Mengapa Tuhan itu Esa?

Tauhid merupakan salah satu asas terpenting agama-agama Ibrahimi (Nabi Ibrahim). Tauhid  adalah sebuah pandangan dan keyakinan yang menegaskan bahwa Tuhan itu Esa. Kebalikan dari tauhid adalah syirik kepada Tuhan. Tauhid artinya menafikan segalah bentuk syirik, keserupaan dan permisalan bagi Tuhan dan segala jenis rangkapan rasional (aqli), eksternal (khariji) dan imaginal (wahmi) bagi Tuhan. Penetapan simpelitas (besâthat) Tuhan berada pada cakupan penetapan keesaan Tuhan dan bermuara pada keesaan Allah Swt.   Terdapat banyak dalil rasional untuk menetapkan tauhid dan keesaan Tuhan yang telah dikemukakan para filosof dan teolog seperti burhân wahdat (argumen kesatuan), burhân nazhm (argumen keteraturan), burhân wahdat para nabi, burhân negasi keserupaan, kesamaan; burhân tiadanya kebutuhan Tuhan, burhân simplelitas, dan burhân nir-batasnya Tuhan.  Di antara beberapa argumen (burhân) itu apa yang dapat menyampaikan kita pada penetapan keesaan Tuhan dengan lebih mudah adalah mengenal poin bahwa Tuhan itu adalah wujud murni. Wujud murni  lantaran nir-batasnya wujud Tuhan, ia tidak memiliki kuiditas (mahiyyah) dan batasan. Apabila ada mitra dan sekutu bagi Wajib (Tuhan), masing-masing dari sekutut tersebut memiliki kesempurnaan tersendiri dan hampa kesempurnaan bagi yang lain, dan hal ini berseberangan dengan hipotesa dan asumsi nir-batasnya Tuhan dan wujud murni-Nya. Karena itu, asumsi adanya tuhan yang lain adalah absurd dan Tuhan tidak memiliki sekutu dan mitra. Lanjutkan membaca..

Iklan

One comment on “Mengapa Tuhan itu Esa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s