Bedanya Percaya Diri dan Tawakkal?

qm2Tawakkal derivatnya dari klausul “wikâlah” (perwakilan) yang bermakna memiliki wakil dan yang dimaksud dengan tawakkal di sini sejalan dengan makna percaya diri (bagian pertama) adalah seorang manusia di hadapan kesulitan luar biasa, tidak merasa rendah dan lemah, melainkan dengan bersandar kepada kekuasaan nir-batas Allah Swt, ia memandang dirinya jaya dan menang di hadapan kesulitan ini.  Demikian ia berusaha untuk menuntaskan pelbagai persoalan, kepelikan dan ketika tidak memiliki kemampuan ia ber-tawakkal kepada Tuhan. Artinya bersandar kepada-Nya. Dan tidak berdiam diri melainkan sepanjang ia mampu tetap memandang bahwa yang memberi pengaruh secara hakiki adalah Tuhan.  Karena dalam pandangan seorang muwahhid (pemuja satu Tuhan), sumber segala kekuatan dan kekuasaan adalah Tuhan dan memisahkan seluruh pengaruh-pengaruh faktor-faktor natural dari kehendak Tuhan adalah termasuk perbuatan syirik! Karena faktor-faktor natural juga segala yang dimilikinya berasal dari-Nya dan segala sesuatunya berjalan berdasarkan kehendaknya. Akan tetapi, definisi kedua terkait percaya diri tidak sejalan dengan makna tawakkal. Karena kita memandang segala faktor dan kekuatan sebagai media mandiri di hadapan kehendak Tuhan. Dan hal ini merupakan instanta dan pahaman yang berseberangan dengan tawakkal kepada Tuhan dan bersandar kepadanya. Baca lanjutannya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s