Mengintip Peran Perempuan di Masa Imam Mahdi

qmDengan pengutusan Nabi Saw dan penyebaran Islam, di samping menciptakan perubahan besar pada dunia di masanya hingga kini, juga meninggikan kedudukan dan derajat serta peran wanita di keluarga dan masyarakat, sedemikian sehingga tingkatan tersebut tidak dapat dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya.  Pada masa-masa sebelum kedatangan Islam, pada masyarakat-masyarakat pra-Islam atau di luar Islam, wanita sekedar dipandang sebagai media pelampiasan syahwat, pekerja di rumah, alat reproduksi keturunan, pemberi ASI, pekerja yang tidak memiliki kehendak dan pilihan di rumah dan tidak satu pun hak-hak kemanusiaan diterapkan baginya dan seterusnya dimana dengan berpindahnya satu dengan yang lain, pada akhirnya nasibnya diperlakukan sebagai warisan; pekerja rumah yang kelak menjadi barang warisan.  Dengan kedatangan Islam, wanita yang tadinya tertutup pandangannya, terdeprivasi hak-haknya, kini sederajat dan sekedudukan dengan pria, dari sisi kepribadian dan kemuliaan. Islam membebankan nafkah dan mahar wanita kepada pria dan memandangnya sebagai mitra bagi pria dalam mengarungi samudera kehidupan, dimana wanita tidak hanya tidak menjadi warisan bagi pria, namun ia juga mendapatkan warisan dan sebagiamana pria ia dapat memainkan perannya dalam bidang keagamaan, kebudayaan dan bahkan militer dan perekonomian dengan menjaga kedudukan dan kemuliaannya, berguna dan meniti jalan menuju kesempurnaan. Baca Kelanjutannya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s