Mengapa Kita Bertawassul?

Tawassul secara leksikal bermakna mendekat kepada sesuatu melalui sebuah perantara dan media praktis.  “Wasilah” adalah perantara yang dengannya manusia dapat mengantarkan dirinya sampai pada sesuatu yang diinginkan. Suatu hal yang tidak dapat diragukan lagi bahwa manusia untuk meraup kesempurnaan material dan spiritual,  membutuhkan sesuatu yang berada di luar batasan eksistensialnya. Mengingat alam semesta berpijak di atas mekanisme kausalitas (sebab-akibat) dan bersandar pada sebab-sebab dan media-media untuk sampai kepada pelbagai kesempurnaan material-spiritual merupakan sebuah keniscayaan mekanisme kausalitas ini.  Ber-tawassul (berperantara) kepada para wali Allah dan para imam maksum As yang merupakan para manusia sempurna merupakan sebuah perkara yang pasti sebagaimana hal ini disebutkan pada ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis.  Al-Qur’an dalam hal ini menyatakan kepada Nabi Saw, “Dan kami tidak mengutus seorang rasul, melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jika ketika mereka menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Nisa [4]:64)Pada ayat lainnya, Allah Swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah perantara untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (Qs. Al-Maidah [5]:35) Lanjutkan membaca…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s