Kok Setan harus Ada untuk Menggoda Manusia?

devilPertama: Tuhan tidak menciptakan setan sebagai setan. Dengan dalil bahwa selama beribu tahun (enam ribu tahun) setan merupakan ahli ibadah dan sekedudukan dengan para malaikat. Akan tetapi setelah itu, sesuai dengan kehendaknya sendiri dan atas pengaruh kecongkakan, ia memilih untuk membangkang, menyimpang dan menjauh dari rahmat Tuhan.  Kedua: Keberadaan setan, tidaklah merugikan bagi orang beriman dan bagi yang ingin melintasi rel kebenaran. Bahkan keberadaannya merupakan media untuk melaju dan menyempurna; lantaran kemajuan, ketinggian dan kesempurnaan senantiasa berlangsung di tengah pelbagai pertentangan dan paradoks.   Peran setan di alam semesta hanya sekedar penyeru dan pengajak saja; artinya setan hanya mengajak manusia untuk menyimpang dan tersesat. Allah Swt tidak memberikan kekuasaan kepadanya untuk menaklukkan jiwa-jiwa dan dominasi atasnya. Sesungguhnya kekuasaan setan hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukanya dengan Allah. (Qs. Al-Nahl [16]:99)  Atas alasan ini di hari kiamat sebagian orang yang disesatkan berjumpa dengan setan, kemudian setan berdalih kepada mereka, Dan setan berkata tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyerumu, lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu janganlah kamu mencercaku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri.” (Qs. Ibrahim [14]:22) Lanjutkan membacanya..

Iklan

2 comments on “Kok Setan harus Ada untuk Menggoda Manusia?

  1. Sudah lama sekali saya tidak mampir di blog Anda. Sampai kangen sekali untuk membuka kembali diskusi lama kita. Salut: tema yang Anda tulis seakan tidak pernah habis. Bravo ya. Sebenarnya tidak sengaja ingatan saya tentang blog Anda tiba-tiba muncul kembali. Pertama kali saya mampir di blog Anda, pandangan saya jatuh pada tulisan Anda tentang setan dan langsung memantik api penasaran saya. Anda berpendapat bahwa keberadaan setan merupakan media untuk melaju dan menyempurna bagi manusia. Selintas itu sebuah ide yang demikian jelas. Tapi, kalau ditelusuri efek-efeknya ternyata tidak lagi sedemikian jelas dan mudah. Pertama, sebagai media kemenyempurnaan manusia keberadaan setan menjadi niscaya: keberadaan setan seolah menjadi bagian dari paket penciptaan manusia. Bagian itu tidak terpisahkan ya….. karena dia bagian dari paket itu sendiri. Tanpa setan, penciptaan manusia tidak akan sempurna. Kedua, hal pertama tadi dengan sendirinya menegasikan anggapan bahwa sesuai dengan kehendaknya sendiri dan atas pengaruh kecongkakan, setan memilih untuk membangkang, menyimpang dan menjauh dari rahmat Tuhan. Anggapan Anda tidak relevan lagi. Karena dalam kesatuan paket itu, tidak ada lagi tempat bagi kebebasan membangkang bagi setan. Kemembangkangan setan sudah merupakan skenario Tuhan untuk kesempurnaan manusia. Tapi, anggap saja kebebasan bagi setan punya tempat dalam paket itu, maka dalam hal ini Tuhan telah berspekulasi tentang kesempurnaan manusia. Seandainya setan tidak memilih untuk melawan Tuhan dan menggoda manusia, penciptaan manusia akan cacat, kalau tidak ingin dikatakatan gagal total. Untuk sementara ini tanggapan saya terhadap ide-ide Anda. Trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s