Hubungan Negara dan Rakyat dalam Islam..

Dalam pemerintahan Islam, rakyatlah dengan kesadaran dan cinta yang memilih sistem undang-undang Islam dan menghendaki undang-undang Ilahi diterapkan. Pada dasarnya, tanpa adanya pilihan dan dukungan rakyat, pemerintahan Islam tidak mungkin dapat diterapkan. Atas dasar inilah, Imam Ali As walaupun beliau telah diangkat dari sisi Allah Swt sebagai pemimpin (imam) yang memiliki wewenang untuk mengatur rakyat, namun sebelum rakyat membaiat beliau, secara praktis beliau tidak melakukan tugas kewajiban tersebut. Hal itu dikarenakan lahan penerapan wilâyah dan kepemimpinan beliau ketika itu belumlah siap.  Namun ketika lahan telah siap, beliau tidak tanggung-tanggung dalam menjalankan tugas kewajibannya. Dalam hal ini beliau bersabda: “Jika seandainya bukan dikarenakan banyaknya orang yang hadir untuk berbaiat dan menegakkan bukti akan adanya penolong atas diriku, dan jika saja Tuhan tidak mengambil sumpah janji dari para ulama untuk tidak diam dalam menghadapi keserakahan dan perut lapar para penguasa, kekangan unta kekhalifahan ini akan aku jatuhkan dan aku lepaskan di atas gunung-gunung dan akhir kekhalifahan ini akan aku puaskan dengan mangkok pertamanya, ketika itu akan kalian saksikan bahwa dunia kalian di sisiku lebih tidak bernilai dari air ingus seekor anak kambing.” Lanjutkan membaca…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s