Benarkah Ajaran Syiah itu Sesat?

syiahUntuk menjelaskan masalah ini kiranya beberapa poin di bawah ini perlu mendapat perhatian:  1. Apabila yang Anda maksud dengan “Syiah” adalah kesalahan yang dilakukan oleh sebagian para pemeluk Syiah, penyandaran pelbagai kesalahan ini terhadap mazhab Syiah bukan merupakan sebuah tindakan yang fair. Karena sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah syair:
Islam pada dasarnya tidak memiliki cela
Setiap cela sesungguhnya berasal dari penganutnya
2. Apa yang menjadi kriteria dan bahan perbandingan Anda? Dengan apa Anda membandingkan Syiah sehingga Anda memahaminya bahwa ia telah mengalami kesesatan?
Dalam masalah ini, dudukkan Al-Qur’an dan Sunnah – qathi’ al-shudur – kemduian bandingkan mazhab-mazhab Islam dengan keduanya? Sehingga Anda dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa setiap mazhab yang sejalan dengan al-Qur’an dan Sunnah adalah mazhab yang benar dan selainnya mazhab yang batil.
Apabila Anda sandingkan dan bandingkan Syiah dengan al-Qur’an, tolong Anda sebutkan sisi akidah, hukum-hukum fikih, atau aturan-aturan moral Syiah yang tidak sejalan dengan al-Qur’an? Mengapa Anda pandang bahwa mazhab Syiah merupakan mazhab yang salah dan keliru yang sebenarnya semata-mata mengikuti jalan, akidah dan hukum-hukum Ahlulbait dengan lisan, hati dan perbuatannya? Lanjutkan membacanya…

80 comments on “Benarkah Ajaran Syiah itu Sesat?

    • KALAU MENURUT SAYA BAHWA AJARAN SYIAH ITU ADALAH Ajaran yang menyimpang….
      tetapi knp sebagian orng mengatakan bahwa syiah itu adalah ajaran yang baik……
      trz hads apa yang mengatakan bahwa syiah itu ajaran benar?

      • kalau menurut saya, sebelum anda mengatakan bahwa ajaran syiah itu menyimpang, anda harus tahu dulu apa itu syiah..

      • Setuju dengan komentar saudara adhin. Belajar lah tentang shiah dahulu sebelum mengadili nya. Kita sama2 belajar.. selami sejarah Islam, mungkin kebenaran akan tertunjuk.

  1. sebenarnya orang yang menganggap syiah sesat karena ketidaktahuan mereka…saya pernah berdiskusi dengan saudara2 muslim dari mazhab2 yang lain, dan mereka hanya tau dari ‘katanya’

  2. sip…sip…..
    green….
    it’s okey….

    ________________________

    sebenarnya ajaran syiah ityu gimana sih…..???
    apa tidak ada tindak lanjut pembenaran dalam islam???

    @ EmJIE
    Silahkan Anda mengikut setiap postingan pada blog ini sehingga Anda dapat menyimpulkan ajaran Syiah itu gimana? Khususnya postingan-postingan terakhir.. “Mengapa Imamah?” “Ayat-ayat yang Menetapkan Imamah Imam Ali bin Abi Thalib As”

  3. saya simpatisan syiah, saya ingin bertanya kenapa ada imam mahdi? dan menurut saya tidak salah aliran kawarij membelot, karna ali ragu untuk menumpas muawiyah dan tidak yakin kelompok muawiyah itu orang munafik yang harus ditumpas dan ali ia ragu ia benar apa salah untuk berperang? balas ke email qu ya. thanks

  4. Ajaran syiah itu adalah ajaran yang benar,dan kebenaran syiah tidak harus berarti anda berhenti jadi ahlul sunnah sebab syiah adalah pengikut sunnah itu sendiri,silahkan anda teliti di hadis-hadis sunni sendiri yang menegaskan pristiwa semisal gadir khum,syiah adalah jamaah yang mengikuti sunnah atau hadis Nabi tentang pengangkatan Imam Ali sebagai khalifahnya dan syiah yakni orang-orang yang mengimani keputusan Nabi tersebut.
    Imam Ali tidak pernah ragu dengan kesalahan dan penentangan Muawiah(Muawiah tidak taat kepada khalifah yang sah,kalau cuma beda pandangan lalu mengapa mesti menantang perang khalifahnya sendiri).dalam hal ini Imam Ali mengembalikan keimanan setiap orang kepada dirinya sendiri,jika mereka yakin dengan Imam Ali maka mereka harus membantu dan jika mereka takut dan ragu memerangi Muawiah Imam ALi tidak bisa apa-apa sebab dalam Islam tidak ada paksaan untuk beriman,tapi dosanya ditanggung sendiri. kesimpulannya adalah sebagian besar ummat islam pada saat itu menjadi ragu dengan kebenaran Imam Ali( munkin disebabkan oleh kejahilan mereka atau ketakutan dengan muawiah,atau cinta dunia) dan bahkan sebagiannya menghianati Khalifah yang sah.

  5. Persoalan perbedaan pendapat, gue netral. Ada syiah,sufi,salafi, dll. Itu keputusan masing2. Kebenaran akan jelas setelah merasakan kematian. Silakan berdebat, tapi jangan perang.

  6. inilah Daftar artikel Website http://syiahindonesia1.wordpress.com yang bisa anda nikmati di web kami ..

    Silahkan Nikmati :::

    Artikel Pertama :
    AJARAN KHOMEiNi WAJiBKAH DiPATUHi ??…2.SYi’AH TiDAK FANATiK TAKLiD BUTA PADA PENDAPAT ULAMA SYi’AH TEMPO DULU !!!!!!!!!!!! 3. DALAM SYi’AH PINTU iJTIHAD TERBUKA SAMPAi KiAMAT..

    Artikel Kedua :
    Riwayat Hadits Nabi SAW dari Kitab Sunni dan syi’ah…MANAKAH YG LEBIH UNGGUL HADIS AHLU SUNNAH WA JAMA’AH ATAU HADIS SYI’AH…..Hadis dalam Literatur Syi’ah

    Artikel Ketiga :
    1. MEMBONGKAR KESESATAN SYI’AH ????? SEMUA POiNT TUDUHAN KESESATAN SYi’AH TERNYATA 100% MAMPU KAMi PATAHKAN !!!!!!! 2.PERBEDAAN ANTARA AHLUSSUNNAH SUNNi DAN SYiAH

    Artikel Keempat :
    1.SYi’AH KAFiRKAN SAHABAT NABi SAW ?……. 2. AJARAN KHOMEiNi WAJiBKAH DiPATUHi ??…3.AURAT CUMA DUA LOBANG ?????????….4.SYi’AH AMBiL SANAD DARi KELEDAi ??? ….5.”SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK AKAN MENGUMPULKAN UMATKU Di ATAS KESESATAN”

    Artikel Kelima :
    1.Nikah Mut’ah Dihalalkan Nabi SAW Tapi Diharamkan Umar bin Khattab…2. Nikah Mut’ah Halal Tetapi Dengan Syarat Ketat , misal : Tidak Menzalimi Wanita…3. wanita Iran sangat susah sekali untuk dinikahi secara mut’ah

    Artikel Keenam :
    1.SEJARAH TERBENTUKNYA MAZHAB ASWAJA SUNNi !!! 2.Rasul Suci SAW menyebutkan satu persatu Nama Dua Belas khalifah umat Islam !!! 3.Khalifah Umat Islam Adalah Ahlul Bait !!! 4. Sejarah Kristen Katolik dan Injil Barnabas

    Artikel Ketujuh :
    1.Kenapa Syi’ah Hanya Mengakui Keshahihan Sebagian Hadis Aswaja Sunni ??? 2.Hadis Palsu Dalam Kitab Bukhari Muslim Terungkap ! 3.HADiS YANG MERUGiKAN AHLUL BAiT ADALAH PALSU…4.Kaitan Hadis Aswaja Dengan Kekejaman Raja Umayyah Abbasiyah….5.“hadis aswaja sunni dikutip syi’ah hanya untuk membuktikan bahwa kebenaran syi’ah ada terselip dalam kitab hadis aswaja”… 6.Secara internal : “hadis syi’ah sudah mencukupi bagi syi’ah”….

    Artikel Kedelapan :
    ASWAJA SUNNi PALSUKAN AGAMA !!! KARENA TERBUKTi MAYORiTAS ALUMNi GHADiR KUM AKUi iMAMAH ALi WALAUPUN TiDAK MAU MEMBAi’AT

    Artikel Kesembilan :
    Aswaja Sunni Runtuh Karena Terbukti “TiDAK SEMUA SAHABAT NABi SAW ADiL”

    Artikel Kesepuluh :
    1.TANDUK SETAN DARi NAJAD MENGGUNAKAN HADiS DHA’iF SYi’AH UNTUK MENUDUH SYi’AH SESAT…2.SYi’AH iMAMiYAH MENDHA’iFKAN RiBUAN HADiS KARENA SYi’AH SANGAT KETAT DALAM iLMU HADiS…

    Artikel Kesebelas :
    1.Dua Belas khulafaurrasyidin syi’ah dizalimi rezim Umayyah Abbasiyah !!! 2.Pembantaian Massal Terhadap Pengikut Ahlul BAit !!! 3.Kekejaman Mu’awiyah Melebihi Fira’un !!! 4.Ijtihad Sahabat : Membunuh Cucu Nabi SAW, Imam Hasan AS.

    Artikel Keduabelas :
    Mengapa Imam Ali dan Imam Hasan Membai’at ??? Imam Ali dan Imam Hasan Membai’at Karena Terintimidasi dan Mencegah Pertumpahan Darah Internal

    Artikel Ketigabelas :
    1. Asy’ari, Maturidy, Empat imam mazhab sunni dan Imam Al Ghazali merupakan PEMiMPiN KEAGAMAAN YANG TiDAK DiTUNJUK OLEH ALLAH !!! 2.Aswaja Sunni meninggalkan ajaran ahlul bait !! 3.Al Quran dan ahlul bait adalah dwitunggal yang tak terpisah !

    Artikel Keempat belas :
    Wajah Allah ? Mata Allah ? Kaki Allah dan Betis Nya ? Bentuk Allah ?? Tangan Allah ? Dimanakah Allah ?

    Artikel Kelima belas :
    SATU Dari TiGA WASIAT SAAT NABi SAW MENJELANG WAFAT DiSEMBUNYiKAN AGAR ASWAJA BiSA TEGAK !!!! DALiL iMAMAH iMAM ALi DAN 11 KETURUNAN NYA

    Artikel Keenam belas :
    Gusdur, Quraish Shihab, Umar Shihab dan Empat Ulama Al Azhar Juga PEMBELA SYi’AH iMAMiYAH iTSNA ASYARiAH

    inilah Daftar artikel Website http://syiahindonesia1.wordpress.com yang bisa anda nikmati di web kami …..

  7. Penyimpangan Aqidah

    Meski latar belakang awal mula berdirinya lebih merupakan masalah politis,
    namun pada perkembangan berikutnya, kelompok Syiah berkembang menjadi sebuah
    paham aqidah tersendiri yang menyimpang. Penyimpangan itu bila disimpulkan
    antara lain :

    1. Sekte Sabaisme dalam Syiah berkeyakinan bahwa Jibril salah menurunkan
    wahyu kepada Muhammad, seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib.

    2. Mereka memiliki mushaf Al-Quran versi mereka sendiri yang isinya tidak
    sama dengan mushaf yang dikenal sekarang ini. Kulaini menjelaskan dalam
    bukunya “Al-Kafi” bahwa Ja’far Shodiq berkata,”Kami mempunyai mushaf
    Fathimah. Sebuah mushaf yang isinya seperti Al-Quran kalian 3 kali. Demi
    Allah, tidak ada satu huruf pun isinya dari Al-Quran kalian”.

    3. Mereka meyakini bahwa imam mereka ada 12 dan semuanya memiliki mukjizat
    seperti Nabi dan telah diberi wasiat dan rahasia ajaran Islam. Sehingga
    mereka berhak menerangkan ajaran Islam yang orang lain tidak diberitahu
    menjadi rahasia mereka sendiri. Mereka yakin bahwa para imam itu dititipi
    ilmu oleh Rasulullah SAW untuk menyempurnakan syariat. Tidak ada perbedaan
    antara imam dengan Rasulullah SAW kecuali bahwa Rasulullah SAW menerima
    wahyu.

    4. Para imam itu diyakini berada pada derajat ma’shum yang tidak mungkin
    berdosa dan terpelihara dari segala kesalahan, kelalaian serta dosa-dosa
    baik besar atau kecil.

    5. Mereka meyakini bahwa imam mereka yang ke-12 sedang ghaibah (menghilang)
    ke dalam sebuah gua di Samara (surro man ra’a), sebuah kota kecil di Iraq
    dekat sungai Tigris utara Baghdad. Suatu hari nanti imam ke-12 itu akan
    muncul lagi (roj’ah). Karena itu sekarang setiap ba’da maghrib mereka rajin
    berdiri di pintu gua bahkan menyediakan sebuha kendaraan untuk pergi.
    Perbuatan ini terus berlangsung tiap malam. Harapan mereka imam itu akan
    datang untuk memenuhi keadilan sebagaiman bumi sedang dipenuhi dengan
    kekejaman dan kezoliman. Imam ke-12 ini juga akan melacak lawan-lawan syiah
    sepanjang sejarah.

    6. Dalam menyebarkan paham yang sesat seperti ini senjata andalan mereka
    adalah TAQIYAH, yaitu siasat berbohong dan menyembunyikan sementara inti
    ajaran mereka dan identitas aqidah mereka sehingga orang mengira apa yang
    mereka ajarkan itu sesuai dengan aqidah mereka sebelumnya. Saat orang-orang
    itu sudah percaya dan bertambah taat, baru identitas asli ajaran mereka
    dibenamkan. Karena itu semua fakta yang kami sampaikan disini pasti tidak
    ada satupun yang mereka akui. Mereka punya seribu satu macam cara untuk
    mengingkari fakta-fakta ini, karena mereka punya prinsip taqiyah. Sehingga
    orang-orang awam yang sebelumnya sudah paham tentang sesatnya syiah akan
    berbalik menjadi pembelanya. Senjata ini benar-benar ampuh untuk memperdaya
    generasi muda Islam yang ilmu sejarahnya dangkal dan wawasannya sempit.

