Hubungan Qadha-Qadar dan Bunuh Diri…

Agar masalah ini menjadi jelas, pertama ada beberapa redaksi yang harus dipahami dengan baik, yaitu: “qadha“, “qadar“, “takdir” dan “qada Ilahi“.  Selanjutnya kami akan menjelaskan masalah qadha dan qadarQadar  artinya adalah ukuran, takdir bermakna mengukur (menakar) dan qadha berarti menetapkan dan melakukan. Takdir Ilahi artinya adalah bahwa Allah Swt telah menetapkan ukuran dan batas-batas tertentu atas segala fenomena dan dengan berbagai faktor hal itu akan terealisasi.  Yang dimaksud qadha Ilahi adalah bahwa Allah Swt  menghantarkan suatu fenomena kepada tahapannya yang terakhir setelah terpenuhi berbagai mukaddimah dan syarat-syaratnya.  Adapun terkait dengan perbuatan manusia, maka perlu dipahami bahwa takdir Ilahi telah menetapkan perbuatan setiap manusia dengan segenap sifat-sifatnya. Dan adanya ikhtiar (kebebasan berkehendak dan memilih) dalam perbuatan tersebut merupakan salah satu sifatnya. Dengan demikian, maka takdir Ilahi dalam perbuatan manusia berarti bahwa seseorang telah melakukan suatu perbuatan atau ia dihantarkan hingga dapat melakukan suatu perbuatan setelah terpenuhinya berbagai syarat tertentu dan dengan menggunakan kehendak dan ikhtiarnya dan bukan secara jabri (terpaksa).   Dengan dasar itu, maka masalah bunuh diri -dengan memperhatikan bahwa ikhtiar seseorang itu termasuk bagian dari takdir Ilahi- tidak ada kontradiksi dengan qadha dan qadar Ilahi.  Lanjutkan membaca…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s