Al-Ankabut [20]:29) Dan membiarkan pembaca untuk mengkaji dan meneliti atas apa yang mereka lihat dari pengalaman mereka di dunia dan apa yang mereka simpulkan dimana penciptaan dimulai. Allah Swt berfirman:
 “
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (Qs. Al-Baqarah [2]:190) Mereka yang dikaruniai penalaran yang baik akan mengerti dan memahami tanpa penjelasan namun hanya dengan memberikan mereka rujukan dengan tanda-tanda sederhana. Anda juga dapat menemukan banyak ayat al-Qur’an melebarkan konsep ini: Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan,” (Qs. Al-Ra’ad [13]:3) Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir,” (Qs. Al-Ra’ad [13]:4) Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya,” (Qs. Qaf [50]:37) Sungguh telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan. Adakah orang yang mau ingat?” (Qs. Al-Qamar [54]:18) Ada juga sebuah hadis nabawi yang menunjukkan bagaimana Islam menghormati akal dan pikiran;  “Yang pertama diciptakan Allah Swt adalah akal dan Dia befirman kepada kala: Datanglah maka datanglah akal; kemudian Dia melanjutkan; pergilah maka pergilah akal. Hal ini menandaskan kedudukan dan peran akal dalam mengenal Sang Pencipta.  Akhir hadis tersebut, Allah Swt berfirman: “Dengan keagungan dan kebesaran-Ku, saya tidak menciptakan sesuatu yang lebih dekat kepadaKu (melebihi akal).”

S    Alangkah indahnya hadis nabawi ini. Allah Swt menciptakan akal untuk mentaati Allah Swt secara fitrah dam sesuai dengan kehendak Allah Swt. Allah Swt telah mengangkat sang akal sebagai sentral kecintaan Tuhan kepada para makhluk-Nya…

D   Tentu saja, akal merupakan media untuk beribadah kepada Allah dan kejahilan merupakan alat untuk membangkang titah Tuhan.

Hadis yang menyebutkan: “Tidurnya seorang ulama adalah lebih baik daripada ibadahnya seorang jahil.” Hadis ini sejalan dan selaras dengan makna ayat berikut ini: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.(Qs. Fathir [35]:28)

D   O son! Pengetahuan menuntun manusia kepada iman yang sejati. Namun ibadah tanpa pengetahuan akan mudah dikuasai oleh keraguan yang melintas yang dapat menghancurkan shalat, puasa dan amal shaleh selama puluhan tahun. Hal ini dapat terjadi jika iman tidak didasarkan pada landasan yang sains dan pengetahuan yang kokoh… Lihatlah dirimu dan perhatikan tatkala engkau mendekat kepada Tuhan setelah sekian lama ibadah? Atau setelah beberapa malam meraih ilmu pengetahuan?

S   Jelas, Dad! Pelajaran Anda yang berlangsung beberapa mala mini telah menghijrahkan aku kepada dunia iman. Hal itu tidak dapat dibandingkan dengan ibadahku! Saya telah merasa berserah-diri dalam shalatku dan menikmati waktu-waktu ibadah tersebut. Mengenal Tuhan, merasakan kehadiran dan memperoleh bimbingan-Nya telah memberikan aku perasaan yang syahdu dalam jiwaku sebagaimana ditunjukkan pada ayat: Dan Dia bersamamu di mana saja kamu berada.(Qs. Al-Hadid [57]:4)     
Dad! Metode yang Anda terapkan telah memberikan poin-poin pemandu yang banyak memberikan manfaat kepadaku. Hal itu membuatkan mampu menunaikan risetku dan menolak menerima teori-teori atau gagasan-gagasan tanpa mengkritisinya terlebih dahulu. Dengan cara demikian, saya dapat menemukan solusi-solusi atas beberapa masalah kompleks yang dulunya saya tak menemukan jawabannya. Namun saya memiliki sebuah pertanyaan yang saya tidak dapat menjawabnya dari sumber-sumber tersedia.

D   Soal apa itu?

S   Anda katakan bahwa terdapat banyak argumen untuk membuktikan keberadaan Tuhan, seperti: Argumen Fitrah, Argumen Keteraturan dan “Argumen Kebertujuan”… Namun saya belum memahami betul penjelasan Anda ihwal poin yang terakhir, Argumen Kebertujuan.”