    7. Salah satu daya tarik mereka untuk mencari pendukung adalah ‘fasilitas’
    kawin mut’ah atau kawin kontrak. Hakikatnya tidak lebih dari pelacuran yang
    diberi kemasan agama. Dengan beragam dalih, mereka menghalalkan zina seperti
    ini. Memang sejarahnya, Rasulullah SAW pernah membolehkan nikah mut’ah,
    namun setelah itu dilarang secara total dan hukumnya dinasakh. Semua
    shahabat dan para ahli ilmu sepakat bahwa mut’ah itu telah diharamkan Allah
    selamanya. Oleh kelompok syiah, nikah seperti ini dibolehkan dan menjadi
    salah satu pesona dan daya tarik buat mereka yang suka zina.

    8. Mereka juga memiliki hari raya yang lebih mereka hormati dari Idul Fithri
    dan Idul Adha, yaitu hari raya Ghadir Khom. Selain itu mereka juga
    mengagungkan hari raya Nairuz, hari raya agama majusi penyembah api. Juga
    hari raya tanggal 9 Rabiul Awwal sebagai hari raya ‘bapak’ mereka, Abu
    Lu’lu’ah. Abu Lu’lu’ah adalah orang yang berhasil membunuh Umar bin
    Al-Khattab.

    9. Kebencian mereka kepada para sahabat Nabi dan mengatakan mereka berdosa
    telah merampas khilafah dari Ali bin Abi Thalib. Sebagian syiah malah
    mengkafirkan para shahabat Nabi radhiyallahu anhum. Sebaliknya mereka
    mengagungkan ahlul bait atau keluarga nabi. Ahlul bait ini adalah para
    shahabat nabi yang utama, tetapi oleh kelompok syiah ini, ahlul bait
    diseret-seret masuk dalam perangkap aqidah mereka, sehingga seolah-olah
    antara ahlul bait dengan shahabat yang lain ada pemisah dan permusuhan.

    Padahal di zaman para shahabat, syiah yang sesat seperti ini belum lagi
    muncul. Bahkan Hasan dan Husein serta Ali Zaenal Abidin yang sering mereka
    klaim sebagai imam mereka pun tidak tahu menahu dengan ulah syiah sesat ini.
    Syiah yang sesat ini baru muncul jauh di kemudian hari setelah generasi para
    shahabat dan sebagian tabi’in telah meninggal. Aktor intelektual di belakang
    syiah sesat ini tidak lain adalah Abdullah bin Saba’ yang dalam sejarah
    otentik terbukti menjadi provokator di wilayah-wilayah Islam. Dia telah
    menyebarkan fitnah, berita bohong, kebencian kepada para shahabat serta
    paham yang merusak. Dia tidak lain adalah yahudi Yaman yang berpura-pura
    masuk Islam.

    Identitas keyahudiannya sangat menonjol ketika dia mengajarkan tentang imam
    yang akan muncul (raj’ah), tidak mati, menjadi raja di bumi, mengathui apa
    yang tidak diketahui orang dan lain-lain. Ini tidak lain berakar pada paham
    yahudi, agama yang dipeluknya masih diakuinya bahwa selama ini dia masih
    beragama yahudi.

    Ali bin Abi Thalib sendiri sebagai tokoh yang dijadikan umpan oleh Abdullah
    bin Saba’ untuk memunculkan konflik di antara para shahabat, bukan tidak
    tahu ulahnya. Bahkan Ali bin Abi Thalib sendiri yang berkehendak untuk
    membunuhnya. Namun atas nasehat dari Abdullah bin Abbas, musuh islam itu
    tidak jadi dibunuh namun di buang ke Madain. Sosok Abdulah bin Saba’ oleh
    para pengikut fanatik syiah sering dikabur-kaburkan dan dengan segala
    argumentasi mereka mengatakan bahwa Abdullah bin Saba’ adalah tokoh fiktif
    serta sekedar tokokh rekaan musuh-musuh syiah. Padahal sejarah dunia telah
    mengenal sosok ini dengan beragam ulahnya meski mereka memungkiri dengan
    berbagai dalih.

    Wallahu A’lam Bish-Showab,

    Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh

    • bisakah anda buktikan semua apa yang anda paparkan ???, jangan sampai semua itu hanyalah doktrin yang selama ini anda terima dan dengar dari orang lain saja…

    • sampai kapan orang-orang syiah tertindas oleh saudaranya sendiri, sampai kapan orang-orang yang mengaku pengikut Muhammad SAW menutup mata dengan keadaan palestina yang teraniaya, selama ini Libanon yang notabene kebanyakan orang Syiah saja yang berani mengadakan perlawanan terhadap Israel, dan sampai kapan orang-orang yang mengaku pengikut Nabi hanya berkoar-koar sok jago tapi takut sama yang namanya Amerika dan konco-konconya…sudah saatnya kita berjuang bersama baik melalui politik maupun ekonomi untuk membebaskan palestina, satu hari saja para orang Arab bersama FANSnya di seluruh dunia untuk jadi LAKI-LAKI…maka saya yakin Palestina akan bebas..

    • @Pembela Islam,
      No.1 (mirip dongeng karena anda tidak mencantumkan bukti)
      No.2 (idem)
      No.3 Fitnah
      No.4 Islam Agama suci, jadi harus di pimpiin oleh manusia ma’shum (itu jelas)
      No.5 Sunni pun meyakini perihal Imam Mahdi as, selebihnya tulisan anda adalah dongeng.

      No.6 Anda tau mengenai sejarah Islam, dimasa penguasa umayah jika terlihat seorang pecinta dan pengikut ahlul bait maka nyawanya terancam. bagaimana riwayat seorang sahabat yang terpaksa mengatakan bahwa dirinya bukan seorang muslim karena diancam akan dibunuh jika mengatakan dirinya seorang muslim ? apakah itu bukan taqiyah ?

      No.7 Dalam kitab-kitab Ahlussunnah dijelaskan bahwa yang mengharamkan nikah mut’ah adalah Umar bin Khatab ra. apakah anda memiliki kitab lain ? mohon di jabarkan bahwa Allah SWT telah mengharamkan sesuai kesepakatan sahabat dan para ahli ilmu…. (sungguh aneh…)

      No.8 apakah perayaan hari-hari besar harus sama yah ? kalo berbeda sama yang di Saudi Arabia maka hukumnya sesat… (Anda pernah mempelajari syiah atau hanya terdoktrin sih ?? kalo mau jadi pembela harus netral dulu mas)

      No.9 Hahahaha sejak kapan Ahlul bait itu diartikan sahabat Nabi SAAW ? Tunjukkan kepada semua disini riwayat shahih bahwa pengganti Nabi saaw selain Imam Ali as. Anda ini mengaku ahlussunnah tapi koq ga banyak tau kitab2 rujukan dari Ahlussunnah yah ?? dalam Al Quran dan banyak dalam kitab2 shahih yang menerangkan bahwa pengganti kepemimpinan Nabi Saaw adalah Imam Ali as.

      Boleh saya bertanya kepada anda ? apakah benar keberadaan Abdullah bin sa’ba yang anda tulis ? jika benar anda harus buktikan. bukankah seseorang harus mempertanggung jawabkan apa yang telah dikatakannya.

    • @edaf.. :
      Saya sih lebih suka nonton video konsernya Iron Maiden, Metallica, Megadeath atau helloween aja deh.

      FYI, kalo Bollywood or Hollywood atau orang2 Jahil bikin video tentang kesesatan Ahlussunnah, Demi Allah saya ga akan menjadikan video tersebut sebagai hujjah !!!.

  8. orang islam layaknya n g patut mngatakan syiah itu sesat atau tidak sebelum tahu benar ajarannya n mengkajinya! jgn cuma katanya yg ditelan mentah2 informasi yg kita sendiri buta akannya! imam ali adalah wali rasulullah! dalam syiah juga tidak benar alqurannya beda! mari mengkaji mempelajari dan menelaah bukan menghakimi yg belum tau kebenarannya! saya adalah sunni tapi sangat mencintai syi’i krn didalamnya ada kebenaran!!!terkait perbedaan keduanya jgn lupa klo dalam sunni aja yg bermahzab 4 imam aja juga memiliki perbedaan. cukuplah Allah menjadi hakim dari kebenaran hakiki dari perbedaan sunni dan syiah! kita wajib mengkaji kebenaran keduanya

  9. udah jelas2 sesat msh di bela juga.
    Sahabat Nabi mereka hina.
    Aisyah di hina.
    Al quran mereka beda.
    Yg membela mereka,
    semoga kalian d kumpulkan bersama syiah di akhirat kelak.
    Jangan ajak gue ya!!

    • saya mau tanya dimana kesesatannya? anda jangan hanya bisa ngomong. Al-Qur’an syiah dan sunni itu sama, cuma 1 yang beda. yaitu keindahannya lebih indah Al-Qur’an syiah karena kami begitu benar – benar menjaganya, dimulai dari cover hingga kertasnya tidak sembarangan.
      bukankah ada hadis Rasulallah saww, dengan menunjuk fatimah beliau berkata disini akan keluar tanduk setan dan diucapkan 3 kali.
      kami membedakan sahabat karena sahabat itu tidak semua berpegang teguh dengan perintah Rasulallah saww. jangan kalian fanatik terhadap abu bakar, umar ataupun sahabat-sahabat lainnya, padahal jelas kesalah-salahan mereka.

  10. opini
    1.Mazhab apapun, tentu yang shahadat-ain, pada jaman rasullullah tidak ada. Saat itu melulu, murni bimbingan langsung dari beliau.
    2.Tendensi, lebih dituntut kapada PENGAKUAN atas berbagai macam mazhab
    3. Hadist versi hasil kolektif Buchori/ Muslim, sebagian (besar ?) mirip/ identik dengan hadist dari para Imam / Ka’fi.Yang berbeda (?) ya dikaji lagi atau dibuang saja (ilmunya kan udah ada). INI TUGAS KITA KAN !!!
    4. ESENSINYA, KITA BERSAMA MENGGALI “SIAPA DIRI PRIBADI” INI UNTUK MENUJU MA’RIFATULLAH DENGAN BANTUAN QUR’AN DAN HADIST SEPERTI POINT 3 DIATAS.
    5. Semoga Allah ampuni saya dan memberi ridho pd yang “debat” rame’, tapi beriktikad LUHUR. amin

  11. Sememangnya Syiah itu sesat sekali…tidak perlulah dipertegakkan benang yang basah. Apa yang dikatakan Pembela Islam adalah benar belaka. Apakah yang dilakukan di Karbala pada 10 Muharram dengan mencederakan diri sendiri itu adalah ajaran Islam yang dilakukan Rasulullah?. Itu belum lagi dengan kepesongan aqidah pengikut ajaran sesat dipengaruhi Syaitan ini. Sedarlah wahai pengikut Syiah, kembalilah kepada ajaran Islam sebenar yang dibawa oleh Rasulullah s.a.w dan jadikan juga Al-Quran sebagai pedoman dan janganlah terpengaruh dengan anasir-anasir jahat yang akan merosakkan masa depan kalian.

    Insya Allah akan tinggilah martabat Islam.

  12. Assalamua’laikum Warahmatullahi Wa Barakatuh

    Syiah,Sunni dst kalian sesama umat tuhan jangalah selalu saling mencari yang salah dan yang benar.
    Dengan saling menghancurkan akan membuat mereka yang ingin melihat islam hancur dan saling berperang seperti politik adu domba yang terjadi saat zaman nabi muhammad dulu dan keluarganya yang dibuat bercerai- berai sampai umatnyapun sampai sekarang lebih memihak dan takut dengan dunia barat.

    seharusnya kalian mencari jalan untuk bersatu dan membantu yang sedang kesulitan saat ini menghadapi teror propoganda penghianat2 tuhan.

    agama Allah tidak ada kurangnnya malahan sempurna bila kalian semua lebih mencintai Allah daripada diri kalian sendiri dan mentelaah setiap kata, huruf, ucapan dari al-quran mungkin kalian semua akan menemukan betapa sempurnanya ilmu yang diberikan Allah untuk kita agar dapat berguna untuk kita dan membuat sesama umat lebih saling mencintai.

    Jangan merasa diri kalian benar tapi kalian sendiri belum tahu cara mencintai Allah dengan hati kalian.

  13. adakah ajaran yang tidak mengakui sahabat rasul selain ali ibn abi thalib itu tidak sesat, menganggap yang berhak memegang kekhalifahan setelah rasulullah selain ‘ali adalah haram, lantas bagaimana kedudukan sahabat seperti umar bin khatab, usman bin affan, padahal umar dan usman telah dijaminkan surga oleh Allah ? bagaimana pandangan syiah terhadap sahabat rasulullah seperti thalhah dan zubair? menghalalkan nikah mut’ah?

