Bolehkan Seorang Sunni membaca Doa Orang-orang Syiah?

Dan Tuhan-mu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (Qs. Al-Mukmin [40]: 60)    Doa adalah sejenis usaha untuk memperoleh kelayakan meraih saham yang lebih banyak dari emanasi nir-batas Ilahi. Dengan kata lain, manusia dengan perantara doa akan menemukan perhatian dan kelayakan ekstra untuk memahami emanasi Tuhan. Jelas bahwa usaha untuk menyempurna dan meraih kelayakan lebih, adalah identik dengan kepasrahan di hadapan pelbagai hukum penciptaan, bukan yang lain. Terlepas dari semua itu, doa adalah sejenis ibadah, ketundukan dan penghambaan. Manusia dengan perantara doa memperoleh perhatian baru kepada Allah Swt, dan sebagaimana seluruh ibadah memiliki efek edukatif, doa juga demikian adanya.  Pelbagai karunia Ilahi dibagi berdasarkan potensi-potensi dan kelayakan-kelayakan setiap manusia. Semakin besar potensi dan kelayakan setiap insan maka semakin besar saham karunia yang akan diterima dari Allah Swt.  Karena itu, kita saksikan, Imam Shadiq As, Imam Keenam Syiah, bersabda, “Terdapat beberapa maqam di sisi Allah Swt yang tidak akan dapat dicapai siapa pun kecuali dengan doa.” Lanjutkan Membaca..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s