Tugas Amar Makruf dan Tanggung Jawab Seorang Nabi

Beberapa ayat dalam al-Qur’an menegaskan bahwa Nabi Muhammad Saw tidak dimintakan tanggung jawab atas ketidakberimanan umatnya. Hal ini tidak berarti bahwa berimannya umat manusia tidak berada pada pundak Nabi Saw. Karena iman merupakan urusan hati, dan masalah yang berkaitan dengan hati tidak mungkin dapat dipaksakan. Bahkan untuk dapat merealisasikan hal itu memerlukan beberapa pendahuluan. Setelah menyodorkan beberapa pendahuluan, maka urusan selanjutnya terserah kepada manusia yang bersangkutan, apakah mereka akan memilih keimanan ataukah kekufuran.  Nabi Muhammad Saw ditugaskan untuk menyampaikan dan memenuhi berbagai pendahuluan tersebut. Beliau ditugaskan untuk mengajak umatnya kepada ajaran Islam dan menyiapkan lahan agar mereka dapat beriman, sedemikian sehingga apabila mereka tidak beriman maka hal itu tidak ada lagi sangkut pautnya dengan Allah Swt dan Rasul-Nya (karena segalanya telah dilakukan). Disyari’atkannya kewajiban amar makruf, nahi munkar dan jihad ibtidâ’i dalam Islam adalah dalam rangka memenuhi tugas tablig dan memberikan hidayah kepada umat dan menjalankan ajaran Islam. Dan bukan untuk memaksa umat supaya beriman. Lanjutkan Membaca…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s