    • @Abu Unaisah al Atsary :
      anda menulis : ” orang orang yang membela syiah itu..jelas orang yang sangat bodoh tentang syiah itu sendiri. sudah sangat jelas kita dapat mengetahui kesesatan syiah itu dari kitab kitab dan perkataan perkataan kotor yang keluar dari ulama syiah. bau busuk udah tercium jangan ditutup tutupi dengan taqiah kalian

      komentar saya :
      Anda sepertinya penganut “debat kusir” apa yang anda tulis itu akan dibaca orang, apakah anda siap bertanggung jawab ?
      anda tidak menampilkan sesuatu tanpa bukti. di awal saya katakan berikan bukti dari kitab-kitab anda… dan saya akan tunjukkan dengan kitab-kitab shahih anda.

      saya ingin mendengar penilaian anda tentang hadis di bawah ini yang ada dalam kitab SHAHIH BUKHARI.
      “dari Hisyam ibn Urwah dari ayahnya dari Aisyah, ia bercerita, “Sesungguhnya para istri Rasulullah saw. terkelompokkan dalam dua kubu; kubu Aisyah, Hafshah, Shafiyah dan Saudah. Dan yang lainnya adalah kubu Ummu Salamah dan istri-istri yang lain. Dan kaum muslimin telah mengetahui kecintaan Rasulullah saw. kepada Aisyah, oleh karenanya apabila seseorang dari mereka ingin memberikan hadiah kepada Rasulullah saw. ia menundanya hingga giliran beliau di rumah Aisyah baru ia mengirimkannya di rumah Aisyah, maka kubu Umu Salamah berbicara kepadanya agar ia berbicara kepada Rasulullah saw. supaya beliau berbicara kepada orang-orang, “Barang siapa ingin menghadiahkan kepada Rasulullah saw. sebuah hadiah hendaknya menghadiahkan kepada beliau di manapun beliau berada dari rumah-rumah istri-istr beliau. Maka Ummu Salamah menyampaikan apa yang mereka katakana kepadanya dan Nabipun tidak menjawab sepatah katapun. Lalu mereka bertanya kepadanya, ‘Apa yang beliau katakan? Ummu Salamah menjawab, “Beliau tidak berkata apapun. Mereka berkata memintanya agar mangatakannya lagi kepada Nabi saw. dan sekali lagi beliau tidak menjawabnya dengan sepatah katapun. Dan untuk ketiga kalinya mereka meminta Ummu Salamah untuk berbicara kepada Nabi saw., dan ketika giliran beliau di rumah Ummu Salamah ia mengatakannya lagi maka Nabi saw. menjawabnya: “Jangan ganggu aku tentang Aisyah, sesungguhnya wahyu tidak datang kepadaku dan aku dalam selimut seorang wanita kecuali Aisyah. Ummu Salamah berkata, “Aku bertaubat kepada Allah dari menggangu Anda wahai Rasulullah”. Kemudian para istri Nabi saw. mengutus Fatimah- putri Rasulullah saw. untuk menemui Rasulullah, lalu ia meminta izi masuk dan ketika itu beliau sedang berbaring bersamaku dalam selimutku, kemudian Nabi memberinya izin lalu Fatimah berkata: “Wahai Rasulullah ! Sesunggguhnya istri-istri Anda mengutus saya untuk menuntut perlakuan adil tentang sikap Anda terhadap putri Ibnu Abu Quhafah (Aisyah_pen). Aisyah berkata, ‘Dan saya diam.’ Kemudian Rasulullah saw. bersabda, ‘Hai putriku, bukankah kamu menyukai yang ayahmu sukai? Fatimah menjawab, ‘Ya.’ Nabi saw. melanjutkan, ‘Maka cintailah dia ini! Aisyah berkata, ‘Maka Fatimah-pun pulang dan menceritakan kepada mereka apa yang ia katakan dan apa yang dikatakaa Nabi. Mereka berkata, ‘Sepertinya kamu tidak berbuat apa-apa untuk kami, kembalilah kepada Rasulullah saw. dan katakan bahwa istri-istri Anda menuntut keadilah tentang putri Ibnu Abi Quhafah! Fatimah berkata, ‘Demi Allah saya tidak akan berbicara lagi kepada beliau sesuatu apapun tentang hal ini. Aisyah berkata, ‘Maka mereka mengutus Zainab binti Jahsy- istri Nabi saw. kemudian ia masuk dan berlaku kasar …. Aisyah berkata, ‘Maka ia meminta izin kepada Rasulullah saw. dan beliau bersama Aisyah dalam selimut lalu di izinkan untuknya, maka ia masuk dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya istri-istri Anda mengutusku untuk menuntut keadilah sikap tentang putri Ibnu Abi Quhafah.’ Aisyah berkata, ‘Kemudian ia mengangkat suaranya keras-keras dan mencaci-makiku panjang lebar sementara saya duduk. Nabi saw., memandangku apakah aku akan menjawabnya. Maka Aisyah membalas caci-makinya dan Nabi saw. memandang Aisyah sambil berkata (memujanya), ‘Sesungguhnya ia anak Abu Bakar!’

      Shahih Bukhari: Kitab al-Hibah, Bab Man Ahda Ila Shahibihi (barang siapa menghadiahkan kepada temannya..) , hadis nomer :2393.

      Mohon komentar anda tentang hadis yang ada dalam kitab SHAHIH BUKHARI (kitab ke-2 anda setelah Al-Quran) sanad, kitab, bab, dan nomer hadis bisa di check.

      @Umar, Wan, Salafy :
      Bukti nya tolong di tampilkan, kalo menuduh semua orang bisa, dan memiliki kemampuan seperti anda.

      @Edaf :
      kalo saya mending nonton video nya Iron Maiden aja deh…
      hati-hati loh .. nanti kalo Hollywood bikin video sejenis tentang Ahlus sunnah, bisa2 anda murtad dr ahlus sunnah..

      @Pembela Islam :
      anda siapanya Abdullah bin sa’ba ?? koq bisa yakin dia itu ada yah ??
      udah dicari di kitab shahih anda belum ? seorang yang melakukan tindakan hebat seperti dia harusnya banyak di sebut dalam riwayat shahih anda doonk.

      salam

    • @Rashy :
      Saya jawab satu2 yah…
      TIDAK ADA tuh ajaran yang hanya mengakui sahabat Rasul saaw hanya Imam Ali as.
      Kalo yang berhak atas kepemimpinan umat setelah Nabi Muhammad saaw jelas Imam Ali as, coba deh sempetin cari dalam Al Quran dan kitab2 shahih dari jalur ahlul sunnah.. anda akan menemukan bahwa tapuk kepemimpinan setelah Nabi saaw adalah Imam Ali as. dan TIDAK ADA SATUPUN AYAT ATAU HADIS SHAHIH (ver. Ahlul sunnah) YANG MENGATAKAN SEORANG SELAIN ALI as YANG BERHAK MENGGANTIKAN KEPEMIMPINAN UMAT STELAH NABI SAAW.
      mengenai sahabat, coba anda belajar untuk membaca sejarah, dari kitab2 anda sendiri (masa saya lebih tau kitab2 rujukan anda daripada anda sendiri…?? ) Mut’ah ??
      ahh.. sepertinya masalah ini terus yang di pertanyakan, padahal dalam kitab rujukan AHLUL SUNNAH bahwa yang mengharamkan MUT’AH itu sahabat UMAR bin KHATAB… bukan NABI MUHAMMAD SAAW. lalu saya malah mau balik tanya ke anda, Siapakah Nabi anda ??

      *nasehat untuk saudara Rashy : sebaiknya sebelum anda membenci sesuatu, isi diri anda dengan rasa sayang, sebelum anda menyalahkan sesuatu, isi diri anda dengan Ilmu sehingga anda tidak menjadi seperti sekarang ini.

      *salam*

  14. Sebelumnya saya baca ada yg menstereotip pembela syi’ah karena tak mengerti faktor historis.

    Usman bin affan terpilih sbg khalifah ketiga danberhasil menaklukkan cyprus, afrika utara, iran, afghanistan, sampai sungai sindu india… setelah itu ia dibunuh oleh tentara muslim yg tak puas dg kepemipinannya, dan ali bin abi thalib naik sbg khalifah keempat, berdasarkan apa yg dipetunjukan Muhammad saw. Lalu muawiyyah yg kerabat usman muncul sbg pihak opisisi.

    Tapi toh pada akhirnya muawiyyah mengotori dan membakar ka’bah dalam pemberontakan zubair…

    Muawiyyah terpilih sebagai khalifah karena di’hibah-kan oleh hasan, bukan karena petunjuk Rasulullah…

  15. menarik…

    saya nggak anti-syiah karena justru saya analisis dari sejarahnya..

    usman bin affan adalah khalifah ketiga yang ditunjuk rasullah pada akhir hayatnya… ia berhasil menaklukan cyprus, afrika utara, dll… namun karena tentara muslim tidak puas dengan kepemimpinannya, pada akhirnya ia dibunuh… setelah itu ali bin abi thalib naik sebagai khalifah keempat… umat mendesak ali agar segera membalas pembunuhan usman bin affan (balas dendam?) tapi ali bin abi thalib menunda-nundanya. pada akhirnya ali dituduh menjadi dalang dibalik pembunuhan usman.lalu terjadi serentet pertempuran dahsyat yang pada akhirnya selalu bisa diredam ali.

    muncul pihak oposisi, muawiyyah yang sesungguhnya kerabat dari usman… ali sendiri akhirnya terbunuh oleh pengikutnya yang membelot.

    hasan naik menjadi khalifah selanjutnya, namun malah menyerahkan kekuasaannya pada muawiyyah (ini yang membingungkan, muawiyyah tidak dipilih berdasar petunjuk rasulullah)

    pada pemberontokan zubair, muawiyyah mengotori ka’bah, bahkan sengaja (atau tidak sengaja?) membakar ka’bah…

    syiah difitnah.. sampai sekarang. bukan main.

  16. AHLUL BAIT, CELAH ANTARA SUNNI DAN SYIAH

    Dlm Al Quran yang menyebut ‘ahlulbait’, rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

    1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim.

    2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: ‘Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu ‘ahlulbait’ yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As.

    3. QS. 33:33: “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu ‘ahlulbait’ dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW.

    Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. para isteri dan anak-anak beliau.

    Jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifatnya menjadi universal terdiri dari:

    1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg ‘nabi’ sudah meninggal terlebih dahulu.

    2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau ‘anak tunggal’ dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah.

    3. Isteri-isteri beliau.

    4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau, sayangnya tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan.

    Seandainya ada anak lelaki beliau yang berkeluarga, dan ada anak lelaki pula, wah masalah pewaris tahta ‘ahlul bait’ akan semakin seru dan hebat.

    Mungkin inilah salah satu mukjizat atau hikmah, mengapa Saidina Nabi Muhammad SAW tak diberi oleh Allah SWT anak lelaki sampai dewasa dan berketurunan?. Pasti, perebutan waris tahta ahlul baitnya akan semakin dahsyat.

    Bagaimana tentang pewaris tahta ‘ahlul bait’ dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam. Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita nasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah, ya jika merujuk pada Al Quran tidak bisalah.

    Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, karena kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), maka ya seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya seperti Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya.

    Jadi sistim nasab yang diterapkan itu tidan sistim nasab berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari kembali ke nasab laki-laki.

    Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib, anak paman Saidina Muhammad SAW, ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah beliau bukan termasuk kelompok ahlul bait. Jadi, anak Saidina Ali bin Abi Thalib baik anak lelakinya mapun perempuan, otomatis tidaklah dapat mewarisi tahta ‘ahlul bait’.

    Kesimpulan dari tulisan di atas, maka pewaris tahta ‘ahlul bait’ yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya Saidina Hasan dan Husein bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.

    Ya jika Saidina Hasan dan Husein saja bukan Ahlul Bait, pastilah anak-anaknya dan keturunan berikutnya otomatis bukan pewaris Ahlul Bait, mereka murni adalah bernasab pada Saidina Ali bin Abi Thalib.

    Dengan demikian sudah waktunya kita menutup debat masalah Ahlul Bait ini. Fihak-fihak baik sunni, habaib maupun syiah yang selama ini saling mengklaim bahwa mereka adalah keturunan ahlul bait itu, sebenarnya telah menimbulkan peruncingan hubungan keislamannya.

    • Telah dibuktikan dalam hadis-hadis shahih bahwa ayat Innamaa Yuriidullaahu Liyudzhiba ’Ankumurrijsa Ahlalbayti Wayuthahhirakum Tathhiiraa.(QS Al Ahzab 33)adalah ayat yang turun sendiri terpisah dari ayat sebelum maupun sesudahnya. Hal ini bisa dilihat dari

      * Hadis Shahih Sunan Tirmidzi menyatakan Diriwayatkan dari Umar bin Abu Salamah yang berkata, “ Ayat berikut ini turun kepada Nabi Muhammad SAW, Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan menyucikanmu sesuci-sucinya.(QS Al Ahzab 33). Ayat tersebut turun di rumah Ummu Salamah. Dari hadis tersebut diketahui ayat ini turun berkaitan dengan peristiwa penyelimutan Ahlul Bait SAW yaitu Sayyidah Fatimah as, Imam Ali as, Imam Hasan as dan Imam Husain as.
      * Hadis riwayat An Nasai dalam Khashaish Al Imam Ali hadis 51 dan dishahihkan oleh Abu Ishaq Al Huwaini Al Atsari. Diriwayatkan dari Saad bin Abi Waqqash Dan ketika ayat ‘Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait, dan mensucikan kamu sesuci-sucinya.(QS Al Ahdzab 33)” turunBeliau SAW memanggil Ali,Fathimah,Hasan dan Husain lalu bersabda Ya Allah mereka adalah keluargaku”.

      Hadis-hadis tersebut jelas menyatakan bahwa ayat Innamaa Yuriidullaahu Liyudzhiba ’Ankumurrijsa Ahlalbayti Wayuthahhirakum Tathhiiraa.(QS Al Ahzab 33)turun sendiri terpisah dari ayat sebelum dan sesudahnya dan ditujukan untuk Ahlul Kisa’ yaitu Rasulullah SAW, Sayyidah Fatimah as, Imam Ali as, Imam Hasan as dan Imam Husain as.

      Hadis Shahih Sunan Tirmidzi itu juga menjelaskan bahwa Ayat Tathir jelas tidak ditujukan untuk Istri-istri Nabi SAW. Bukti hal ini adalah

      * Pertanyaan Ummu Salamah, jika Ayat yang dimaksud memang turun untuk istri-istri Nabi SAW maka seyogyanya Ummu Salamah tidak perlu bertanya Dan apakah aku beserta mereka wahai Rasulullah SAW?. Bukankah jika ayat tersebut turun mengikuti ayat sebelum maupun sesudahnya maka adalah jelas bagi Ummu Salamah bahwa Beliau ra juga dituju dalam ayat tersebut dan Beliau ra tidak akan bertanya kepada Rasulullah SAW. Adanya pertanyaan dari Ummu Salamah ra menyiratkan bahwa ayat ini benar-benar terpisah dari ayat yang khusus untuk Istri-istri Nabi SAW.
      * Penolakan Rasulullah SAW terhadap pertanyaan Ummu Salamah, Beliau SAW bersabda “ engkau mempunyai tempat sendiri dan engkau menuju kebaikan”. Hal ini menunjukkan Ummu Salamah selaku salah satu Istri Nabi SAW tidaklah bersama mereka Ahlul Bait yang dituju oleh ayat ini. Beliau Ummu Salamah ra mempunyai kedudukan tersendiri.

      Untuk meyakinkan mari kita lihat Asbabun Nuzul ayat sebelum Ayat Tathir yaitu Al Ahzab ayat 28 dan 29 “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: “Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik (28). Dan jika kamu sekalian menghendaki Allah dan Rasulnya-Nya serta di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar (29).

      Dalam kitab Lubab An Nuqul Fi Asbabun Nuzul As Suyuthi, Beliau membawakan riwayat Muslim, Ahmad dan Nasa’i yang berkenaan turunnya ayat ini, riwayat itu jelas berkaitan dengan peristiwa lain(bukan penyelimutan) dan ditujukan kepada istri-istri Nabi SAW.

      Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Abu Bakar meminta izin berbicara kepada Rasulullah SAW akan tetapi ditolaknya. Demikian juga Umar yang juga ditolaknya. Tak lama kemudian keduanya diberi izin masuk di saat Rasulullah SAW duduk terdiam dikelilingi istri-istrinya(yang menuntut nafkah dan perhiasan). Umar bermaksud menggoda Rasulullah SAW agar bisa tertawa dengan berkata “ya Rasulullah SAW sekiranya putri Zaid, istriku minta belanja akan kupenggal lehernya”.

