Apakah Haram Memperingati Maulid?

 

Acara ulang tahun (maulid atau milad) bukan merupakan tradisi islami. Dalam ajaran-ajaran Islam tidak dianjurkan bagi manusia untuk mengandakan acara milad dan ulang tahun untuk memperingati hari lahirnya. Kami tidak ingin mengecam tradisi baru ini, meski pada saat yang sama juga kami tidak menerima impor tradisi-tradisi bangsa lain secara membabi buta. Namun setelah menerima tradisi seperti ini manusia dapat menyempurnakannya dengan memberikan sentuhan islami di dalamnya.  Oleh itu, tradisi ini dapat dimodifikasi dengan menjadikan hari kelahiran seseorang sebagai momentum untuk bersyukur dan memuji Allah Swt berkat anugerah usia yang diberikan semenjak hari lahirnya hingga kini. Di samping itu, juga merupakan kesempatan emas untuk merenungkan usia yang telah ia lalui, dalam hal apa dan untuk apa ia gunakan?  Hasil perenungan itu digunakan untuk paruh usia berikutnya dengan memperbaiki metode dan jalan hidupnya, mengingat Allah Swt dan memohon kepada-Nya supaya pekerjaan-pekerjaannya lebih baik dari masa-masa sebelumnya di masa-masa mendatang dan menjadi pekerjaan-pekerjaan terbaik baginya selama hidupnya. Dan berharap bahwa kesudahan terbaik baginya adalah perjumpaan dengan-Nya.  Karena itu, mengadakan acara ulang tahun bagi dirinya atau bagi anak-anaknya nampaknya tidak akan bermasalah secara syar’i apabila tidak disertai dengan perbuatan mubazir dan masalah-masalah yang bertentangan dengan syariat seperti memutar lagu-lagu haram, berdansa dan lain sebagainya. Lanjutkan membaca.. 

 

 


Iklan

2 comments on “Apakah Haram Memperingati Maulid?

  1. Kitab-kitab terdahulu, Nabi-nabi terdahulu itu harus kita imani, itu perintah Alloh. Alloh tidak pernah pilih kasih atau mengistimewakan salah seorang Nabi, Itu semua bermaksud agar kita tidak menjadi ” Kultus Individu “. Pujian itu hanya milik sang penguasa Arshy, bukan milik seseorang.
    Salam

  2. @hamba Allah ;

    Rasulullah Saw adalah manusia pertama yang dijadikan Nabi sewaktu Adam as masih berada diantara air dan tanah. Rasulullah Saw adalah makhluk yang pertama kali menjawab pertanyaan Allah, “Bukankah Aku (Allah) ini Tuhanmu ? Nabi menjawab” Ya Engkau (Allah) Tuhanku. Allah menciptakan Adam as dan Alam Semesta karena Nabi Muhammad Saw. Nama Muhammad Saw ditulis di Arsy, dan para malaikat selalu menyebutnya.
    mengungkapkan bahwa semua Nabi-nabi adalah pengikut dari Hadhrat Rasulullah saw. sebagaimana difirmankan:

    “Kemudian datang kepadamu seorang rasul yang menggenapi wahyu yang ada padamu maka haruslah kamu beriman kepadanya dan haruslah kamu membantunya”. (QS.Ali Imran:82).

    Dari sana bisa disimpulkan bahwa semua Nabi-nabi menjadi pengikut dari Nabi Suci saw.
    Taukah anda bahwa Dalam Al-Quran, Allah tidak memanggilnya dengan nama Muhammad, melainkan disebut dengan, wahai Nabi atau wahai Rosul.
    berbeda dengan :

    “Dan ingatlah hamba-hamba Kami Ibrahim, Ishaq, dan Ya`qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.” (QS. Shad: 45)

    “Dan ingatlah hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan.” (QS. Shad: 17)

    “Dan ingatlah hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya.” (QS. Shad 41)

    bahkan Allah SWT senantiasa memberikan sebutan khusus kepada Nabi Muhammad saaw, Misalnya Rouf dan Rohim sebagaimana disebut dalam Al-Quran sebagai seorang Rasul yang RoufurRohim (akhir surat AT-Taubat).

    Apakah memuji Rasulullah adalah pengkultusan ? jika anda menganggap iya pengkultusan macam apa yang anda maksud ??

    Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s