Argumen Filosofis ihwal Keberadaan Tuhan dalam al-Qur’an

Salah satu masalah asasi yang mendapat concern dan perhatian manusia demikian juga salah satu tema fundamental dan poros agama-agama adalah masalah keberadaan Tuhan. Dalam masalah penetapan dan tiadanya penetepan keberadaan Tuhan, terdapat banyak pendapat yang akan kita singgung di sini sebagian darinya.  Sebagian filosof dan teolog berpandangan bahwa keberadaan Tuhan adalah bersifat swa-bukti dan tidak memerlukan dalil atau secara terminogis disebut sebagai fitri. Atas dasar itu, mereka bersandar pada al-Qur’an dan riwayat para maksum dalam masalah ini.  Al-Qur’an dalam hal ini menyatakan, “Dan Kami pasti akan menempatkanmu di negeri-negeri itu sesudah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang yang takut kepada kedudukan (keadilan)-Ku dan kepada ancaman-Ku.” (Qs. Ibrahim [14]:10)  Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib As bersabda, “Tuhanku! Engkaulah yang merajut hati-hati dengan kehendak dan kecintaan pada-Mu serta akal dengan makrifat tentang-Mu” dan ayat-ayat serta riwayat-riwayat lainnya dalam masalah ini.  Karena itu, para pemikir Islam, menyimpulkan dari ayat-ayat dan riwayat-riwayat ini bahwa keberadaan Tuhan adalah bersifat swa-bukti (badihi) dan gamblang.   Pada belahan dunia Barat juga pemikir seperti Platinga berpandangan bahwa (keberadaan) Tuhan adalah suatu hal yang gamblang dan swa-bukti sebagaimana hal-hal gamblang lainnya. Lanjutkan Membaca..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s