      Maka tertawa lebarlah Rasulullah SAW dan bersabda “Mereka ini yang ada disekelilingku meminta nafkah kepadaku”. Maka berdirilah Abu Bakar menghampiri Aisyah untuk memukulnya dan demikian juga Umar menghampiri Hafsah sambil keduanya berkata “Engkau meminta sesuatu yang tidak ada pada Rasulullah SAW”. Maka Allah menurunkan ayat “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: “Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik (28) sebagai petunjuk kepada Rasulullah SAW agar istr-istrinya menentukan sikap.

      Beliau mulai bertanya kepada Aisyah tentang pilihannya dan menyuruh bermusyawarah lebih dahulu dengan kedua ibu bapaknya . Aisyah menjawab “Apa yang mesti kupilih?”. Rasulullah SAW membacakan ayat Dan jika kamu sekalian menghendaki Allah dan Rasulnya-Nya serta di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar (29). Dan Aisyah menjawab “Apakah soal yang berhubungan dengan tuan mesti kumusyawarahkan dengan Ibu Bapakku? Padahal aku sudah menetapkan pilihanku yaitu Aku memilih Allah dan RasulNya”.(diriwayatkan oleh Muslim, ahmad dan Nasa’i dari Abiz Zubair yang bersumber dari Jubir)

      Oleh karena itu jelas sekali kekeliruan saudara Ja’far dalam tulisannya, dimana dia berkata

      “Lihatlah bahwasanya ayat-ayat sebelum (Q.S.Al-Ahzab 28-32) dan sesudah (Q.S.Al-Ahzab 34) dari ayat 33 bercerita tentang istri Nabi SAW, maka tidak mungkin secara logika ayat 33 tsb menyimpang topiknya (mengkhususkan tentang Ali, Fatimah, Hasan dan Husein) padahal ayat 33 tsb ada ditengah-tengah ayat-ayat yang bercerita tentang istri Nabi SAw. Juga salah jika dikatakan ayat 33 tsb hanya berlaku untuk istri nabi SAW padahal Ali, Fatimah, Hasan dan Husein juga termasuk didalamnya sebagaimana hadis shahih Muslim yang disebut diatas”.

      Jawab saya :Berdasarkan hadis Asbabun Nuzul yang shahih maka didapati bahwa Ayat Tathir turun berkaitan dengan peristiwa lain yang tidak berhubungan dengan istri-istri Nabi SAW. Hal ini berbeda dengan ayat sebelumnya yang memang ditujukan terhadap istri-istri Nabi SAW.

      Mari kita lihat Al Ahzab ayat 33 yang berbunyi ”dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya (33)”. Telah jelas berdasarkan hadis Shahih Sunan Tirmidzi bahwa ayat Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya turun khusus ditujukan untuk Rasulullah SAW, Sayyidah Fatimah as, Imam Ali as, Imam Hasan as dan Imam Husain as dan bukan untuk istri-istri Nabi SAW. Jadi bisa disimpulkan kalau penggalan pertama Al Ahzab 33 memang ditujukan untuk Istri-istri Nabi SAW sedangkan penggalan terakhir berdasarkan dalil shahih turun sendiri dan ditujukan untuk pribadi-pribadi yang lain. Hal ini bisa saja terjadi jika ada dalil shahih yang berkata demikian.

      Saudara Ja’far menolak hal ini dengan berkata

      Jelas sekali pangkal ayat 33 tsb mengacu pada para istri Nabi SAW. Atau kata-katanya maka tidak mungkin secara logika ayat 33 tsb menyimpang topiknya (mengkhususkan tentang Ali, Fatimah, Hasan dan Husein) padahal ayat 33 tsb ada ditengah-tengah ayat-ayat yang bercerita tentang istri Nabi SAW.

      Mungkin Secara logika Penulis adalah wajar jika satu ayat biasanya diturunkan secara keseluruhan. Hal ini memang benar tetapi satu ayat Al Quran juga bisa diturunkan dengan sepenggal-sepenggal dan berkaitan dengan peristiwa yang berlainan karena memang ada dalil shahih yang menunjukkan demikian. Ayat Tathir di atas jelas salah satunya. Mari kita lihat contoh lain yaitu Al Maidah ayat 3 dan 4.

      Diharamkan bagimu memakan bangkai, darah, daging babi yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan diharamkan bagimu yang disembelih untuk berhala. Dan diharamkan juga mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk mengalahkan agamamu sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepadaku.Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah kuridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Al Maidah ayat 3).

      Penggalan Al Maidah ayat 3 yaitu Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah kuridhai Islam itu jadi agama bagimu berdasarkan dalil yang shahih turun di arafah dan ayat ini masyhur sebagai ayat Al Quran yang terakhir kali turun. Saya akan mengutip hadis yang sebelumnya pernah ditulis oleh saudara Ja’far

      Dari Thariq bin Syihab, ia berkata, ‘Orang Yahudi berkata kepada Umar, ‘Sesungguhnya kamu membaca ayat yang jika berhubungan kepada kami, maka kami jadikan hari itu sebagai hari besar’. Maka Umar berkata, ‘Sesungguhnya saya lebih mengetahui dimana ayat tersebut turun dan dimanakah Rasulullah SAW ketika ayat tersebut diturunkan kepadanya, yaitu diturunkan pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) dan Rasulullah SAW berada di Arafah. Sufyan berkata: “Saya ragu, apakah hari tsb hari Jum’at atau bukan (dan ayat yang dimaksud tersebut) adalah “Pada pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (H.R.Muslim, kitab At-Tafsir)

      Dalam kitab Lubab An Nuqul Fi Asbabun Nuzul As Suyuthi berkenaan dengan Al Maidah ayat 3 membawakan riwayat Ibnu Mandah dalam Kitabus Shahabah dari Abdullah bin Jabalah bin Hibban bin Hajar dari bapaknya yang bersumber dari datuknya yaitu.

      Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Hibban sedang menggodog daging bangkai, Rasulullah SAW ada bersamanya. Maka turunlah Al Maidah ayat 3 yang mengharamkan bangkai. Seketika itu juga isi panci itu dibuang. Riwayat ini jelas berkaitan dengan peristiwa yang berbeda dengan peristiwa hari arafah tetapi ayat yang dimaksud jelas sama-sama Al Maidah ayat 3. Dari sini bisa disimpulkan bahwa Al Maidah ayat 3 turun sepenggal-sepenggal dan penggalan “Pada pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” turun di Arafah.

      Mari kita lihat Al Maidah ayat 4, Mereka menanyakan kepadamu :Apakah yang dihalalkan bagi mereka? Katakanlah dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu, kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepasnya). Dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah sangat cepat hisabNya.(Al Maidah ayat 4).

      Dalam kitab Lubab An Nuqul Fi Asbabun Nuzul, As Suyuthi berkenaan dengan Al Maidah ayat 4 membawakan riwayat Ath Thabrani, Al Hakim, Baihaqi dan lainnya bersumber dari Abu Rafi’, riwayat Ibnu Jarir dan riwayat Ibnu Abi Hatim.
      Dikemukakan bahwa Adi bin Hatim dan Zaid bin Al Muhalhal bertanya kepada Rasulullah SAW ”kami tukang berburu dengan anjing dan anjing suku bangsa dzarih pandai berburu sapi, keledai dan kijang, padahal Allah telah mengharamkan bangkai. Apa yang halal bagi kami dari hasil buruan itu? Maka turunlah Al Maidah ayat 4 yang menegaskan hukum hasil buruan.(riwayat Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Said bin Jubair).

      Berdasarkan riwayat-riwayat di atas Al Maidah ayat 3 dan 4 diturunkan berkaitan dengan makanan yang halal dan haram tetapi di tengah-tengah ayat tersebut terselip pembicaraan lain yaitu “Pada pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. Padahal telah jelas bahwa ayat ini diturunkan di arafah sebagai tanda bahwa agama Islam telah sempurna.

      Lihat baik-baik Al Maidah ayat 4 turun setelah Al Maidah ayat 3 yang mengharamkan bangkai, ini dilihat dari kata-kata padahal Allah telah mengharamkan bangkai pada hadis asbabun Nuzul Al Maidah ayat 4 riwayat Ibnu Abi Hatim di atas. Oleh karena itu ketika Al Maidah ayat 3 turun mengharamkan bangkai, penggalan “Pada pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” belum turun karena Al Maidah ayat 4 turun setelah Al Maidah ayat 3 yang mengharamkan bangkai. Seandainya penggalan ini turun bersamaan dengan pengharaman bangkai maka tidak akan ada syariat lain lagi yang diturunkan karena agama Islam telah sempurna tetapi kenyataannya setelah pengharaman bangkai Al Maidah ayat 3 diturunkan Al Maidah ayat 4 tentang apa yang dihalalkan.

      Pernyataan Bahwa Ayat Tathir ini dikhususkan untuk Ahlul Kisa’ saja yaitu Rasulullah SAW, Sayyidah Fatimah as, Imam Ali as, Imam Hasan as dan Imam Husain as dan bukan untuk istri-istri Nabi SAW tidak hanya dinyatakan oleh Syiah saja. Bahkan ada Ulama Sunni yang berpandangan demikian. Ulama Sunni yang dimaksud yaitu

      * Abu Ja’far Ath Thahawi (yang terkenal dengan karyanya Aqidah Ath Thahawiyah) juga menyatakan hal yang serupa dalam karyanya Musykil Al Atsar jilid I hal 332-339 dalam pembahasannya tentang hadis-hadis Ayat Tathir dimana dia berkata ”Karena maksud sebenarnya dari ayat suci ini hanyalah Rasulullah SAW sendiri, Ali, Fatimah, Hasan dan Husain dan tidak ada lagi orang selain mereka”.
      * Sayyid Alwi bin Thahir dalam kitab Al Qaulul Fashl jilid 2 hal 292-293 mengutip pernyataan Sayyid Ali As Samhudi yang menyatakan bahwa Ayat Tathir khusus untuk Ahlul Kisa’ dan bukan istri-istri Nabi SAW.

    • @Elfan,

      Ada syair arab yang sangat terkenal berbunyi :
      “Putra-putri kita adalah anak kita..
      sedangkan anak-anak dari Puteri kita adalah anak orang lain….”
      mungkin anda berpegang dengan syair jahiliyah seperti ini….

      sesungguhnya Allah telah menarik keturunan Nabi Isa as sampai kepada nabi Nuh as. (QS. Al An’am ayat 84-85)

      Lalu siapakah ayah dari nabi Isa as ? Jelas nabi Isa as tidak lah memiliki seorang ayah, tetapi Allah menetapkan bahwa nabi Isa as adalah keturunan nabi Nuh as.

      (QS: Ali Imran 3.61)
      “Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa as sesudah datang pengetahuan yang meyakinkanmu, maka katakanlah perempuan kami dan perempuan kamu, diri kami dan diri kamu. kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang berdusta…”

      Salam.

  17. MAAF,SAYA JUGA ANTI SYI’AH,,,yang saya inginkan adalah ajaran yg benar2 murni dari nabi muhammad SAW,,ahlussunnah wal jama’ah

    • @edwin :
      Sebelum anda mengatakan bahwa Ajaran Islam yang murni adalah Ahlussunah… apakah anda pernah membaca sejarah para Imam dari Ahlul sunnah ?

      Jarak kelahiran Imam pertama dari meninggalnya Rasulullah Saaw adalah 300 th.
      berarti selama 300 th lebih belum ada kan mazhab Ahlul sunnah.

      Kepada siapakah ke-4 Imam yang mulia Ahlul sunnah (semoga ridha Allah atas mereka) belajar Islam ? Sejarah telah mencatat bahwa mereka menimba Ilmu kepada Imam Ja’far as.

      Siapakah Imam Ja’far as ? wah bakal panjang dijelasinnya bung.
      coba deh baca sejarah lengkap Islam dulu.

    • Silahkan pilih yang anda suka mas,… tapi kalo sampeyan berani bilang yang benar2 murni dari Nabi Muhammad saaw adalah ahlusunnah wal jama’ah sampeyan harus ngebuktiin…
      sedikit sejarah yang perlu anda tau bahwa :
      ke-4 Imam ahlussunah wal jamaah (semoga Kesejahteraan atas mereka) lahir 3 abad setelah jasad suci Nabi Muhammad saaw dimakamkan. kalo anda mengatakan mereka yg paling murni yah mbok di pikir 1juta kali… berarti umat Islam yang meninggal sebelum ke-4 Imam yang mulia itu lahir mereka tidak mendapatkan ajaran yang murni yah ??

  18. Ada atasan saya bilang dengan kultumnya,disebuah mesjid perusahaan.Bahwa:orang-orang syiah terlalu mengagung-agungkan Hasan dan Husen,cucu Rasulullah SAW.Karena Hasan dan Husen dianggap titisan Allah SWT.Makanya dibilang sesat,tapi menurut saya tidak perlu kita saling berdebat,alangkah baiknya saling tuker pikiran dan pengalaman,karena kita adalah saudara muslim.Allah SWT tidak akan menanyakan Islam kamu Syiah apa Sunni,Islam kamu NU apa Muhammadiah,atau persis?…”Tapi yg ditanyakan Siapa Tuhanmu,Rosulmu?

  19. Nyambung lagi ah,he,he,he.Terus Allah bertanya apa kitab sucimu,dari manakah rejekimu kamu dapatkan,dan dibelanjakan kemana hartamu,apakah hanya untuk hura-hura atau dibelanjakan di jalan Allah?…”Semoga Allah SWT Meridhoi amal ibadah kita semua,manusia tidak ada yg bisa menilai kadar ke Islaman seseorang,kecuali Allah Yg Maha Tahu,Maha Agung,Maha Perkasa,dan Maha segala-galanya,meliputi alam semesta Langit dan Bumi.

  20. Assalamau alaikum,
    Bismillah,

    Dalam beragama ini kita harus kritis memilah dan memilih mana yang benar dan mana yang salah, dan hal tersebut bersandar pada AlQuran dan assunnah
    Dalam AlQuran itu adalah kata-kata perintah dan larangan ALLAH yang didalamnya tidak akan dapat kamu dapati ijhtilaf ataupun perbedaan satu dengan ayat yang lain, karena itu adalah ciptaanNYA, bahkan dizaman Rasulullah para penyair2 hebat yang mengatakan kalo AlQuran itu hanya karangan tulisan Muhammad saja ditantang untuk menciptakan ayat-ayat didalam alquran yang dapat menyamai keindahan makna susunan kata-kata, perintahnya, larangannya namun tidak ada satupun yang mampu untuk membuat yang seperti alquran, lalu bagaimana pula bisa ada orang mengatakan bahwa alquran pada saat ini adalah palsu, subhanallah.
    Ketahuilah ikwatal iman ini adalah trik dan hasutan dari pada syaton laknatullah yang telah menghasut kalian melalui orang-orang terdahulu dan sekarang yang benci dengan Islam, agar tidak lagi membaca alquran, tidak lagi mendengar perintah dan larangan ALLAH TA’LA dan akan dijadikan syaton sebagai temannya di neraka jahannam. Naudzubillahi min zalik.