D   Benar! Saya belum sempat membaca poin ini dalam sebuah buku, namun saya mengira bahwa pada tingkatan-tingkatan pendahuluan di Fakultas Kedokteran dan kemudian lebih spesifik tatkala saya belajar spesialisasi. Saat itu, saya temukan apa yang tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya. Penjelasan ringkas tentang Argumen Kebertujuan ini yaitu: “Engkau akan temukan segala sesuatu di dunnia ini memiliki tujuan dan alasan. Engkau tidak akan pernah menemukan sesuatu atau satu elemen yang dicipta tanpa memiliki tujuan. Hal ini menandaskan bahwa terdapat Kekuatan dan Kekuasaan yang Mahabijak di balik penciptaan semesta ini yang meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya dan mengalokasikan setiap elemen pada posisinya yang khusus dan batasan yang ditentukan. Kesemua ini menunjukkan sifat-sifat dan karakter yang dimiliki oleh Kekuasaan tersebut yaitu antara lain:
Pertama: Hikmah. Artinya, tujuan-tujuan dan niat-niat seluruhnya rasional dan bukan sia-sia serta tanpa tujuan.     
Kedua: Pengasih. Artinya, tujuan-tujuan dicanangkan untuk menolong umat manusia dan dipandang sebagai manifestasi kepengasihan-Nya.
Ketiga: Kekuasaan. Sosok yang merancang semesta ini dan tujuan yang telah ditentukan untuk masing-masing bagiannya tentu saja memiliki kekuasaan mutlak.  
Keempat: Pengetahuan. Yang cukup jelas di sini.
Pentingnya Argumen Kebertujuan ini adalah bahwa ia akan memberikanmu pelajaran-pelajaran setiap hari melalui apa yang engkau lihat. Segera, tanpa sangsi, engkau akan jumpai bahwa di balik penciptaan semesta ini harus ada Kekuatan dan Kekuasaan yang Bijak, Pengasih, Berkuasa dan Berpengetahuan. Misalnya, perhatikanlah air dalam gelas ini, air melepaskan dahagamu, mengairi tanaman, membersihkan,  memberikan kesegaran, panas dan digunakan untuk kegiatan natural lainnya. Jadi, engkau akan merasakan bahwa harus ada tujuan di balik penciptaan air untuk membantu manusia memfasilitasi hidup manusia sebagai tanda dari kepengasihan-Nya. Jika engkau pikirkan lebih lanjut dan memandang secara keseluruhan (holistik) terhadap pembagian air di muka bumi, engkau akan jumpai bahwa air bergaram yang memenuhi 3/4 permukaan bumi. Air yang menguap dari laut dipadatkan pada lapisan yang lebih tinggi di atmosfer dan kemudian turun sebagai hujan atau salju. Lalu air mengalir pada sungai-sungai dan danau guna memenuhi kebutuhan umat manusia, mengairi persawahan dan tanaman dan kemudian tumpah ke laut. Perputaran dan daur air di alam ini secara jelas menunjukkan bahwa ada sebuah tujuan dan Sosok di balik tujuan ini adalah Tuhan, Mahabijak dan Mahapengasih. Pengetahuan ini berasal dari segelas air, yang engkau lihat di hadapanmu.      
Lihatlah keluar jendela. Rasakan hembusan angin dan pikirkan kandungannya. Angin mengandung gas-gas, seperti oksigen yang membentuk 1/1 udara guna menolongmu demikian juga bagi makhluk lain di seantero jagad yang perlu bernafas. Engkau boleh berpikir bahwa gerakan-gerakan angin dan perannya dalam menyeimbangkan suhu udara, membawa awan-awan dan membersihkan atmosfer dari gas-gas beracun dan berbahaya. Tatkala engkau pikirkan hal tersebut, engkau juga akan hinggap pada hasil  yang sama… Tujuan dari Sosok Yang Mahabijak, Berpengetahuan, Pengasih dan Berkuasa.    
Pikirkan kedua mata yang engkau gunakan untuk melihat dan kelopak mata yang melindunginya, bulu mata yang melindungi kedua mata, kelenjar air mata yang mencucinya secara berkesinambungan, dan bagaimana bagian depan mata sedemikian transparan sehingga membolehkan cahaya melintas, dan lensa-lensa mata yang mengganti titik-titik fokusnya ketika diperlukan dan retina yang menangkap gambar dan mengopernya ke otak melalui syaraf-syaraf optic… Jika engkau pikirkan kesemua ini secara mendalam, engkau akan sampai pada tujuan Sosok Yang Mahabijaksana, Mahamengetahui, Mahapengasih dan Mahakuasa.

