Membedah Akal, Hati, Iman dan Cinta

Bangunan wujud manusia terkerangka dari dua kekuatan besar dan agung, yaitu kekuatan akal dan cinta. Masing-masing dari kedua kekuatan ini memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. “Akal” laksana pelita yang sarat dengan cahaya yang memendarkan cahaya pada kehidupan penuh liku dan mendaki manusia. “Akal” bukan dari jenis kecendrungan dan minat, melainkan berfungsi mengarahkan pelbagai kecendrungan dan minat yang terdapat pada diri manusia dan dari performa akal semacam ini bersifat kalkulatif. Meski dalam terminologi Barat performa akal seperti ini memiliki makna yang lain.  Akal dalam pandangan Barat tidak digunakan kecuali kalkulasi angka, penambahan dan pengurangan, untung dan rugi. Fungsi akal dalam pandangan Barat pada tataran melayani syahwat dan pelbagai kehendak rendah manusia serta semata-mata dalam koridor duniawi. “Isyq” (cinta ekstrem) adalah kecendrungan, inklinasi dan daya tarik yang terdapat pada diri manusia dalam kaitannya dengan sesuatu yang lain. “Iman” adalah pengakuan hati dan mengamini dalam batin dimana terealisirnya iman ini bergantung pada terealisirnya dua unsur asasi; yaitu isyq (cinta) dan terpuaskannya akal manusia. Lanjutkan membaca

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s