    As-Sunnah atau Al-Hadits merupakan wahyu kedua setelah AlQur’an sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah :
    “Ketahuilah, sesungguhnya aku diberi Al-Qur`an dan (sesuatu) yang serupa dengannya.” -yakni As-Sunnah-, (H.R. Abu Dawud no.4604 dan yang lainnya dengan sanad yang shahih, juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam al-Musnad IV/130)
    Yang dimaksud As-Sunnah di sini adalah Sunnah Nabi, yaitu segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad baik berupa perkataan, perbuatan, atau persetujuannya (terhadap perkataan atau perbuatan para sahabatnya) yang ditujukan sebagai syari’at bagi umat ini. Termasuk didalamnya apa saja yang hukumnya wajib dan sunnah sebagaimana yang menjadi pengertian umum menurut ahli hadits. Juga ‘segala apa yang dianjurkan yang tidak sampai pada derajat wajib’ yang menjadi istilah ahli fikih (Lihat Al-Hadits Hujjatun bi Nafsihi fil Aqaid wa al Ahkam karya As-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hal. 11).

    Sangat jelas dan tidak diragukan lagi bahwa seluruh sabda Rasulullah yang berkaitan dengan agama adalah wahyu dari Allah sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
    “Dan tiadalah yang diucapkannya (Muhammad) itu menurut kemauan hawa nafsunya.” (Q.S. An-Najm:3)
    Tidak ada perselisihan sedikit pun di kalangan para ahli bahasa atau ahli syariat bahwa setiap wahyu yang diturunkan oleh Allah merupakan Adz-Dzikr. Dengan demikian, sudah pasti bahwa yang namanya wahyu seluruhnya berada dalam penjagaan Allah; dan termasuk di dalamnya As-Sunnah.

    Segala apa yang telah dijamin oleh Allah untuk dijaga, tidak akan punah dan tidak akan terjadi penyelewengan sedikitpun. Bila ada sedikit saja penyelewengan, niscaya akan dijelaskan kebatilan penyelewengan tersebut sebagai konsekuensi dari penjagaan Allah. Karena seandainya penyelewengan itu terjadi sementara tidak ada penjelasan akan kebatilannya, hal itu menunjukkan ketidak akuratan firman Allah yang telah menyebutkan jaminan penjagaan. Tentu saja yang seperti ini tidak akan terbetik sedikitpun pada benak seorang muslim yang berakal sehat.

    Jadi, kesimpulannya adalah bahwa agama yang dibawa oleh Muhammad ini pasti terjaga. Allah sendirilah yang bertanggung jawab menjaganya; dan itu akan terus berlangsung hingga akhir kehidupan dunia ini ( Al-Hadits Hujjatun bi Nafsihi fi al Aqaid wa Al Ahkam, karya Muhammad Nashiruddin Al-Albani hal. 16-17)

    Kedua:
    Allah menjadikan Muhammad sebagai penutup para nabi dan rasul, serta menjadikan syari’at yang dibawanya sebagai syari’at penutup. Allah memerintahkan kepada seluruh manusia untuk beriman dan mengikuti syari’at yang dibawa oleh Muhammad sampai Hari Kiamat, yang hal ini secara otomatis menghapus seluruh syari’at selainnya. Dan adanya perintah Allah untuk menyampaikannya kepada seluruh manusia, menjadikan syariat agama Muhammad tetap abadi dan terjaga. Adalah suatu kemustahilan, Allah membebani hamba-hamba-Nya untuk mengikuti sebuah syari’at yang bisa punah. Sudah kita maklumi bahwa dua sumber utama syari’at Islam adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. Maka bila Al-Qur’an telah dijamin keabadiannya, tentu As-Sunnah pun demikian ( Al-Hadits Hujjatun bi Nafsihi fi al Aqaid wa Al Ahkam, karya Muhammad Nashiruddin Al-Albani hal. 19-20)
    Ketiga:
    Seorang yang memperhatikan perjalanan umat Islam, niscaya ia akan menemukan bukti adanya penjagaan As-Sunnah. Diantaranya sebagai berikut (Al Madkhal li Ad Dirasah Al Aqidah Al Islamiyah, hal. 25):
    (a) Perintah Nabi kepada para sahabatnya agar menjalankan As-Sunnah.
    (b) Semangat para sahabat dalam menyampaikan As-Sunnah.
    (c) Semangat para ulama di setiap zaman dalam mengumpulkan As-Sunnah dan menelitinya sebelum mereka menerimanya.
    (d) Penelitian para ulama terhadap para periwayat As-Sunnah.
    (e) Dibukukannya Ilmu Al Jarh wa At Ta’dil.( Ilmu yang membahas penilaian para ahli hadits terhadap para periwayat hadits, baik berkaitan dengan pujian maupun celaan, Pen.)
    (f) Dikumpulkannya hadits–hadits yang cacat, lalu dibahas sebab-sebab cacatnya.
    (g) Pembukuan hadits-hadits dan pemisahan antara yang diterima dan yang ditolak.
    (h) Pembukuan biografi para periwayat hadits secara lengkap.
    Wajib merujuk kepada As-Sunnah dan haram menyelisihinya

    Pembaca yang budiman, sudah menjadi kesepakatan seluruh kaum muslimin pada generasi awal, bahwa As-Sunnah merupakan sumber kedua dalam syari’at Islam setelah AlQuran di semua sisi kehidupan manusia, baik dalam perkara ghaib yang berupa aqidah dan keyakinan, maupun dalam urusan hukum, politik, pendidikan dan lainnya. Tidak boleh seorang pun melawan As-Sunnah dengan pendapat, ijtihad maupun qiyas. Imam Syafi’i rahimahullah di akhir kitabnya, Ar-Risalah berkata, “Tidak halal menggunakan qiyas tatkala ada hadits (shahih).” Kaidah Ushul menyatakan, “Apabila ada hadits (shahih) maka gugurlah pendapat”, dan juga kaidah “Tidak ada ijtihad apabila ada nash yang (shahih)”. Dan perkataan-perkataan di atas jelas bersandar kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

    Ikhwatal iman, semoga sedikit tulisan saya dan juga beberapa petikan copasan dari http://opi.110mb.com/haditsweb/artikel/as_sunnah_wahyu_kedua_setelah_al_quran.htm dapat mengembalikan kita kepada AlQuran dan Assunnah,
    Semoga ALLAH TA’LA selalu membukakan pintu hidayahnya kepada kita yakni orang-orang yang telah dipilihNYA,
    WALLAHU TA’ALA a’lam
    Yang benar datangnya dari ALLAH dan yang salah datangnya dari syaiton laknatullah dan kejahilan saya.
    Barakallahu fiikum
    Wassalamu alaikum warahmatullah

    • @Abu Rajul :
      Saya hanya ingin berkomentar mengenai kedudukan Sunnah yang anda tulis.
      Jka Sunnah disini diartikan : “Apapun yang berupa perkataan, perbuatan dan sikap yang dinisbatkan kepada Nabi SAW”

      Saya ingin mengomentari tulisan anda pada point “ketiga”:

      Ketiga:
      Seorang yang memperhatikan perjalanan umat Islam, niscaya ia akan menemukan bukti adanya penjagaan As-Sunnah. Diantaranya sebagai berikut (Al Madkhal li Ad Dirasah Al Aqidah Al Islamiyah, hal. 25):
      (a) Perintah Nabi kepada para sahabatnya agar menjalankan As-Sunnah.
      (b) Semangat para sahabat dalam menyampaikan As-Sunnah.
      (c) Semangat para ulama di setiap zaman dalam mengumpulkan As-Sunnah dan menelitinya sebelum mereka menerimanya.
      (d) Penelitian para ulama terhadap para periwayat As-Sunnah.
      (e) Dibukukannya Ilmu Al Jarh wa At Ta’dil.( Ilmu yang membahas penilaian para ahli hadits terhadap para periwayat hadits, baik berkaitan dengan pujian maupun celaan, Pen.)
      (f) Dikumpulkannya hadits–hadits yang cacat, lalu dibahas sebab-sebab cacatnya.
      (g) Pembukuan hadits-hadits dan pemisahan antara yang diterima dan yang ditolak.
      (h) Pembukuan biografi para periwayat hadits secara lengkap.

      Wajib merujuk kepada As-Sunnah dan haram menyelisihinya

      ada beberapa yang ingin saya tanyakan :

      1.Apakah anda pernah berfikir bahwa sunnah yang tercatat itu sempurna dari kesalahan dan tangan2 usil, mengingat jarak dan waktu sudah lebih dari 1400 tahun.

      2. Kapan dimulai pencatatan Sunnah ? kabar yang mashyur adalah bahwa sunnah dicatat jauh setelah Rasulullah wafat. tetapi syubhat ini dibantah oleh Syaikh Mustafa Al Azhami.

      3. Siapa itu pencatat ? bukankah para pencatat itu bukanlah manusia Ma’sum. berarti mereka memiliki potensi dalam kesalahan.

      4. Bagaimana sunnah disaring ?
      Terus terang saya menganggap yang paling rawan adalah dibukukannya Al Jarh wa At Ta’dil sebagai rujukan (seperti yang anda tulis dalam point “e”.

      Menurut saya kitab ini adalah pembongkaran aib. karena dijelaskan para perawi hadis yang tertuduh mungkar, berdusta dan tidak dapat dipercaya di jabarkan dengan jelas. Saya menganggap Ilmu ini adalah ilmu mati yang tidak dapat berkembang. karena kita di tuntut percaya atau bertaklid dengan para pemuka dan sesepuh sebelumnya.

      Bagaimana pendapat anda dengan :

      - Imam Syafii dinyatakan dhaif oleh ibnu Main dan tsiqah oleh banyak ulama lain. (pasti ini tidak dapat diterima oleh pengikut mazhab Syafii)

      - Ibnu Ishaq dinyatakan Dajjal oleh Imam Malik tetapi beliau dapat dipercaya oleh Imam Syafii.

      - Katsir Al Muzanni adalah perawi yang sangat dhaif dan ini dinyatakan oleh banyak ulama sampai2 Imam Syafii menyebutnya “Tiang Kebohongan”(ini celaan paling jelek dalam Jarh wat Ta’dil). Anehnya Imam Tirmidzi berhujjah dengan hadis Katsir.

      - Beberapa ulama menyatakan cacat pada setiap perawi yang berbau Rafidhah dengan tuduhan bahwa Rafidhah itu pendusta tetapi anehnya banyak hadis yang diriwayatkan oleh Rafidhah dalam kitab2 hadis. Labih aneh lagi malah ada Rafidhah yang justru dikatakan tsiqat dan jujur

      dan contoh lain adalah :
      1. Bagi penganut mahzab Syafii, Qunut itu sunnah tetapi bagi mahzab Hanbali dan Salafy Qunnut itu bid’ah yang berarti bukan Sunnah. Jadi apa itu berarti penganut Syafii sudah merekayasa Sunnah?(dengan asumsi mahzab hanbali dan Salafy benar).

      2.Dalam mahzab Syiah berpegang pada Ahlul Bait dan menjadikan mereka Syariat adalah Sunnah tetapi bagi mahzab Sunni tidak.

      dan satu lagi yang ingin saya sampaikan ditulisan anda terakhir yang menulis:
      ” Wajib merujuk kepada As-Sunnah dan haram menyelisihinya”

      Bagaimana dengan salinan hadis dibawah ini :

      - Hajjaj menceritakan kepada kami, Syarik menceritakan kepada kami dari Al A’masy dari Al Fudhail bin Amr ia berkata tampaknya dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata ”Nabi SAW bertamattu’ ”. Lalu Urwah bin Zubair berkata ”Abu Bakar dan Umar telah melarang tamattu’! ”. Maka Ibnu Abbas berkata ”Apa yang dikatakan Urayyah?”. Ia menjawab ”Ia berkata Abu Bakar dan Umar telah melarang tamattu’ ”. Ibnu Abbas berkata ”Tampaknya mereka akan binasa! Aku katakan ’Nabi SAW bersabda’, ia justru berkata ’Abu Bakar dan Umar melarang’ ”. (Hadis riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad hadis no 3121, Syaikh Ahmad Syakir berkata tentang hadis ini “Sanadnya Shahih”)

      - Dari Said bin Al Musayyab yang berkata “ Ali dan Usman berselisih paham tentang haji tamattu’ di tempat yang bernama Usfan. Ali berkata kepada Usman “Engkau tidak menginginkan kecuali melarang perkara yang pernah dilakukan Nabi SAW”. Maka ketika Ali tetap pada pendiriannya, Beliau menunaikan haji dan umrah sekaligus’. (Shahih Bukhari Kitab Al Hajj Bab Tamattu’, Iqran dan Ifrad hadis no 1569

      - Yahya menyampaikan kepadaku (hadis) dari Malik dari Ibnu Shihab bahwa Muhammad bin Abdullah bin Al Harits bin Nawfal bin Abdul Muttalib memberitahukan kepadanya bahwa pada tahun ketika Muawiyah bin Abi Sufyan pergi haji, ia mendengar Sa’ad bin Abi Waqqash dan Dhahhak bin Qais mendiskusikan tamattu’ di antara umra dan haji. Dhahhak bin Qais berkata “Hanya seseorang yang tidak memperdulikan Allah SWT yang akan melakukan hal itu”. Sedangkan Sa’ad berkata “Betapa salahnya apa yang telah engkau katakan, wahai anak sudaraku”. Dhahhak berkata “Umar bin Khattab melarang hal itu”, dan Sa’ad berkata “Rasulullah SAW melakukannya dan kami melakukan itu dengannya”. (Hadis dalam Al Muwatta Imam Malik bin Anas, Kitab Haji Bab Haji Tamattu’ hadis no 763)

      timbul pertanyaan Mengapa ketiga sahabat tersebut melarang sesuatu yang justru merupakan Sunnah Rasulullah SAW? Adakah mereka bertiga tidak mengetahuinya?

      Salam.

  21. kalo lah b iman dg al Quran dan sunnah2 rasululloh dg spenuh hati….. mncari yg hak..