Pikirkan kedua telingamu, yang membuatmu dapat mendengar, lidahmu yang membuat engkau dapat berkata-kata, tangan, kaki, perut, hati, ginjal, syaraf, tulang-tulang, otot dan seluruh sel-sel tubuhmu merupakan bukti telanjang bahwa tiada tuhan selain Allah.. Yes son! Tiada tuhan, selain Allah yang Esa.

S   Tepat sekali.. Tiada tuhan selain Allah.

D   Telinga, mata, otot, tulang, kulit, syaraf dan rambutku seluruhnya merupakan bukti dari kenyataan ini.

S   Akalku telah mengakui kenyataan ini. Hatiku kini penuh cinta kepada Tuhan, Sang Perancang Tunggal alam semesta. Dialah Yang menganugerahkan sifat pengasih dan rahmat kepada manusia, menciptakan tujuh petala langit dan bumi… Namun Dad! Sekilas saya perhatikan adanya kesamaan antara argumen keteraturan dan argumen kebertujuan (teleologikal). Apakah keduanya sama?

D   No son! Argumen keteraturan menandaskan kecakapan yang menunjukkan Pengetahuan dan Kekuasaan. Namun argument kebertujuan menandakan khususnya kepengasihan dan rahmat Ilahi kepada umat manusia, karena argumen kebertujuan menjelaskan ihwal tujuan dan maksud dari setiap keteraturan..apakah engkau mengerti apa yang saya katakan?

S   Jujur saja… No!

D   Well! Mari kita lakukan permisalan.., perputaran bumi mengelilingi dirinya atau mengelilingi matahari…Tatkala kita mempelajarinya, kita jumpai gerakan-gerakan sulit dan berdasarkan pada aturan yang sangat pelik serta perhitungan yang mahaakurat. Sebagai hasil dari perputaran mengelilingi matahari ini di sebagian tempat di belahan bumi ada yang empat musim ada juga yang dua musim… keteraturan yang tertata dan terancang baik yang membuktikan Sang Pencipta ini adalah mengetahui seluruh hukum ini dan Dia mampu membuat bumi tunduk kepada kehendak-Nya; demikianlah kurang-lebihnya ihwal argumen keteraturan. Argumen kebertujuan merupakan sesuatu yang berbeda… Setelah mengenal adanya keteraturan, argumen kebertujuan menjelaskan tujuan di balik keteraturan ini. Dengan demikian, menemunkan tujuan merupakan dimensi lain dari argumen keteraturan yang merupakan sebuah argumen rahmat dan kepengasihan Ilahi atas seluruh makhluk. Simaklah, tatkala engkau melihat sebuah keteraturan.. engkau akan bertanya: Mengapa keteraturan ini dicipta? Jawabannya dapat ditemukan pada argumen kebertujuan. Untuk menyederhanakan masalah, mari saya berikan sebuah contoh, perputaran bumi.

S   Yes Dad! Berikan saya contoh yang sederhana..please! Contoh-contoh benar-benar menyediakan pemahaman yang lebih baik.

D   Metode ini merupakan metode al-Qur’an. Jika engkau melihat al-Qur’an, engkau akan jumpai ayat-ayat yang dimulai dengan: “Allah membuat sebuah perumpamaan”, atau “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada setiap bulir terdapat seratus biji.” Qur’an penuh dengan perumpamaan. Jika tiada perumpamaan ini, akan mustahil dapat menjelaskan banyak permasalahan.

