Belajar di Sekolah Tauhid [selesai]

asemane1Lebih dari seminggu lamanya semenjak berakhirnya disksui antara sang ayah dan anak. Masa jeda ini sengaja diatur supaya sang anak memiliki waktu untuk meraup pelajaran-pelajaran tauhid dan meninjau ulang konsep-konsep yang telah didiskusikan bersama serta melakukan beberapa eksperimen atas konsep-konsep tersebut. Sang anak terlihat sangat khusyuk sepanjang hari… Segala sesuatu dulunya tidak terlalu penting kini menjadi obyek perhatian dan pandangannya. Ia beranjak ke luar ke taman, melihat sisi-sisi khusus dari setiap tanaman dan memegang buah-buah tanpa memotongnnya. Ia perhatikan secara seksama dan merenungi buah ini ketika ia masih merupakan sebuah biji kuculuk dilempar dan ditabur ke bumi kemudian ditutupi tanah…Alangkah menariknya dan kini ia telah tumbuh besar! Sebuah pohon yang kuat berbau yang kurang enak, namun memberikan buah yang manis dan lezat Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Qs. Al-An’am [6]:95)

Tiba-tiba, sebuah suara datang dari kandang ayam yang mengganggu alur pikirannya. Suara ini adalah suara seorang ayam yang mengumumkan ihwal kedatangan sebiji telur baru.. Ia lalu mendatangi kandang ayam sembari memikirkan penciptaan sebiji telur yang ditelurkan oleh seekor ayam.. “Bagaiman Tuhan menciptakan hewan ini dengan keteraturan yang akurat dan tepat?
tanyanya dalam hati. “Bagaimana Dia menyediakan bahan putih transparan ini dalam telur, yang sangat penting untuk member makanan umat manusia?” Ayam memakan biji-bijian, yang terbuat dari bahan-bahan yang mengandung zat tepung, dan cukup kuat, bahan-bahan ini dipindahkan pada sebuah bahan yang transparan dengan nilai nutrisi yang tinggi yang terkandung dalam telur.. atau dalam dagingnya sendiri…  Puji Tuhan… Engkau telah ciptakan makanan paling mahal dengan bahan yang paling murah… Engkau telah ciptakan telur-telur dari biji-bijian; susu dari rerumputan; daging dari semanggi (tumbuhan yang menjalar) … Seluruh bahan makanan tersebut adalah berasal dari bahan-bahan murah… biji-bijian atau rumput, yang tumbuh di muka bumi…biji-bijian atau rumput ini tidak lain kecuali bahan-bahan gula pada tingkatan uraian akhirnya. Segala puji bagi Tuhan, Yang menciptakan bahan-bahan transparan ini dari bahan gula!!””

“Darimana bahan-bahan gula ini berasal?” tanyanya retoris.

“Tanaman menciptakannya dari bahan-bahan mentah yang sederhana; yaitu air dan udara melalui proses potosintensis.. Alangkah agungnya! Alangkah agungnya Sang Pencipta pabrik raksasa yang memproduksi dedaunan dari tanaman, yang membuat campuran air meresap melalui akar dari tanah demikian juga  Karbondioksida dari udara dan memporeleh sinar-sinar matahari yang datang dari jutaan kilometer? Siapa yang dapat menyangka dedaunan tipis ini melakukan operasi-operasi kimia yang canggih yang menyediakan makanan untuk manusia dan binatang?”

“Maksud, tujuan dan hikmah nampak terang di sini. Argumen keteraturan, maksud dan tujuan seluruhnya berkisah sepenuhnya pada akal sehat dengan ungakapan: Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah.” (Qs. Luqman :11) Imbuhnya.