    [pa bila brselisih.. kmbalikan pd al qur an n sunnah

  22. orang orang yang membela syiah itu..jelas orang yang sangat bodoh tentang syiah itu sendiri. sudah sangat jelas kita dapat mengetahui kesesatan syiah itu dari kitab kitab dan perkataan perkataan kotor yang keluar dari ulama syiah. bau busuk udah tercium jangan ditutup tutupi dengan taqiah kalian

    • Saya beragam Islam dan berpegang kepada wasiat Nabi saaw yaitu Al Quran dan keturunannya (baca shahih Muslim). berarti saya seorang Syi’i.
      Jika anda merasa anda sangat pintar dalam agama Islam, maka tunjukkan kesesatan syiah yang anda maksud kepada saya.. dari awal sy minta tunjukkan tuduhan kesesatan yang kalian maksud, tapi orang2 seperti kalian sampai saat ini tidak pernah menunjukkan tuduhan kalian. Apakah anda dan orang seperti anda lainnya hanya memiliki tuduhan saja ??

      Saya tidak menutupi kebusukan, melainkan saya ingin membuka kebusukan yang telah lama enjoy dalam otak dan pikiran para penuduh seperti anda.

  23. menurut saya syiah itu firqah ISLAM yang sebenarnya.
    tidak ada keraguan pada syiah. syiah alah satu – satunya firqah yang lurus dan mengikuti perintah dan sunnah Rasulallah saww.

  24. menurut saya syiah itu firqah ISLAM yang sebenarnya.
    tidak ada keraguan pada syiah. syiah adalah satu – satunya firqah yang lurus dan mengikuti perintah dan sunnah Rasulallah saww.

  25. syiah itu sangat2 sesat…………….

    sahabat abu bakar yg telah rela habiskan harta demi agama mereka menganggap sudah murtad…msya allah sahabt abu bakar sudah di cata duluan masuk surga…….
    p binatang dorang ini

    • hahahahaha bagaimana jika saya tulis bahwa selain yang bermazhab syiah akan masuk neraka ??
      harap jika anda menulis sesuatu sebaiknya tampilkan bahwa tulisan anda benar dan dapat dipertanggung jawabkan.
      anda dapat berita itu dari mana ? ini Agama, bukan dongeng…

      Sejarah mencatat masalah tanah Fadak, silahkan menilai.. merelakan harta untuk agama atau mengambil harta.

  26. Sahabat Nabi tidak ada jaminan akan masuk syurga , tergantung amal perbuatan nya setelah ditinggal wafat Nabi, banyak dari mereka yang berpaling, karena telah silau dengan KEKUASAAN , CONTOH HADIS RIWAYAT BUKHORI KITAB AR-RIQOQ BAB FII HAUDH JILID VIII HAL 384 DARI ABDULLAH ,”NABI BERSABDA ,” AKU AKAN MENDAHULUI KAMU DI HAUDH DAN SEBAGIAN KAMU AKAN DIBAWA KE HADAPANKU, KEMUDIAN MEREKA AKAN DIPISAHKAN JAUH DARIKU, AKU BERKATA ,” WAHAI TUHANKU, MEREKA ADALAH SAHABATKU, MAKA ALLAH MENJAWAB ,” SEAUNGGUHNYA KAMU TIDAK MENGETAHUI APA YANG DILAKUKAN OLEH MEREKA SETELAH KAMU MENINGGALKAN MEREKA.jadi bagi yg tablik pd sahabat , mereka tablik buta , dan mereka menerimanya tanpa menggunakan akal , UMAT ISLAM PECAH KARENA SAHABAT , ALASAN APA YG MEMBUAT MATI-MATIAN MEMBELA SAHABAT?

  27. Agama karena DOKTRIN AKAN MENIMBULKAN PERPECAHAN UMAT , AGAMA MENGGUNAKAN AKAL , AKAN MENGEKALKAN PERSATUAN UMAT , DOKTRIN MUAWIYAH TELAH MERASUK PADA KAUM SALAFI sehingga mematikan akal mereka , hanya kebencian dan pengkafiran terhadap Umat Islam yg tak sepaham dengannya ,MENUNJUKKAN PERBUATAN BURUK SAHABAT DICERCA DAN DIKAFIRKAN ,TETAPI MENGANGGAP ROSULULLAH MANUSIA BIASA YG BISA MELAKUKAN KESALAHAN ,dianggap wajar, CIH, APAINI NAMANYA PEMBELA RISALAH NABI, BETAPA TIADA HORMATNYA MEREKA TERHADAP NABINYA,LAIN DENGAN KAUM SYIAH MEREKA AKAN MEMBELA MATI-MATIAN APABILA ADA YNG MENGANGGAP NABI PERNAH BERBUAT SALAH .CAMKAN WAHAI PEMUJA SAHABAT!!! SAHABAT ADA YG BAIK DAN ADA YG BURUK , MASUK iSLAM KARENA ADA AMBISI DUNIAWI DAN ADA YANG MASUK ISLAM KARENA LILLAHI TA’ALA JADI CAMKANLAH WAHAI PEMUJA MUAWIYAH.

  28. Al fakr melihat banyak komentar saudara2 yang anti syiah…
    tapi hanya (*maaf)komentar asal dan tidak terlihat sanad dan riwayat sahih yang dicantumkan.
    Sebaiknya sebelum saudara2 menuduh ada baiknya luangkan waktu untuk membaca kitab2 referensi anda sendiri, riwayat2 sahih dari ulama2 besar Ahlusunnah. dan jika saudara2 mengutip kitab Al Kafi yang dutilis oleh yang mulia syech Kulani ra. sebaiknya jangan berupa potongan2 kecil. Saya hanya menyampaikan bahwa kitab Al Kafi bagi Syiah bukan lah kitab yang telah mendapat sebutan sahih seperti kitab Bukhari bagi saudara2 Ahlusunnah.
    Komentar saudara2 Ahlusunnah mengenai kesesatan syiah tidak lain masalah yang itu-itu saja. jika saudara2 mau meluangkan waktu untuk membaca kitab2 Ahlulsunnah.. sekali lagi saya tekankan “hanya kitab2 dari Ahlusunnah” akan ditemukan dalam kitab2 sahih tesebut bahwa banyak riwayat yang mencatat adanya “Tahrim Al-quran”, akan ditemukan banyaknya riwayat “Melebihkan manusia lain ketimbang Rasul Saaw”, akan ditemukan pelecehan terhadap Allah swt dan Rasulullah Saaw, dan sangat banyak hal2 yang memalukan dan justru saudara2 melempar tuduhan tersebut kepada Syiah, padahal riwayat itu ada dalam kitab2 anda yang sudah mendapat pengakuan sahih. dan jika saudara2 memiliki waktu luang coba pelajari kembali kitab2 Ahlusunnah maka akan sangat banyak dijelaskan tentang keutamaan Ahul bait as (sahibul Kisa) dan jika anda cermati, adakah keutamaan2 lain yang bisa disejajarkan dengan keutamaan Ahlul bait as ?
    Semoga kita sesama umat Islam dapat saling mengerti untuk senantiasa mendahulukan mana yang utama, dan tidak dengan mudah menulis seperti yang ditulis saudara “pembela Islam dan saudara2 lainnya tentang kesesatan Syiah”.

    “mazhab bukan lah perahu2 kecil dalam samudera luas yang menuju satu tujuan yang sama, jika sebuah perahu tersapu ombak besar maka perahu lain akan terus berjalan…. tapi mazhab adalah kamar2 kecil dalam sebuah perahu yang besar. disaat perahu itu diterpa ombak besar maka semua kamar2 itu bergoyang…”

    maka jadikan kemenangan Hizbullah atas Israel menjadi kemenangan semua umat Islam, bukan hanya kemenangan bagi saudara2 Syiah… jadikan perseteruan Iran dan Amerika menjadi perseteruan seluruh umat Islam dengan Zionis bukan hanya perseteruan Syiah…. jadikan derita Palestine menjadi derita umat Islam bukan hanya rakyat Palestine.

    “Ya Allah cukuplah kemulyaan bagi kami, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Tuhan bagi kami, cukuplah kebanggaan bagi kami, bahwa sesungguhnya kami adalah umat bagiMU ya Rabb…”
    Berikanlah kesejahteraanMU yang paling sempurna, RahmatMU yang paling tinggi kepada RasulMU yang juga KekasihMU Muhammad saaw beserta keluarganya yang telah Engkau sucikan… tidak sah sholat seseorang tanpa bershalawat kepadanya…. Allahuma shali ala Muhammad wa ali Muhammad…”

    salam.

  29. sudah banyak bukti kalo syiah itu murtad. jangan anggap muslim lg. udah kafir mereka itu. ajaran syiah kafir!!!

    • @kikuk.
      Jika anda menyebut ‘banyak bukti’ maka tunjukkan bukti tersebut.
      tulisan anda “jangan anggap muslim lg” itu menunjukkan ajakan propaganda yang sama sekali tidak mengandung kebaikan.
      dan anda tidak punya kemampuan dan hak sama sekali untuk mengatakan bahwa ajaran syiah kafir….

      Silahkan anda menunjukkan bukti-bukti yang seperti anda tulis, dan mari kita sama-sama melihat dan berfikir (semoga Allah swt senantiasa membuka hati untuk menemukan kebenaran, dan menghilangkan doktrin yang selama ini menyesatkan.

      dalam hal ini saya tidak mewakili mazhab syiah (tentu saja anda akan menolak jika saya merujuk dari sumber Ahlul bait as (syiah), maka jika diskusi ini berlanjut saya akan membatasi dengan pembuktian hanya dari jalur Ahlus sunnah. anda dengan rujukan Ahlus sunnah, dan saya juga dengan rujukan dari jalur Ahlus sunnah.

      “Semoga Allah senantiasa memberikan rahmatNYA yang paling sempurna, paling tinggi kepada penghulu kami, RasulMU dan juga kekasihMU Muhammad saaw beserta keluarga yang telah Engkau sucikan (Ahlul bait as)… ”

      Wassalam.

    • @Kikuk :
      apakah anda masih membutuhkan banyak waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti yang anda sebutkan ?

      Sukran.

  30. Apa benar ada golongan yang menghina sahabat utama rasulullah..?,apa benar ada yng mengatakan Jibril keliru dalam menyampaikan wahyu dari Allah ?, saya gak mau saudara perempuan saya,anak perempuan saya,istri saya,bahkan ibu saya di tiduri laki-laki lain meski dengan alasan apapun..saya pikir gak ada yang akan mau keluarga perempuanya di tiduri orang lain..

    • @Ferry,
      1. Kalo golongan saya belum mengetahuinya, tetapi kalau orang yang menghina sahabat utama Nabi SAAW ini ada beberapa catatan Shahih:
      - عن زياد بن علاقة عن عمه أن المغيرة بن شعبة سب علي بن أبي طالب فقام إليه زيد بن أرقم فقال يا مغيرة ألم تعلم أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن سب الأموات فلم تسب عليا وقد مات

      Dari Ziyad bin Alaqah dari Pamannya bahwa Mughirah bin Syu’bah telah menghina Ali bin Abi Thalib kemudian Zaid bin Arqam berdiri dan berkata ”Hai Mughirah bukankah kamu tahu bahwa Rasulullah SAW melarang untuk menghina orang yang sudah mati jadi mengapa kamu menghina Ali setelah kematiannya”.
      (Hadis Riwayat Al Hakim dalam Mustadrak As Shahihain juz 1 hal 541 hadis no 1419)

      حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة وأبو كريب قالا حدثنا أبو أسامة عن هشام عن أبيه أن حسان بن ثابت كان ممن كثر على عائشة فسببته فقالت يا ابن أختي دعه فإنه كان ينافح عن رسول الله صلى الله عليه و سلم
      Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu Kuraib yang keduanya berkata telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Hisyam dari Ayahnya [Urwah] bahwa Hassan bin Tsabit termasuk orang yang berlebihan membicarakan Aisyah maka aku mencacinya. Aisyah berkata “wahai keponakanku, biarkan saja dia karena sesungguhnya dia pernah membela Rasulullah SAW”. [Shahih Muslim 4/1933 no 2487]

      Riwayat Shahih Muslim
      Dalam kitab Shahih Muslim Tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi 4/1870 no 2404 diriwayatkan dari Saad bin Abi Waqqash

      أمر معاوية بن أبي سفيان سعدا فقال ما منعك أن تسب أبا التراب ؟ فقال أما ذكرت ثلاثا قالهن له رسول الله صلى الله عليه و سلم فلن أسبه لأن تكون لي واحدة منهن أحب إلي من حمر النعم سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول له خلفه في بعض مغازيه فقال له علي يا رسول الله خلفتني مع النساء والصبيان ؟ فقال له رسول الله صلى الله عليه و سلم أما ترضى أن تكون مني بمنزلة هارون من موسى إلا أنه لا نبوة بعدي وسمعته يقول يوم خيبر لأعطين الراية رجلا يحب الله ورسوله ويحبه الله ورسوله قال فتطاولنا لها فقال ادعوا لي عليا فأتى به أرمد فبصق في عينه ودفع الراية إليه ففتح الله عليه ولما نزلت هذه الآية فقل تعالوا ندع أبناءنا وأبنائكم [ 3 / آل عمران / 61 ] دعا رسول الله صلى الله عليه و سلم عليا وفاطمة وحسنا وحسينا فقال اللهم هؤلاء أهلي
      Muawiyah bin Abi Sufyan memerintah Sa’ad, lalu berkata “Apa yang menghalangimu untuk mencaci Abu Turab”?. Sa’ad berkata “Selama aku masih mengingat tiga hal yang dikatakan oleh Rasulullah SAW aku tidak akan mencacinya yang jika aku memiliki salah satu saja darinya maka itu lebih aku sukai dari segala macam kebaikan. Rasulullah SAW telah menunjuknya sebagai Pengganti Beliau dalam salah satu perang, kemudian Ali berkata kepada Beliau “Wahai Rasulullah SAW engkau telah meninggalkanku bersama perempuan dan anak-anak?” Maka Rasulullah SAW berkata kepadanya Tidakkah kamu ridha bahwa kedudukanmu disisiku sama seperti kedudukan Harun disisi Musa, hanya saja tidak ada Nabi setelahku. Aku mendengar Rasulullah SAW berkata di Khaibar “Sungguh Aku akan memberikan panji ini pada orang yang mencintai Allah dan RasulNya serta dicintai Allah dan RasulNya. Maka kami semua berharap untuk mendapatkannya. Lalu Beliau berkata “Panggilkan Ali untukku”. Lalu Ali datang dengan matanya yang sakit, kemudian Beliau meludahi kedua matanya dan memberikan panji kepadanya. Dan ketika turun ayat “Maka katakanlah : Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kalian”(Ali Imran ayat 61), Rasulullah SAW memanggil Ali, Fathimah, Hasan dan Husain dan berkata “Ya Allah merekalah keluargaku”

      2. Saya tidak mengetahui cerita yang anda sebutkan, mohon di sebutkan dalam riwayat yang benar seputar cerita itu.

      3. Anda telah menjawab sendiri pertanyaan anda… lalu apa hubungan pertanyaan anda dengan mazhab Syi’ah ?

  31. jika kamu merasa paling benar maka buktikan kebenaranmu itu,,,,,,,,,,,,jangan hanya menjadi propokator……….menyebar fitnah………saya kasian melihat kamu………..

