Apakah Imam Shadiq As Pernah Berguru Pada Seorang Sunni?

Apa yang Anda kabarkan tidaklah demikian adanya; karena para Imam Maksum As memiliki seluruh ilmu dan tidak perlu belajar ilmu-ilmu seperti ilmu hadis dari orang lain. Sebaliknya sebagian tokoh besar Ahlusunnah, baik secara langsung atau tidak langsung adalah murid-murid mereka seperti Abu Hanifah dan Malik bin Anas.  Apa yang disebutkan dalam riwayat-riwayat Ahlusunah semata-mata nukilan hadis, bukan belajar ilmu hadis, fikih dan ushul pada mereka. Karena para Imam Maksum As apabila mereka ingin menukil sebuah hadis dari Rasulullah Saw, mengingat sebagian orang menerima hadis hanya dengan perantara salah seorang thabi’in dan sahabat yang sampai kepada Rasulullah Saw. Padahal sejatinya para Imam Maksum As tidak membutuhkan menyebut silsilah sanad. Para Imam Maksum melakukan hal ini lantaran kemaslahatan. Nukilan hadis para Imama Maksum dari para thabi’in dan sahabat bukan karena mereka merupakan guru para Imam Maksum As; misalnya Imam Shadiq As dalam sebuah riwayat menukil sebuah peristiwa tentang ayahnya, Imam Baqir As yang menukil sebuah hadis dari Rasulullah Saw melalui Jabir bin Abdullah yang menyatakan, “Imam Baqir As duduk mengajar dan berkata-kata hadis bagi masyarakat dari sisi Allah Swt. Orang-orang Madinah berkata, “Kami tidak melihat yang lebih berani dari orang ini.”  (Mengajarkan hadis langsung dari Allah Swt).. Lanjutkan membaca..

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s