Meraih Ekstasi Irfani

Para arif berkata bahwa manusia dapat sampai pada sebuah tingkatan jamak antara alam material dan spiritual. Artinya tatkala perhatiannya tersedot sepenuhnya kepada alam spiritual dan Tuhan, maka pada saat yang sama perhatiannya terhadap alam material dan dunia tidak berkurang. Alasannya, mereka berpandangan bahwa kondisi kedua Baginda Ali lebih tinggi daripada kondisi pertama lantaran beliau dalam kondisi ini memiliki tingkatan kemanusiaan yang tinggi dan kemuliaan sempurna pengetahuan yang disebut sebagai maqam jamak (maqam jam’), di samping beliau menaruh perhatian kepada Allah Swt pada saat yang sama tetap tidak melupakan segala sesuatu selain Allah. Artinya, tatkala perhatiannya sepenuhnya sibuk dan asyik mengingat Allah Swt, beliau juga sibuk menaruh perhatian pada selain-Nya. Bukan melalaikan Tuhan dan memerhatikan penderitaan orang fakir (semata-mata), melainkan sedemikian sempurna perhatiannya kepada Allah Swt sehingga beliau menyaksikan seluruh semesta di hadapannya. Karena itu, maqam ini lebih tinggi dan menjulang daripada sekedar karam dalam spiritualitas, Tuhan dan tidak merasakan perih dan sakit tatkala panah dicabut dari kakinya.  Lanjutkan Membaca…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s