  32. semakin yakin bahwa syiah adalah sesat. Ya Allah, berilah kesadaraan tuk saudaraku yang telah masuk syiah kembali merengkuh ajaran Islam yang benar.

    • @Sigit,
      Jika anda menyebut kami saudara, sebutkan kesesatan kami seperti yang anda tulis. dari tulisan awal diatas sampai tulisan terakhir ini… kami membuka diri untuk ditunjukkan bukti kesesatan kami. Maaf jika tulisan anda dan yang lainnya hanya bersifat tuduhan, maka kami anggap ucapan anda sama sekali tidak layak di dengar bahkan untuk diingat sekalipun.

      Sukran

  33. Syiah itu jelas2 ajaran sesat. Nikah mut’ah contohnya. Itu sama saja dengan prostitusi, malah lebih parah karena dihalalkan oleh ajaran agama. Biarpun dihalalkan, kalau sering gonta-ganti pasangan akibatnya bakal kena penyakit kelamin dan AIDS. Sebaiknya antum segera bertaubat sebelum dilaknat Allah.

  34. 1. Anda pernah mencari tahu Nikah mut’ah itu ? atau anda hanya mendengar dari orang-orang yang mengatakan itu ?

    2. Anda mengatakan prostitusi bahkan lebih parah…. (maaf, tulisan anda telah menghakimi para sahabat Nabi Saaw yg telah melakukan mut’ah)

    3. Terima kasih untuk anjuran anda agar saya bertobat, tapi sebelumnya saya ingin menginformasikan kepada anda mengenai nikah mut’ah yang anda tulis lebih parah dari prostitusi itu.

    Ayat Al-Quran seputar Mut’ah:

    وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ كِتَابَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَلِكُمْ أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِهِ مِنْهُنَّ فَآَتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَاضَيْتُمْ بِهِ مِنْ بَعْدِ الْفَرِيضَةِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا
    Dan [diharamkan juga kamu mengawini] wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian [yaitu] mencari istri-istri dengan hartamu untuk dinikahi bukan untuk berzina. Maka wanita [istri] yang telah kamu nikmati [istamta’tum] di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya sebagai suatu kewajiban dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana [An Nisaa’ ayat 24]

    #Hadist seputar nikah Mut’ah:
    hadis Ibnu Mas’ud dengan sanad yang shahih.

    حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ إِسْمَاعِيلَ عَنْ قَيْسٍ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ كُنَّا نَغْزُو مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَيْسَ لَنَا شَيْءٌ فَقُلْنَا أَلَا نَسْتَخْصِي فَنَهَانَا عَنْ ذَلِكَ ثُمَّ رَخَّصَ لَنَا أَنْ نَنْكِحَ الْمَرْأَةَ بِالثَّوْبِ ثُمَّ قَرَأَ عَلَيْنَا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
    Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id yang berkata telah menceritakan kepada kami Jarir dari Isma’il dari Qais yang berkata Abdullah berkata “kami berperang bersama Rasulullah [shallallahu 'alaihi wasallam] dan kami tidak membawa wanita [istri], kami berkata “apakah sebaiknya kita mengebiri” maka Beliau [shallallahu 'alaihi wasallam] melarang kami melakukannya kemudian mengizinkan kami untuk menikahi wanita dengan selembar pakaian kemudian Beliau [shallallahu 'alaihi wasallam] membacakan kepada kami “janganlah kalian mengharamkan apa yang baik yang telah Allah halalkan kepada kalian dan janganlah kalian melampaui batas, sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas [Al Maidah ayat 87]“ [Shahih Bukhari 7/4 no 5075]

    #Siapa yang melarang Mut’ah :
    diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam al-Sunan, V, hlm. 206, meriwayatkan kata-kata Umar, “Dua mut’ah yang dilakukan pada masa Rasulullah SAW tetapi aku melarang kedua-duanya dan aku akan mengenakan hukuman ke atasnya, yaitu mut’ah perempuan dan mut’ah haji.

    #Tanggapan sahabat atas pengharaman Mut’ah oleh Umar bin Afan :
    Imam Ali as, “Sekiranya Umar tidak melarang nikah mut’ah niscaya tidak seorang pun berzina melainkan orang yang celaka. “[al-Thabari, Tafsir, V, hlm. 9; Fakhruddin al-Razi, Mafatih al-Ghaib, III, hlm.200; al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, II, hlm.140]

    #Jelas bahwa pelarangan Mut’ah adalah hasil ijtihad Kalifah Umar bin khatab. bukan sesuatu yang dilarang oleh Nabi Saaw. Jadi saya kembalikan kepada anda bahwa tulisan anda yang mengatakan mut’ah lebih buruk dari prostitusi itu jelas ditujukan ke semua pelaku nikah mut’ah baik yang sekarang ataupun pada masa Nabi Saaw, sampai masa kalifah Abubakar dan Usman (para sahabat). dan Jika anda merubah tulisan anda bahwa mut’ah lebih parah dari prostitusi setelah di haramkan oleh kalifah Usman, maka anda wajib menjawab pertanyaan saya ini : “Siapakah yang memiliki otoritas penyampaian hal-hal yang diharamkan Allah SWT…. Rasulullah Saaw atau kah sahabat Usman ??

    Mohon tanggapan dari anda dari informasi yang telah saya sampaikan dan al Fakr berharap anda dapat menjawab pertanyaan diakhir tulisan saya.

    • Ralat tulisan :

      dan Jika anda merubah tulisan anda bahwa mut’ah lebih parah dari prostitusi setelah di haramkan oleh kalifah Umar bin chatab, maka anda wajib menjawab pertanyaan saya ini : “Siapakah yang memiliki otoritas penyampaian hal-hal yang diharamkan Allah SWT…. Rasulullah Saaw atau kah sahabat Umar ??

  35. aslammualaikom saudara semua..
    saya mahu bertanya..
    1.mengapa ajaran syiah ini banyak lebih kepada Ali dari tuhan sebenar yang menjadikan kita iaitu Allah swt..?bukankah memuja makluk itu hukumnya haram..?
    2.Bukankah Allah mahu umatnya menyayangi antara 1 sama lain..mengapa ajaran syiah ini lebih kepada ajaran yang membenci saudara seagama yang menyembah tuhan yang sama iaitu Allah..?
    3.Bukankah ajaran islam ini satu ajaran yang mudah..Mengapa ajaran syiah ini menyusahkan umatnya…seperti sujud di atas batu..nak solat kena cari batu baru boleh solat..
    4.sila jawab..

    • Wa alaikum salam,
      1. Atas dasar apa anda menuduh kami menganggap Imam Ali as adalah Tuhan ? Tuhan kami Allah SWT, Rasul kami Sayidinna Muhammad SAAW, dan kami berpegang kepada wasiat Nabi kami Muhammad SAAW yaitu : Al Qur’an dan Ahlul baitnya. (anda dapat menemukan riwayat shahih bahwa wasiat Nabi SAAW adalah Al Quran dan ahlul bait dalam kitab shahih Muslim dan kitab2 lain yang menjadi rujukan Ahlus sunnah). Yang lebih tepat harusnya anda bertanya mengapa kami menganggap bahwa Imam Ali as adalah manusia yang paling benar sebagai rujukan bahkan pemimpin setelah Nabi SAAW wafat.

      2. Kami setuju bahwa Allah SWT mengajarkan umat Islam untuk saling menyayangi. dan sekali lagi anda menuduh kami mengajarkan untuk membenci saudara seagama yang menyembah Tuhan yang sama… Anda harus lebih banyak membaca sejarah agama Islam… saya berikan satu contoh tragedi Karbala, pada tanggal 10 Muharam terjadi tragedi pembunuhan keluarga Nabi SAAW, sejarah mencatat tragedi tersebut adalah tragedi terkeji dalam sejarah Islam. Keluarga Nabi Muhammad SAAW Kekasih Allah, keluarganya dibunuh dengan cara keji, bahkan mayat manusia hendaklah dimakamkan dengan cara yang benar, tetapi Yazid bin Muawiyah apakah dia melakukan hal itu ?? dia melakukan jasad-jasad tersebut dengan perlakuan lebih dari pada binatang2 haram (semoga Allah senantiasa membalas perbuatan mereka terhadap keluarga kekasihnya). Siapakah para pembunuh durjana tersebut ?? Mereka adalah orang-orang yang mengaku beragama Islam !!!! Allah SWT mengajarkan agar umatnya saling menyayangi apalagi kepada keluarga kekasihNYA !! apakah anda masih layak menanyakan hal itu kepada kami ??

      3. Saya pribadi tidak menganggap Islam adalah ajaran yang mudah, apakah anda pernah membandingkan Islam dengan agama lain ? jelas agama lain jauh merupakan ajaran yang lebih mudah. Anda tidak berusaha mengenal kami, anda hanya menerima sesuatu tanpa pembuktian hingga anda menjadi sepeti ini. Dalam Syiah kami diperbolehkan sujud dimana saja asalkan terhindar dari najis dan mengandung unsur bumi, jika anda ingin sujud diatas sajadah yang tebal dan berbulu halus nan wangi silahkan… Silahkan anda menganggap Islam adalah ajaran yang mudah dan dapat dipermudah

      4. Saya telah menjawab “tuduhan” anda

  36. saya sebenarnya sedih melihat umat islam kita sekarang berpuak puak bermusuh musuhan..kita kenalah ingat Allah yang akan menilai amalan kita nanti..bukankah apa yang diturunkan didalam Al Quran itu sudah jelas mengatakan umat islam bersaudara mengapa kita masih lagi bermusuhan bunuh membunuh benci membenci..Allah suruh ka kita buat macam 2 seperti mana ajaran syiah..?fikir lah saudara sebelum terlambat..melihat perbedaan antara ajaran syiah dan ajaran sunni ajaran syiah banyak kearah memupuk kebencian dan hawa nafsu..adakah ini yang di ajarkan oleh islam..?melihat dari segi ini pun kita dapat menilai yang mana benar yang mana sesat..
    Kembalilah kelandasan yang betul sebelum terlambat….berjuang untuk islam..Allah hu akbar..

    • Saya sangat tidak mengerti tulisan anda dan kesedihan anda….
      Anda menulis umat Islam bersaudara mengapa masih bermusuhan bahkan bunuh membunuh… lalu anda melimpahkan sifat permusuhan dan pembunuhan sesama umat Islam kepada kami (Syiah).
      Apakah ada sejarah Islam yang mencatat kami sebagai pembunuh ? bukankah tragedi Karbala dilakukan oleh Yazid bin Muawiyah bin Abu Sufyan yang senantiasa kami mengharapkan agar Allah SWT memberikan ganjaran yang setimpal atas perbuatan mereka ?
      Bagaimana penilaian anda tentang bom bunuh diri yang marak terjadi di kamp2 syiah di Iraq yang telah menewaskan ribuan orang2 Syiah ?

      bagaimana penilaian anda terhadap negara Iran yang tidak diperbolehkan memiliki senjata nuklir oleh Amerika serikat (karena hak kepemilikan senjata nuklir hanya untuk bangsa-bangsa kafir) dan Israel telah menentukan bulan Maret ini akan menyerang Iran ? berapa negara kafir yang akan membantu Israel dan Amerika ??

      Jika Iran sampai diserang, maka kebutuhan minyak dunia akan berkurang… karena Iran adalah negara ke-2 terbesar penghasil minyak. hal ini yang membuat Amerika menunda penyerangan ke Iran… Apa yang terjadi ..: ARAB SAUDI mengeluarkan pernyataan bahwa ARAB SAUDI SIAP MELIPAT GANDAKAN PRODUKSI MINYAKNYA…. !!!!! berarti ARAB SAUDI SIAP MEMBANTU ISRAEL DAN AMERIKA UNTUK MENYERANG IRAN… apakah umat Islam bersaudara ?? TIDAK !!!! yang bersaudara hanyalah Umat semazhab !!!! dari mana anda melimpahkan tuduhan kebencian dan pembunuhan kepada kami (syiah)…

      Silahkan anda tunjukan ke saya bagaimana landasan yang betul sebelum terlambat ??

      berjuang untuk Islam ?? perjuangan memerangi Yahudi hanya tercatat dilakukan oleh Iran dan Hizbullah !!!

  37. Wahai Saudaraku ……
    Jangan saling menghina karena kita adalah ummatan wahidah
    Supaya tidak berbeda , selamilah Rahasia-rahasianya……
    Wallahu “alam

    • @kodrat idris.
      salam, saya tidak merasa menghina saudara2 yang lain disini. jika pun ada tulisan saya yang dianggap menghina itu tidak ada unsur kesengajaan dan tidak pula untuk mazhab lainnya.

