Tuhan Cahaya Langit dan Bumi?

isyraqYang dimaksud dengan “nur” (cahaya) pada ayat “Allahu nur al-Samawat wa al-Ardh” (Allah adalah cahaya langit dan bumi) tentu saja bukan cahaya indrawi dan empirik. Karena cahaya empirik dan indrawi merupakan tipologi dan kualitas materi yang melekat pada benda. Dan terdapat dalil-dalil rasional yang menafikan kejasmanian Tuhan, sehingga menjadi penghalang bagi kita untuk menyebut cahaya tersebut sebagai cahaya empirik material.   Di samping itu, banyak ayat-ayat Ilahi yang mengingkari pencerapan indrawi dan keserupaan segala sesuatu bagi Allah Swt, yang menegaskan sebuah dalil Qur’ani yang menafikan kejasmanian Tuhan. Dengan demikian, apabila dikatakan bahwa “Allah Swt adalah cahaya langit dan bumi” tentu saja yang dimaksud bukan cahaya empirik atau indrawi. “Cahaya” adalah sesuatu yang secara esensial benderang dan menerangi yang lain. Artinya ia sendiri adalah terang dan sekaligus menerangi. Nyata dan menyatakan.Nampak dan menampakkan. Apakah cahaya itu adalah cahaya empirik, seperti cahaya mentari, bintang-gemintang, dan pelita, atau cahaya non-empirik seperti ilmu dan iman. Lanjutkan membaca…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s