S   Dad! Tolong sebutkan contoh bagiku…

D   Kita katakan: Perputaran bumi mengelilingi dirinya dan mengelilingi matahari menunjukkan argumen keteraturan; dan jika kita bertanya: Mengapa bumi mengelilingi dirinya dan mengelilingi matahari? Yang saya maksudkan adalah tujuan dari rotasi ini? Apa filsafat perputaran ini? Apa manfaatnya keteraturan perputaran bumi ini? Jawabannya adalah untuk mendapatkan pergantian dan pergiliran siang dan malum yang mengatur dan menata rutinitas keseharian manusia. “Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.” (Qs. Al-Naba [78]:9-10) dan untuk memperoleh empat musim atau dua musim yang terjadi secara bergantian yang bermanfaat dalam ragam bidang pertannian dan kegiatan manusia. Di samping itu,  ia membuat manusia dapat menghitung waktu, hari dan tahun. Kesemua ini diciptakan untuk berkhidmat dan melayani umat manusia sebagai tanda kepengasihan Tuhan. Jika kita mengambil contoh lain tentang daur air di alam semesta dan bertanya: Mengapa keteraturan ini dicipta? Jawabannya adalah: Keteraturan ini menempatkan air di bawah kendali manusia guna berkihdmat kepada mereka untuk keperluan minum, membersihkan, pertantian, industri dan untuk keperluan manusia dan makhluk hidup lainnya.   
Jika kita mengambil struktur mata manusia sebagai contoh dan bertanya: Mengapa kornea mata harus tranparan? Jawabannya adalah untuk membolehkan cahaya melintas. Jika kita bertanya: Mengapa lensa ditempatkan di situ? Jawabannya adalah untuk membolehkan gambar dapat terfokus pada retina. Bila kita menyoal: Mengapa selaput mata ditempatkan di hadapan lensa dan dibekali dengan urat tertentu? Jawabannya adalah untuk mengendalikan intensitas cahaya yang memendar pada bola hitam mata. Juga, megnapa warna bola mata itu hitam? Dan seterusnya. Jadi kapansaja kita jumpai sebuah keteraturan (argumen keteraturan), kita akan bertanya: Mengapa keteraturan ini dicipta (argument kebertujuan)? Jawabannya akan selalu bercorak rasional menjelaskan tentang tujuan dan maksud Ilahiah atas keteraturan semesta; tujuan dan maksud ini menandaskan aspek kepengasihan dan rahmat Tuhan kepada manusia dan makhluk hidup.

S   Kini saya telah mengerti!

D   Kini, engkau dapat mengajukan ribuan pertanyaan tentang segala sesuatu yang engkau lihat atau dengar di sekelilingmu… Seluruh pertanyaan dimulai dengan “Mengapa?” Engkau akan dapatkan jawaban yang mengandung hikmah, kegunaan, tujuan dan maksud yang mendatangkan manfaat dan kemaslahatan manusia. Cobalah lakukan eksperimen ini besok semenjak bangungmu dengan bertanya: “Mengapa saya bangun dari tidur? Engkau akan temukan bahwa hikmah Ilahi menuntutmu untuk bangun, lantaran waktu istirahat telah usai dan kini tiba saatnya untuk beraktifitas. Tatkala engkau duduk untuk menyantap sarapan, engkau akan lihat bahwa engkau duduk lantaran lapar. Mengapa engkau merasa lapar? Lantaran badan memerlukan makanan dan rasa lapar menstimulasi seseorang untuk mengenali kebutuhan ini. Tatkala engkau menyantap makanan, bertanyalah pada dirimu: Mengapa aku menyantap makanan? Lantaran jika makanan tidak menyenangkan, seseorang akan merasa bahwa makanan merupaka beban yang harus disingkirkan. Engkau boleh melanjutkan bertanya “Mengapa”? pada segala sesuatu; engkau akan jumpai jawaban rasional dan dibenarkan yang mendemonstrasikan tujuan dan maksud Sang Pencipta semesta dan Perancang keteraturan yang Mahakasih kepada para hamba-Nya.

S    Inilah praktik yang baru yang akan saya mulai.

D    Mengapa engkau ingin mempraktikkannya?

S   Guna mendapatkan wawasan lebih tentang “argumen kebertujuan”, yang dapat menambah iman dan kecintaanku kepada Tuhan dan kepada ayahku yang telah dianugerahkan kepadaku untuk membimbingku sehingga saya dapat mengenal lebih baik Tuhanku. [ www.wisdoms4all.com/ind ]

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s