  38. asalmula aliran Syi”ah atau tepatnya Syi”ah Imamiyyah(12 imam)timbul setelah wafatnya Ali bin Abithalib r.a.dan yg inspirator utamanya Abdulah bin Saba,dialah org pertama yg mengutuk 2 khalifah pertama(Abu Bakar dan Umar). Abdullah bin Saba ini adalah seorang yahudi dari Yaman,pura2 Islam,padahal masih beragama Yahudi. Jadi dia mengambil kesempatan untuk mengadu domba umat Islam dgn cara mengkultuskan Ali dan keturunannya sbg ahlulbait nabi yang paling berhak. jadi doktrin syi”ah ini bahkan mengatakan bhw Malaikat Jibril keliru bhw harusnya Ali yg menerima wahyu,bukan Muhammad. yg anehnya mereke lebih menjuruskan ahlulbait kepada keturunan Husain bin Ali,kenapa keturunan Hasan tdk termasuk . ini terutama karena Husain mengawini salah seorang putri Yasdajird raja Persia yg ditaklukkan Khalifah Umar bin Khatab., banyak perbedaan/penyimpangan faham syi”ah denan Ahlussunnah wal jamaah(sunni) shg tidak salah kalau dikatakan bhw syi”ah adalah termasuk SESAT. Diantaranya: telah terjadi pemalsuan Al-Qur”an oleh para sahabat Rasul Saw.,ada Mushaf Fathimah yg berisi 17000 ayat yg di bawa Imam Mahdi(imam ke 12)ditempat persembunyianya.,tdk mengakui Hadits yg tdk melalui jalur ahlulbait.,sangat membenci gol. Sunni ,merekalah yg membantu tentara Tatar( Hulagu)ketika menyerang kerajaan Abbasiyah(sunni)dan membantai hampir 1 juta kaum muslimin. soal Nikah Mut”ah mula2 dibolehkan,tetapi kemudian diharamkan oleh nabi Muhammad saw.terutama pada Hajjatul Wada”, beliau mengharamkan nikah Mut”ah sejak saat itu hingga hari Qiamat. Lihat saja mereka ramai2 memukul/menyiksa diri dgn rantai besi tajam hingga berlumuran darah keti ka memperingati kematian Husain di Karbala pada 10 Muharram,apa ini tdk sesat? Karena itu wahai saudara2 umat Islam Indonesia cepatlah sadar kalau sdh sempat jd pengikut Syi”ah kembali pada Al-Qur”an dan sunnah jangan terpengaruh pada ajaran syi”ah yang me -ngaku2 dari Jamaah Ahlulbait. mereka terlalu mengkultus kan figur ahli bait nabi apalagi kalau gol. habaib.

    • @Syaifullah :
      1. Anda menyampaikan informasi yang keliru, mengenai sejarah lahirnya Syiah Imamiyyah, sampai inspirator utama Abdulah bin saba. sebaiknya anda mempelajari sejarah dengan lebih baik. jika Abdullah bin saba itu nyata dengan sepak terjang yang sebesar itu, maka nama beliau akan banyak ditulis dalam kitab2 kami ataupun kitab2 Ahlus sunnah. dapat kah anda memberikan bukti keberadaan dia ? atau anda hanya copas dari tulisan jahil yang anda baca.

      2. anda tidak mengerti tentang mazhab ahlul bait, tulisan anda hanya fitnah yang membuat anda terlihat bodoh. bagaimana jika saya ajukan pertanyaan ? mohon anda jawab dengan lantang… “Kepada siapa Imam Malik ra dan Imam Syafi’i ra belajar Islam ? ” kalau anda sulit, maka saya informasikan kepada anda, bahwa kedua Imam ahlul sunnah itu belajar Islam ke pada Imam Ja’far Asshidiq as. informasi yg saya berikan dapat anda temukan kebenarannya dalam sejarah para Imam Ahlul sunnah. Lalu kenapa Ahlul sunnah tidak menempatkan Imam Ja’far sebagai rujukan mazhab Ahlus sunnah ?? karena Imam Ja’far as adalah Imamnya orang2 Syiah ?? silahkan anda jawab, kenapa anda mengatakan pengikut Imam Ja’far as sesat ? tetapi pengikut murid Imam Ja’far as tidak sesat ??

      3. Mut’ah lagi… mut’ah lagi,… dan disini keliatan sekali anda tidak memiliki pengetahuan. Anda mengatakan Nikah Mut’ah mula2 dibolehkan, lalu dilarang oleh Nabi Muhammad saaw…. sedangkan dalam kitab shahih anda dikatakan bahwa yang melarang mut’ah itu adalah Umar bin khatab. Abubakar pun tidak melarang mut’ah. silahkan mikir lagi “APA ADA SESEORANG YANG MEMILIKI OTORITAS MENGHARAMKAN ATAU MENGHALALKAN SUATU PERBUATAN SETELAH NABI MUHAMMAD SAAW WAFAT ???” jangan-jangan anda seperti Abdullah bin saba versi nyata, yang mengatakan Jibril menurunkan wahyu kepada Umar setelah Nabi wafat.

      4. Banyak belajar aja mas, jangan copas masalah yang udah usang, dan anda harus belajar untuk bertanggung jawabkan apa yang anda tulis disini.

      Salam

  39. Setiap tahun tanggal 10 Muharram penganut-penganut Syi’ah akan mengadakan upacara pengkabungan kononnya sebagai tanda memperingati kematian Imam Husain. Mereka akan mengadakan pelbagai upacara seperti menampar-nampar muka dan dada, menyiksa diri dengan melukakan tubuh serta kepala dengan pisau-pisau kecil bahkan ada yang menggunakan pedang sehingga tubuh dibasahi darah. Di samping itu seorang dari kalangan mereka yang di gelari dengan nama “Zakir Husain” akan mengumandangkan syair-syair ratapan menceritakan penderitaan Ahlul Bait Rasulullah s.a.w. dan kezaliman yang dilakukan terhadap mereka diselangi dengan caci maki terhadap Bani Umayyah dan sahabat-sahabat Rasulullah s.a.w. yang dianggap mereka sebagai perampas hak Ahlul Bait.

    Namun begitu apakah amalan tersebut merupakan ajaran Imam-imam yang dianggap maksum oleh mereka? Jawapannya akan ditemui setelah ditinjau dari perspektif ajaran Ahlus Sunnah dan Syi’ah.

    Ahlus Sunnah sepakat bahawa amalan tersebut merupakan amalan jahiliyyah dan diharamkan berdasarkan kepada hadis daripada Rasulullah s.a.w. Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan hadis daripada Ibnu Mas’ud r.a. bahawa Nabi s.a.w. telah bersabda, “Bukan dari kalangan kami orang yang memukul-mukul pipi, mengoyak-ngoyak kolar baju dan menyeru dengan seruan jahiliyyah.”(Sahih Bukhari Kitabul Janaaiz dan Muslim Kitabul Iman). Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Abu Malik Al-Asy’ari bahawa Rasulullah s.a.w. telah bersabda.” Meratap adalah termasuk dari amalan jahiliyyah, orang yang meratap bilamana dia meninggal dunia dalam keadaan tidak sempat bertaubat, Allah akan memakaikan kepadanya pakaian dari minyak tar (yang panas) dan baju dari nyalaan api neraka”.(Sunan Ibnu Majah bab larangan dari meratap).

  40. Kenapa ya pada takut sekali dengan ide bahwa Syi’ah tidak sesat? :) trus kalau nyerang Syi’ah mantap banget lah (kelihatannya), dengan kalimat-kalimat indah seperti orang paling suci dan paling tahu sedunia (dan seakherat). Urus aja lah kekokohan iman masing-masing. Semua orang mencoba menapaki jalan menuju Allah, dan semoga Allah menunjukkan jalanNya pada masing2 dari kita. Masuk surga sendiri-sendiri, masuk neraka juga sendiri-sendiri…nggak ngajak temen semazhab :) btw, I’m a Sunni (katanya sih…), tapi simpati saya untuk mereka yang tertindas dan dihakimi, siapapun itu.

    • @Kuli:
      Saya sudah baca 10 Logika (yang menurut saya sama sekali ga logic) ini sedikit maksud dan bantahan saya :
      1. Syiah mencintai Ahlul bait nabi dan apakah syiah mencintai Nabi Muhammad Saw ? kalau iya, kenapa Syiah lebih memilih sunnah ahlul bait dari pada sunnah Nabi Muhammad saw ? dan syiah melupakan Nabi.

      Jw: Iya kami menicintai Ahlul bait as, karena Nabi Muhammad Saaw yang memerintahkan. lalu dimana logikanya ? justru logika yang saya tulis jauh lebih masuk akal. dalam kitab-kitab Ahlus sunnah juga banyak dijelaskan keutamaan Ahlul bait as. dan perintah Nabi Muhammad mengenai kedudukan Ahlul bait nya… apakah perintah Nabi bukan Sunnah ??

      2.Tanyakan kepada orang Syiah: “Siapa saja yang termasuk golongan Ahlul Bait Nabi?” Nanti dia akan menjawab: “Ahlul Bait Nabi adalah Fathimah, Ali, Hasan, Husein, dan anak-cucu mereka.” Lalu tanyakan lagi: “Bagaimana dengan isteri-isteri Nabi seperti Khadijah, Saudah, Aisyah, Hafshah, Zainab, Ummu Salamah, dan lain-lain? Mereka termasuk Ahlul Bait atau bukan?” Dia akan mengemukakan dalil, bahwa Ahlul Bait Nabi hanyalah Fathimah, Ali, Hasan, Husein, dan anak-cucu mereka.

      Jw : Ahlul bait as adalah manusia suci yang yang diwasiatkan oleh Nabi Muhammad saaw yaitu : Imam Ali as, Siti Fatimah Azahra as, Imam Hasan as, Imam Husein as. tidak termasuk anak-cucu. Jadi tulisan diatas sekali lagi tidak masuk akal, seakan2 penulis mengerti yang kami sebut Ahlul bait, kenyataannya penulis keliru.
      Mengenai siapa Ahlul bait as, juga banyak di akui oleh para tokoh Ahlus sunnah, bahwa Ahlul bait adalah “ahlul kisa”.
      Penulis juga mengaitkan surat Al Ahzab ayat 33 dengat ayat sebelumnya, sehingga penulis menganggap bahwa istri2 Nabi Saaw adalah Ahlul bait. apakah penulis tidak mengerti tanda baca dalam Al Quran ? sebaiknya penulis juga banyak belajar dan mencari bahwa tokoh2 besar Ahlus sunnah sudah menyatakan bahwa Ahlul bait Nabi saaw hanya : Imam Ali as, Siti Fatimah Azahra as, Imam Hasan as, dan Imam Husein as.

      3. “Bagaimana cara Islam sampai Anda, sehingga Anda menjadi seorang Muslim?” Maka orang itu akan menerangkan tentang silsilah dakwah Islam. Dimulai dari Rasulullah, lalu para Shahabatnya..Kemudian tanyakan ke dia: “Jika Anda mempercayai silsilah dakwah Islam itu, mengapa Anda sangat membenci para Shahabat, mengutuk mereka, atau menghina mereka secara keji? Bukankah Anda mengaku Islam, sedangkan Islam diturunkan kepada kita melewati tangan para Shahabat itu. Tidak mungkin kita menjadi Muslim, tanpa peranan Shahabat. Jika demikian, mengapa orang Syiah suka mengutuk, melaknat, dan mencaci-maki para Shahabat?”

      Jw : Penulis terlalu mendramatisir sehingga lupa dengan tuduhan kepada kami di logika no.1.. disini penulis malah menggambarkan bahwa kita tidak mungkin menjadi muslim tanpa peranan sahabat (MasyaAllah). ok saya akan tetap coba jawab. Sahabat menurut kami berbeda dengan penafsiran Ahlus sunnah. Ahlus sunnah mengartikan kata sahabat adalah manusia yang memeluk Islam dan hidup sezaman dengan Nabi. sedangkan kami mengartikan Sahabat adalah manusia yang mencintai Nabi Muhammad Saaw. Silahkan anda merenungkan mana yang lebih logik.
      dan kami tidak pernah melaknat, mengutuk dan mencaci maki sahabat, mohon tarik fitnah murahan itu. jika penulis berani jujur betapa banyak riwayat shahih Ahlus sunnah yang mencatat caki maki dan mengutuk bahkan mengkafirkan sahabat banyak tercatat dalam kitab-kitab Ahlus sunnah.

      4. Tanyakan kepada orang Syiah: “Apakah Anda meyakini adanya imam dalam agama?” Dia pasti akan menjawab: “Ya! Bahkan imamah menjadi salah satu rukun keimanan kami.” Lalu tanyakan lagi: “Siapa saja imam-imam yang Anda yakini sebagai panutan dalam agama?” Maka mereka akan menyebutkan nama-nama 12 imam Syiah. Lalu tanyakan kepada orang Syiah itu: “Mengapa dari ke-12 imam Syiah itu tidak tercantum nama Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, dan Imam Hanbali? Mengapa nama empat imam itu tidak masuk dalam deretan 12 imam Syiah? Apakah orang Syiah meragukan keilmuan empat imam madzhab tersebut? Apakah ilmmu dan ketakwaan empat imam madzhab tidak sepadan dengan 12 imam Syiah?”

      Jw : Saya ingin ketawa dengan logika no. 4 ini. ke-12 Imam kami adalah Imam yang telah ditentukan. dan bukan ditentukan oleh manusia seperti keinginan penulis, Bisa saja saya balas nanya :”Kenapa Ahlus sunnah tidak memasukkan Imam Ja’far as kedalam Imam Ahlus sunnah… padahal Imam Maliki, Imam Syaf’i adalah murid dari Imam Ja’far asshidiq as.. ” Mana yang lebih logik ??

      5. Kemudian tanyakan ke orang itu: “Mengapa dalam kehidupan orang Syiah, dalam kitab-kitab Syiah, dalam pengajian-pengajian Syiah; mengapa Anda lebih sering mengutip pendapat imam-imam daripada pendapat Allah (dari Al Qur’an)? Mengapa orang Syiah jarang mengutip dalil-dalil dari Kitab Allah? Mengapa orang Syiah lebih mengutamakan perkataan imam melebihi Al Qur’an?”

      Jw: Astaghfirullah,… penulis mengartikan Al-Quran adalah pendapat Allah. SIAPA ANDA !!! saya muak dengan manusia macam Anda !!! sebersih apaun wajah anda, sepanjang apapun jenggot anda dan sebanyak apapun murid anda, … bagi saya anda tidak lebih dari seorang BUTA !!! logika anda semua tuduhan dan fitnahan, sangat terlihat anda adalah pembenci keluarga NABI, dan kebodohan anda sangat nyata !!
      (maav *tarik nafas*)
      baik, tuduhan anda bahwa kami tidak berpegang kepada Al-Quran dan hanya mengutip perkataan Imam kami, bagaimana surat Al baqarah ayat 187 … “…dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam,..” jelas sekali kata “ilal Lail” adalah malam. kenapa Imam anda menyatakan Magrib adalah malam ??? dan kenapa ustadz2 kalian tidak pernah membahas ayat ini pada bulan Ramadhan ????

      Terus terang saya sedikit malas meneruskan tulisan di eramuslim…. semua ga beda dengan tuduhan2 usang yg sudah disampaikan diatas oleh para pembenci Syiah….

      Sedikit masukan saya buat saudara Kuli,… ” janganlah terdoktrin, dengan apapun eramuslim kek, ustadz2 sok pinter yang berani nulis 10 logika yang ga logik,… coba anda pelajari sejarah Islam, perbanyak membaca Al-Quran, buka kitab2 Ahlul sunnah, kritis dalam menerima informasi. semoga anda terhindar dari penyebaran kebodohan yang sombong seperti yang ditulis di eramuslim tersebut.

      Salam,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s