Benarkah Nabi Melakukan Praktik Mut’ah?

qmSebelum menjawab pertanyaan ini baiknya harus diperhatikan bahwa apabila sebuah perkara itu dibolehkan dan kebolehannya telah ditetapkan oleh al-Qur’an dan Sunnah maka hal itu tidak lagi memerlukan perbuatan para maksum karena makna bolehnya sebuah perbuatan bermakna bahwa mukallaf bebas memilih untuk melakukan perbuatan tersebut atau meninggalkannya.  Akan tetapi apakah jenis pernikahan ini dilakukan oleh para Maksum As atau tidak? Terkait dengan Nabi Saw belum dijumpai satu dalil pun bahwa beliau melakukan praktik mut’ah; akan tetapi terdapat riwayat yang dinukil oleh Tsa’labi dalam Tafsirnya yang ia riwayatkan dari ‘Imran bin Hushain yang berkata: “Ayat mut’ah diturunkan dalam Kitabullah dan setelahnya tiada ayat yang turun untuk menganulirnya (naskh). Dan Nabi Saw memerintahkan kami untuk melakukan hal tersebut. Kami melakukan praktik mut’ah dan beliau tidak melarang kami melakukan perbuatan tersebut. Baca kelanjutannya..

Iklan

One comment on “Benarkah Nabi Melakukan Praktik Mut’ah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s