Ibadah untuk Tuhan atawa Manusia?

Mengingat Allah Swt adalah Mahabijaksana dan tidak akan melakukan perbuatan sia-sia dan tiada guna, maka tentu saja seluruh ibadah yang diperintahkan untuk dikerjakan adalah memiliki pengaruh dan manfaat. Dan karena Allah Swt adalah Mahakaya secara zati (esensial) dan tidak membutuhkan seluruh ibadah yang kita kerjakan maka faidah ibadah ini adalah berpulang kepada selain Tuhan (orang yang mengerjakan ibadah dan yang lain).  Seluruh manfaat dan faidah ini, tidak berseberangan dengan maksud dan tujuan kita beribadah; artinya kendati seorang manusia sendiri mengerangka dirinya hanya semata-mata karena Tuhan, maka ia telah mengerjakan sebuah ibadah. Akan tetapi tujuan ini, tidak berseberangan dengan masalah keuntungan dan faidah yang didapatkan oleh pelaku ibadah itu sendiri. Tujuan orang-orang melakukan ibadah, bergantung pengetahuan dan makrifat setiap orang, dan para nabi Allah dan para Imam Maksum As adalah orang-orang yang berada pada jajaran puncak makrifat dan pengetahuan, mereka memiliki tingkatan yang lebih tinggi dalam menetapkan tujuan mereka beribadah kepada Tuhan yaitu berupa syukur atas pelbagai kemurahan Tuhan dan melakukan perbuatan yang laik dengan kedudukannya sebagai Tuhan (maqam rububi, seperti mencipta, memberi rezeki dan sebagainya). Semakin tinggi tujuannya maka pengaruh dan manfaat ibadah yang didapatkan oleh pelakunya semakin besar dan lebih baik. Lanjutkan Membaca…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s