Ia merasa rendah dan tunduk..sebuah perasaan menyenangkan memiliki hubungan dengan Sang Pencipta Yang Mahakuasa, Bijaksana, Mahatahu, Pemurah dan Agung. Ia tidak dapat mengungkapkan perasaannya saat-saat indah tersebut kecuali dengan bersujud dan berlutut. Jatuh segera bersujud dan berlutut di atas tanah sembari mengulang-ngulang: Sesungguhnya tiada pencipta selain Allah; para pengingkar Tuhan telah tersesat; “Mereka telah jauh menyimpang, jauh dari rel kebenaran.” Ia tetap saja bersujud hingga matahari terbenam. Tatkala matahari tenggelam sepenuhnya di balik awan, imaginasinya menerawang pada penciptaan awan-awan tersebut… peran siklus air segera muncul dalam benaknya dan ia mengingat
“Argumen Keteraturan” dalam konstruksi siklus ini, demikian juga “Argumen Kebertujuan.” Ia teringat pelajaran yang diberikan ayahnya lalu membaca:
Allah-lah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya.” (Qs. Rum [30]:48)     
Ia jumpai dirinya mengeruk ajaran tauhid ini dari tanah dan apa yang tumbuh di atasnya; semenjak ayam dan apa yang terlahir darinya; dari awan dan apa yang dibawahnya; dari pancaran surya dan hembusan angin. Ia memperoleh pengetahuan dari sekolah semesta yang terbentang di seantero semesta; dan guru-gurunya adalah seluruh makhluk..juga tabiat; siang dan malam; surya dan rembulan; air dan udara; binatang dan tanaman; manusia dan mineral…seluruhnya merupakan para pengajar dalam sekolah tauhid ini; dan setiap bagian dari semesta ini adalah sekolahnya yang menuntunnya kepada iman. Alangkah agungnya! Alangkah syahdunya! Dimana para raja dan putra mahkotanya yang merasaka kenikmatan dan ekstasi ini?

Sang anak kini dapat memahami makna redaksi yang ia dengar dari ayahnya tatkala sujud:

“Kehilangan apa mereka yang menemukan-Mu?

Apa yang mereka temukan orang yang kehilangan-MU

Sungguh buta mereka yang tidak melihat-Mu!”

“Tuhanku, mereka yang kehilangan-Mu, tiada menemukan apa pun, dan mereka yang menemukan-Mu, tiada kehilangan apa pun.”

Ia menjumpai ayahnya pada malam itu dan mengabarkan ihwal perasaan barunya yang baru saja lahir dan berkata:

S      Dad! Saya merasa sebagai seorang pelajar di sekolah tauhid..

D    Dimana letak sekolah itu?

S     Dimana-mana, di seantero semesta, Dad.

D      Siapa saja yang menjadi guru di sekolah tersebut?

S     Segala makhluk, setiap fenomena dan seluruhnya adalah guru di sekolah tersebut.

D    Kapan saja mereka mengajar?

S     Dua puluh empat jam perhari, tujuh hari dalam seminggu dan seterusnya.

D    Bagaimana dengan bahasa pengantar pelajarannya?

S     Seluruh bahasa digunakan.

D    Tingkatan pelajarannya gimana?

S     Orang yang paling sederhana sekalipun dapat memahami pelajaran ini; pemikir besar pun dapat merenunginya secara mendalam.

D    Apa gelar akhir dan ijazah pamungkasnya?

S     Titel yang digondol membawa gelar: “Tiada tuhan selain Allah.” [AK, www.wisdoms4all.com/ind ]

 

 

 

Iklan

One comment on “Belajar di Sekolah Tauhid [selesai]

  1. Sungguh, sebuah tulisan yg sangat menggugah kesadaran bahwa Allah sangat sayang pada kita manusia. Tapi sayangnya saya dan kebanyakan kita begitu angkuh dan sombong sehingga hati dan jiwa kita menjadi bebal untuk menangkap bahasa kasih dan citaNya yg bertebaran di semesta raya dan didiri kita. Ya Allah ampunkan hamba yg hina dan angkuh ini …
    Kepada penulis dan pemilik blog, terima kasih kami haturkan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s