Memaknai Syafaat dengan Benar..

syafaatPermasalahan yang menjadi pertanyaan ini tidak dapat diterima seratus persen dan juga tidak dapat ditolak seratus persen, melainkan bergantung pada jenis dosa yang dilakukan dan siapa pelakunya.  Seperti misalnya pelaku dosa syirik, yang tidak sedikitpun akan mendapatkan ampunan. Begitu juga  dengan dosa yang  berkaitan dengan “hak-hak manusia” (haqqunnas)  tidak akan mendapatkan ampunan Ilahi melalui perantara doa dan permohonan orang lain sebelum dosa tersebut ditebus dengan mengembalikan hak-hak orang lain dan meminta keridhaan pemilik hak tersebut. Setelah melakukan dua hal tersebut,  maka terbuka ruang baginya untuk mendapatkan ampunan dosa.   Seseorang terkadang berbuat dosa karena ketidaktahuan. Hal ini  dapat diketahui ketika pelaku dosa tersebut menyadari kekeliruannya dan setelah itu menyatakan penyesalan dan bertaubat. Pendosa yang demikian memiliki  harapan  untuk mendapatkan ampunan. Atau terkadang pula seseorang berbuat dosa meskipun secara sadar dan tahu bahwa hal tersebut dosa, namun karena pembangkangannya ia lalu terjerembab dalam perbuatan dosa yang harus ia tebus sendiri. Untuk menebus dosa dan pengaruh-pengaruhnya hal itu dapat dilakukan dengan perantara pribadi pendosa itu sendiri juga dapat melalui perantaraan orang lain. Lanjutkan membacanya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s